Bulog Gandeng Perpadi Olah 2 Juta Ton Beras Jadi Premium

Guntur P. · 3 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Bulog Gandeng Perpadi Olah 2 Juta Ton Beras Jadi Premium

Gambar atau konten salah?

Sekitar 2 juta ton beras milik pemerintah akan diubah menjadi beras komersial. Perum Bulog bekerja sama dengan Persatuan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (Perpadi) untuk mengolah Cadangan Beras Pemerintah (CBP) ini. Nantinya, beras tersebut akan dijual sebagai beras premium dengan merek Beraskita Premium.

Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menjelaskan alasan di balik kerja sama ini. Kapasitas penggilingan milik Bulog sendiri tidak mencukupi untuk mengolah 2 juta ton beras. "Nah, karena kami dari Bulog paham betul bahwa Bulog sendiri juga tidak akan mampu untuk mengolah sebesar itu, dan oleh karena itu kami bersinergi dengan Perpadi dalam rangka mengolah cadangan beras pemerintah sejumlah 2 juta ton menjadi beras komersial, sesuai arahan dari Bapak Menteri Pertanian selaku Kepala Bapanas," ujar Rizal. Pernyataan ini disampaikan setelah Rapat Koordinasi dengan Perpadi di Kantor Bulog, Jakarta Selatan, pada Senin, 13 Juli 2026.

Rizal menambahkan, langkah menggandeng Perpadi ini juga merupakan persiapan. Jika nantinya usulan Beraskita Premium disetujui dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) oleh Kemenko Pangan, program tersebut bisa langsung berjalan. "Kami menunggu nanti kebijakan dari Rakortas. Nanti kalau di Rakortas sudah ada keputusannya, nah makanya kita curi start dalam arti kami langsung gandeng beliau Perpadi supaya lebih cepat nanti dilaksanakannya. Jadi nanti begitu diputuskan di Rakortas, kalau bisa seminggu kemudian langsung bisa operasional. Tidak baru setelah diputuskan Rakortas kami baru mau diskusi," kata Rizal.

Rizal menegaskan, Beraskita Premium tidak akan menggantikan beras premium yang sudah ada di pasaran. Tujuan dari program ini adalah untuk menstabilkan harga beras premium yang saat ini sedang naik. "Kami menunggu nanti kebijakan dari Rakortas," ujarnya. Ia berharap begitu keputusan diambil, program bisa berjalan dalam waktu seminggu.

Sebelumnya, Rizal mengungkapkan bahwa harga Beraskita Premium diusulkan sebesar Rp 14.900 per kilogram. Hal ini ia sampaikan setelah menghadiri Rapat Koordinasi Pembahasan Perkembangan Harga Komoditas Pangan di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta Pusat, pada Juni lalu.

Bulog membutuhkan bantuan Perpadi karena kapasitas penggilingan perusahaan milik negara itu tidak cukup untuk memproses 2 juta ton beras. Dengan menggandeng Perpadi, Bulog berharap proses pengolahan bisa berjalan lebih cepat. Langkah ini diambil sebagai antisipasi jika usulan Beraskita Premium sudah mendapat persetujuan dari Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) oleh Kemenko Pangan.

Rizal memastikan, Beraskita Premium tidak akan menggantikan beras premium yang sudah ada. Tujuan dari beras ini adalah untuk menstabilkan harga beras premium yang saat ini mengalami kenaikan dan lebih dikenal oleh masyarakat. "Kami menunggu nanti kebijakan dari Rakortas. Nanti kalau di Rakortas sudah ada keputusannya, nah makanya kita curi start dalam arti kami langsung gandeng beliau Perpadi supaya lebih cepat nanti dilaksanakannya. Jadi nanti begitu diputuskan di Rakortas, kalau bisa seminggu kemudian langsung bisa operasional. Tidak baru setelah diputuskan Rakortas kami baru mau diskusi," kata Rizal.

Sebelumnya, Rizal mengatakan bahwa harga Beraskita Premium diusulkan berada di level Rp 14.900 per kilogram. Hal ini dia ungkapkan usai menghadiri Rapat Koordinasi Pembahasan Perkembangan Harga Komoditas Pangan di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta Pusat, pada Juni lalu.

Dari total 2 juta ton beras cadangan pemerintah, sebagian besar akan diolah menjadi beras komersial. Bulog menggandeng Perpadi karena kapasitas penggilingan perusahaan tidak cukup untuk mengolah sebanyak itu. Langkah ini merupakan sinergi antara Bulog dan Perpadi untuk mengolah cadangan beras pemerintah menjadi beras komersial, sesuai arahan Menteri Pertanian selaku Kepala Bapanas.

Program Beraskita Premium ini diharapkan dapat membantu menstabilkan harga beras premium yang saat ini cenderung naik. Rizal memastikan bahwa beras ini tidak akan menggantikan beras premium yang sudah ada di pasaran. Tujuan utamanya adalah untuk memberikan alternatif yang lebih terjangkau bagi masyarakat.

Secara keseluruhan, langkah Bulog menggandeng Perpadi menunjukkan upaya pemerintah untuk mengelola cadangan beras secara lebih efektif. Dengan mengolah 2 juta ton beras cadangan menjadi beras komersial, diharapkan harga beras premium di pasaran bisa lebih stabil. Program Beraskita Premium ini masih menunggu keputusan dari Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) oleh Kemenko Pangan. Jika disetujui, Bulog dan Perpadi siap menjalankannya dalam waktu singkat.

BerasBulogPerpadiBeraskita PremiumCadangan Beras PemerintahRakortasHarga Beras

Komentar

Memuat komentar...