Program Srikandi Jaga Desa Dorong Perempuan di Desa
Gambar atau konten salah?
Perempuan di desa kini mendapat dorongan lebih besar untuk berperan dalam perekonomian. Salah satu upayanya adalah melalui Program Srikandi Jaga Desa. Program ini digagas oleh Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (Abpednas) dan didukung oleh PT Sucofindo (Persero).
Program Srikandi Jaga Desa merupakan gerakan kolaboratif. Tujuannya mendorong desa yang inklusif, mandiri, dan berkelanjutan. Inisiatif ini fokus pada peningkatan kapasitas perempuan desa. Mereka diharapkan mampu menjadi agen perubahan dalam pembangunan.
Melalui program ini, perempuan didorong memperkuat kepemimpinan. Literasi juga menjadi perhatian utama. Selain itu, program ini mengembangkan potensi ekonomi masyarakat. Ketahanan keluarga diperkuat. Perempuan juga diajak berkolaborasi dengan pemerintah desa. Tujuannya mewujudkan desa yang maju, mandiri, dan berdaya saing.
Sucofindo menilai pembangunan desa berkelanjutan membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Semua pemangku kepentingan harus terlibat. Termasuk perempuan sebagai penggerak pembangunan di tingkat akar rumput.
Direktur Utama Sucofindo, Sandry Pasambuna, menyampaikan apresiasi. Ia menilai inisiatif Abpednas sejalan dengan semangat kolaborasi untuk memperkuat kapasitas masyarakat. "Perempuan memiliki peran strategis dalam mendorong kemajuan masyarakat, yang turut berkontribusi terhadap pembangunan desa yang berkelanjutan," kata Sandry Pasambuna dalam keterangannya, Minggu, 05 Juli 2026.
Sandry Pasambuna berharap Program Srikandi Jaga Desa bisa menjadi penggerak perubahan. Peran perempuan diharapkan memperkuat kapasitas masyarakat. Sucofindo sendiri adalah perusahaan penyedia layanan Testing, Inspection, and Certification (TIC). Perusahaan ini terus memperkuat sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan. Dukungan terhadap inisiatif pemberdayaan masyarakat merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan.
Program ini menunjukkan bagaimana kolaborasi antara asosiasi desa dan perusahaan BUMN bisa berjalan. Fokusnya pada pemberdayaan perempuan sebagai motor penggerak ekonomi desa. Bukan sekadar program seremonial, tetapi upaya membangun kapasitas jangka panjang.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Warga Tak Bayar Pajak, Dana untuk Cor Jalan
Ricis Rayakan Ultah ke-31 di Pantai Sepi Bersama Moana
Prakiraan Cuaca Jateng: Berawan, Hujan Ringan di Pegunungan
Gunung Semeru Erupsi, Lontarkan Lava Pijar 1,5 Kilometer
Prancis ke Perempatfinal Piala Dunia 2026, Kalahkan Paraguay 1-0
Harga Emas Antam Naik Tipis dalam Sepekan
Pemanasan Tak Jamin Bebas Cedera
Deschamps Cetak Rekor 10 Kemenangan di Babak Gugur Piala Dunia