Program Magang Nasional 2025‑26 Perpanjang Kuota 100 Ribu

Bambang W. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 128 dibaca
Bisik.id
Program Magang Nasional 2025‑26 Perpanjang Kuota 100 Ribu

Gambar atau konten salah?

Program magang nasional akan dilanjutkan, menurut hasil pertemuan antara Menteri Ketenagakerjaan Yassierli dan Sekretariat Kabinet Teddy Indra Wijaya. Pertemuan tersebut diumumkan lewat unggahan resmi di akun Instagram @sekretariat.kabinet, di mana dibahas progres dan rencana strategis di bidang ketenagakerjaan.

Program Magang Nasional 2025‑2026 menjadi topik utama. Program ini diproyeksikan melibatkan 100.000 peserta magang dan pada tahap awal pendaftarannya sudah mencapai sekitar 400 ribu orang. Rencana selanjutnya adalah membuka kembali program dengan kuota yang lebih tinggi dan menambah keahlian peserta.

Untuk periode 2026‑2027, pemerintah berencana meningkatkan kuota serta meningkatkan kualitas dan keahlian peserta magang. Kesempatan pengalaman bekerja, mendapat ilmu dari mentor,” kata Yassierli dalam keterangan resmi yang dikutip pada 26 April 2026.

Peserta magang dijamin menerima uang saku sebagai upah bulanan, yang setara dengan Upah Minimum Provinsi (UMP) atau Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) yang didanai oleh Pemerintah Pusat. Uang saku ini diharapkan menjadi dorongan bagi para lulusan sarjana untuk mendaftar.

Selama pertemuan, dibahas pula rencana program pelatihan vokasi bagi lulusan SMK guna meningkatkan kesiapan kerja. Kementerian Ketenagakerjaan terus menjalankan berbagai program untuk meningkatkan keterampilan dan kesejahteraan pekerja, khususnya bagi buruh, pekerja outsourcing, dan pekerja rumah tangga.

Yassierli sebelumnya sudah menyebut bahwa program magang nasional direncanakan berlanjut tahun ini. Pemerintah telah melakukan evaluasi, termasuk skema pemberian uang saku kepada peserta.

Jika program ini benar-benar dibuka lagi, ada peluang keterlibatan perusahaan dalam skema patungan pembayaran uang saku. Saat ini peserta magang nasional memperoleh uang saku setara UMP atau UMK, dan dananya berasal dari pemerintah pusat. “Kita sedang mengkaji untuk melibatkan perusahaan lebih aktif, sehingga sudah mulai ada usulan nanti uang sakunya itu harus ada share kontribusi dari perusahaan, walaupun tentu tidak dominan,” ungkap Yassierli pada penutupan Program Magang Nasional Batch 1, yang disiarkan di YouTube@KemnakerRI pada 24 April 2026.

Menurut Yassierli, keterlibatan perusahaan penting, terutama bagi perusahaan yang serius membina peserta magang. Ia juga berharap perusahaan akan memberikan sertifikat kompetensi kepada peserta magang di akhir program tersebut.

Evaluasi juga mencakup pemerataan sebaran peserta, yang selama ini masih terkonsentrasi di Pulau Jawa. Pemerintah ingin ke depan program magang bisa lebih merata ke berbagai daerah.

Segi kejuruan juga akan diperluas, tidak hanya pada bidang marketing, administrasi, atau manajemen. Hal ini diharapkan dapat membuka kesempatan bagi para lulusan diploma atau sarjana untuk mengikuti program magang nasional.

Program magang nasional, yang telah menjadi salah satu inisiatif penting dalam pengembangan tenaga kerja, akan terus diperkuat dengan peningkatan kuota, diversifikasi keahlian, keterlibatan perusahaan, dan pemerataan geografis. Langkah ini diharapkan dapat memperluas akses kerja bagi generasi muda dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia.

Program Magang Nasional 2025‑2026Uang Saku setara UMP/UMKPeningkatan KuotaKeterlibatan PerusahaanPemerataan GeografisKeahlian PesertaSertifikat Kompetensi

Komentar

Memuat komentar...