Pengemudi Nekat Lintasi Jembatan Gantung di Cianjur Minta Maaf
Gambar atau konten salah?
Identitas pengemudi mobil yang nekat melintasi jembatan gantung di Desa Mekarwangi, Kecamatan Cikadu, Cianjur, akhirnya diketahui. Pelaku, yang diketahui bernama AG (48), adalah warga Kampung Wangunjaya, Desa Mekarwangi. Ia pun menyampaikan permintaan maaf atas tindakannya.
Kepala Desa Mekarwangi, Sandi Nurhakim, mengungkapkan bahwa setelah video aksi tersebut menyebar luas, pihak desa segera mencari tahu pemilik mobil hitam dengan nomor polisi F 1284 TC. Pada Senin, 13 Juli 2026, Sandi mengatakan, "Kami akhirnya dapat identitasnya. Sudah dihubungi juga pengemudinya."
Saat dikonfirmasi, AG mengaku nekat melintasi jembatan gantung karena ingin mempersingkat waktu perjalanan menuju pusat Kota Cianjur. "Kalau jalan memutar bisa dua jam, tapi lewat jembatan tersebut cuma butuh waktu satu jam. Jadi lewat situ," jelas Sandi menirukan pernyataan AG.
AG menyadari bahwa jembatan gantung itu seharusnya hanya digunakan oleh pejalan kaki dan pengendara sepeda motor. Ia mengakui kesalahannya. "Sudah sadar kesalahannya, menyeberangi sungai lewat jembatan gantung. Dan penumpangnya tidak turun. Sehingga sangat berbahaya dan dapat merusak jembatan. Yang bersangkutan sudah meminta maaf. Tapi akan membuat klarifikasi sekaligus permohonan maaf lagi melalui video," kata Sandi.
Pemerintah desa sebenarnya sudah memasang papan larangan bagi mobil untuk melintas di jembatan tersebut. Namun, papan itu dicopot oleh orang yang tidak bertanggung jawab. "Sudah ada plang larangan. Tapi tiba-tiba hilang. Nanti akan kami pasang lagi sekaligus edukasi warga," ujar Sandi.
Bupati Cianjur, dr. Muhammad Wahyu, menegaskan bahwa jembatan gantung tidak dirancang untuk dilalui mobil. Ia menyebut tindakan AG tidak hanya berbahaya, tetapi juga berpotensi merusak struktur jembatan. "Tentu tindakan itu dapat merugikan banyak pihak, jika jembatan jadi rusak. Karena bukan peruntukannya dilintasi mobil," kata Bupati Wahyu.
Pemerintah Kabupaten Cianjur berencana memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak mengulangi perbuatan serupa. Ke depannya, Pemkab juga mempertimbangkan untuk meningkatkan jembatan tersebut menjadi jembatan permanen. "Kita lihat dulu ketersediaan anggaran, kalau memungkinkan anggarannya akan kami jadikan jembatan permanen supaya bisa dilintasi mobil," jelas Bupati.
Sebelumnya, aksi berbahaya ini viral di media sosial. Dalam video yang beredar, terlihat sebuah minibus berwarna hitam dengan sekitar delapan penumpang melintasi jembatan gantung. Pengemudi dengan hati-hati memastikan ban mobil tetap berada di atas plat baja yang menjadi pijakan jembatan, agar tidak selip atau terperosok. Raut wajah tegang terlihat dari pengemudi dan penumpang saat mobil berada di ujung jembatan yang membentang di atas sungai. Lokasi jembatan berada di Kampung Batu Bodas, Desa Mekarwangi, Kecamatan Cikadu. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, juga turut mengomentari aksi tersebut.
Peristiwa ini menunjukkan bahwa meskipun ada rambu larangan, masih ada warga yang mengambil risiko demi menghemat waktu. Tindakan AG membahayakan dirinya, penumpang, dan juga warga sekitar yang menggunakan jembatan tersebut. Pemerintah desa dan kabupaten kini berupaya memperbaiki pengawasan dan mempertimbangkan pembangunan jembatan yang lebih layak.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Korban Penganiayaan Kekasih di Bandung Berangsur Pulih
8 Siswa Ditolak Sekolah di Tasikmalaya, Orang Tua Lapor KPAID
Prabowo Turun Tangan Tangani Kasus Eks Jampidsus
5.000 Kasus Perceraian di Garut, Mayoritas Gugatan Istri
Gunungan Sampah di Ciganitri, Warga Didera Bau Busuk
3 Pengeroyok Penjaga Perlintasan Kereta di Garut Buron
Berita Terbaru
Pengemudi Nekat Lintasi Jembatan Gantung di Cianjur Minta Maaf
Korban Penganiayaan Kekasih di Bandung Berangsur Pulih
Proyek Rp990 Juta di RSUD Cagar Budaya Pati Mangkrak
Prancis vs Spanyol: Duel Semifinal Piala Dunia 2026
Samsung Rilis Galaxy A27 RAM 6 GB, Harga Lebih Murah
Bobby Nasution Rotasi 8 Pejabat Eselon II Sumut
Pertamina Terima 45,9 Ribu Ton LPG dari AS
Appi Ambil Formulir, Siap Lawan IAS di Musda Golkar
Gempa 5,4 Guncang Buol, Warga Lari ke Gunung
8 Siswa Ditolak Sekolah di Tasikmalaya, Orang Tua Lapor KPAID
