Pria 65 Tahun di Klampok Lor Berhenti Hidup, Kembali Mati

Nurul H. · 2 min baca · 1 jam lalu · 26 dibaca
Bisik.id
Pria 65 Tahun di Klampok Lor Berhenti Hidup, Kembali Mati

Gambar atau konten salah?

Di Desa Klampok Lor, Kecamatan Kebonagung, Demak, kabar tentang jenazah pria lansia yang tampak bangkit dari maut lalu akhirnya meninggal lagi menimbulkan kegemparan di media sosial.

Pria tersebut, yang berusia 65 tahun, sempat bertahan hidup semalaman sebelum akhirnya meninggal. Kabar ini menyebar setelah akun Instagram @liputanseputar_kebonagung memposting cuplikan takarir yang menjadi viral.

“Lah pas AREP di suceni ndelalah wonge mau mripate melek. Tangane obah, Wong sing dikabarkan Sedo. UJUG‑UJUG URIP MANEH,” tulis cuplikan tersebut.

Kapolsek Kebonagung, Iptu Said Nu'man Murod, mengonfirmasi kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa warga tersebut merupakan lansia di Desa Klampok Lor yang sudah sakit menahun.

“Atas nama Bapak Suhardi (65). Sakit menahun,” kata Nu'man saat dimintai konfirmasi.

Menurutnya, peristiwa itu terjadi pada 2 Juni 2026 sore. Kematian warga tersebut sudah sempat disiarkan di masjid setempat.

“Sore sudah disiarkan di masjid,” ujar Nu'man.

Warga setempat sudah melakukan pengurusan jenazah. Namun saat hendak disucikan, jenazah itu kembali bernapas. Setelah Maghrib, warga mau disucikan dan bernapas lagi. Lalu dicek bidan desa memang benar masih ada detak jantung.

“Habis magrib waktu mau disucikan bernapas lagi. Lalu dicek bidan desa memang benar masih ada detak jantung,” ucap Nu'man.

Setelah dipastikan jantungnya masih berdetak, warga itu tetap di rumah. Namun pada 3 Juni 2026 pagi, setelah dipastikan meninggal, jenazahnya kemudian dimakamkan.

“Tadi subuh meninggal lagi, ini sampun (sudah) dimakamkan,” kata Nu'man.

Almarhum tinggal bersama istri, yang juga sudah sepuh. Anak-anak mereka berada di luar kota.

“Almarhum tinggal sama istri, istri juga sampun sepuh. Untuk anak anak tinggal di luar kota,” tutur Nu'man.

Kasus ini menyoroti situasi medis yang tidak biasa di daerah pedesaan, sekaligus menegaskan pentingnya penanganan cepat dan akurat pada kondisi kritis.

jenazah pria lansiabangkit dari mautmedia sosialKebonagungpengurusan jenazahpemakamanpenanganan medis

Komentar

Memuat komentar...