Proyek Sampah Jadi Listrik di Denpasar Raya Resmi Dimulai

Fitri A. · 3 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Proyek Sampah Jadi Listrik di Denpasar Raya Resmi Dimulai

Gambar atau konten salah?

Pembangunan proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di kawasan Denpasar Raya, Bali, akhirnya resmi dimulai. Fasilitas ini dirancang untuk mengolah sampah dalam jumlah besar dan mengubahnya menjadi sumber listrik.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, yang akrab disapa Zulhas, menyatakan bahwa fasilitas Waste-to-Energy (WtE) ini diharapkan bisa menjadi jawaban atas masalah sampah yang selama ini sulit diatasi. Selain itu, proyek ini juga dinilai mampu mendukung ketahanan lingkungan dan energi di tingkat nasional. Secara keseluruhan, proyek-proyek serupa di Indonesia diproyeksikan bisa menangani sekitar 22 persen dari total persoalan sampah yang ada di tanah air.

"Selama ini sebagian besar sampah masih berakhir di tempat pemprosesan akhir (TPA). Melalui pembangunan PSEL, kita tidak hanya mengurangi beban sampah yang menumpuk, tetapi juga mengubahnya menjadi sumber energi yang bernilai ekonomi," kata Zulhas dalam keterangan resmi pada Senin, 13 Juli 2026.

Zulhas menambahkan, masa konstruksi PSEL Denpasar Raya diperkirakan memakan waktu sekitar 18 bulan. Targetnya, fasilitas ini sudah bisa mulai beroperasi pada akhir tahun 2027. Fasilitas yang bisa 'menyulap' sampah menjadi listrik ini memiliki kapasitas pengolahan sebesar 1.400 ton sampah setiap harinya.

Proyek ini tidak hanya dipandang sebagai solusi jangka panjang untuk pengelolaan sampah di wilayah Denpasar Raya. Lebih dari itu, pemerintah berharap PSEL Denpasar Raya bisa menjadi model atau contoh bagi pengembangan fasilitas serupa di berbagai daerah lain di Indonesia.

Dalam pembangunan proyek ini, PT SUCOFINDO (Persero) turut ambil bagian. Perusahaan pelat merah itu memegang peran strategis, terutama dalam tahap persiapan proyek. SUCOFINDO bertanggung jawab melaksanakan Waste Analysis & Characterization (WAC) dan Land Investigation. Dua kegiatan ini penting untuk memastikan kesiapan teknis proyek, khususnya terkait jumlah, kualitas, dan karakteristik sampah yang nantinya akan dijadikan bahan baku utama fasilitas PSEL.

Direktur Utama PT SUCOFINDO, Sandry Pasambuna, menjelaskan bahwa pada Program PSEL Batch 1, perusahaannya berkolaborasi dengan PT Danantara Investment Management (DIM). Kerja sama ini dilakukan untuk melaksanakan WAC di sejumlah wilayah aglomerasi prioritas, dan Bali menjadi salah satunya.

"Di Bali, kajian dilakukan di TPA Suwung yang melayani Kota Denpasar dan Kabupaten Badung sebagai sumber utama timbulan sampah yang menjadi basis perencanaan proyek PSEL," terang Sandry.

Ia melanjutkan, "Melalui kegiatan WAC, SUCOFINDO melakukan pengukuran timbulan sampah harian, analisis komposisi sampah, serta pengujian karakteristik sampah yang meliputi nilai kalor, kadar air, dan kadar abu. Seluruh pengujian dilakukan menggunakan metodologi dan standar yang diakui secara nasional maupun internasional untuk menghasilkan data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan."

Sandry juga menyampaikan bahwa SUCOFINDO kembali dipercaya untuk mengerjakan Waste Analysis & Characterization pada Program PSEL Batch 2. Kepercayaan yang berulang ini, menurutnya, menunjukkan betapa pentingnya data dan kajian teknis yang akurat dalam mendukung pengembangan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi.

"Melalui kompetensi yang kami miliki, SUCOFINDO terus menghadirkan layanan berbasis sains, teknologi, dan data guna memastikan kesiapan proyek-proyek strategis nasional. Kami meyakini bahwa pengelolaan sampah yang terintegrasi dan berbasis data akan menjadi fondasi penting dalam mewujudkan ekonomi sirkular serta mendukung target pembangunan berkelanjutan Indonesia," tambahnya.

Proyek PSEL Denpasar Raya ini merupakan salah satu dari serangkaian upaya pemerintah untuk mengurangi ketergantungan pada Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) dan sekaligus menciptakan sumber energi baru. Data yang dikumpulkan melalui WAC menjadi kunci agar proyek serupa di masa depan bisa berjalan lebih efektif dan efisien, dengan perencanaan yang matang berdasarkan karakteristik sampah di masing-masing daerah.

PSEL Denpasarsampah menjadi listrikWaste-to-EnergyZulkifli HasanSUCOFINDOWaste AnalysisTPA Suwung

Komentar

Memuat komentar...