PSSI Incar Pemain Diaspora, Tapi Klub Asing Tak Wajib Lepas

Dani L. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
PSSI Incar Pemain Diaspora, Tapi Klub Asing Tak Wajib Lepas

Gambar atau konten salah?

PSSI terus bergerak untuk memperkuat Timnas Indonesia. Targetnya jelas: merebut trofi Piala AFF 2026. Federasi ingin membawa pemain-pemain diaspora yang bermain di luar negeri. Tapi ada satu hal yang ditegaskan—mereka tidak akan memaksa klub-klub asing untuk melepas pemainnya.

Ini menarik. Sebelumnya, PSSI sempat memberi sinyal bahwa skuad Garuda di ajang ini akan diisi mayoritas pemain dari liga lokal. Kenapa? Masalahnya klasik. Piala AFF tidak masuk kalender resmi FIFA. Artinya, jadwal turnamen sering bentrok dengan agenda klub-klub di Eropa atau Australia. Klub tidak wajib melepas pemainnya.

Dua nama sekarang jadi sorotan: Luke Vickery dan Mitchell Baker. Keduanya pemain berdarah Indonesia-Australia. Proses naturalisasi mereka sedang berjalan. Mereka diproyeksikan menambah daya gedor Timnas Indonesia di Piala AFF nanti.

Tapi dua orang saja tidak cukup. Manajemen Timnas masih mencari peluang memanggil pemain abroad lainnya. Level permainan tinggi dari liga top dunia dianggap kunci untuk mengakhiri puasa gelar Indonesia di Asia Tenggara.

Erick Thohir bicara soal ini di Yogyakarta, Rabu, 8 Juli 2026. "Nah, artinya semua pemain yang ada di Liga Indonesia pasti kami akan cari yang terbaik. Coach John (Herdman) lah yang memilih," katanya. "Untuk pemain dari Eropa memang (sulit) dengan kondisi bukan FIFA Matchday. Mereka tidak bisa bergabung."

Daftar panjang atau longlist berisi 50 pemain sudah disusun. Beberapa nama beken yang berkarier di luar negeri tercantum. Ada Justin Hubner (Fortuna Sittard), Mathew Baker (Melbourne City), Tim Geypens (FC Emmen), dan Mitchell Baker (Vermont Green FC).

Menariknya, Luke Vickery belum terlihat dalam daftar panjang itu. Sementara persiapan tim terus berjalan. Skuad Garuda sudah menjalani pemusatan latihan (TC) intensif di Bali sejak 5 Juli 2026. Semua ini untuk persiapan menuju panggung Asia Tenggara.

"Tetapi mungkin satu, dua pemain ya kalau memang diizinkan oleh klubnya, bisa saja," ucap Erick Thohir.

Jadi, PSSI punya daftar panjang pemain, tapi realitasnya tidak sederhana. Turnamen di luar kalender FIFA membuat klub-klub asing punya hak penuh menahan pemainnya. Timnas harus pintar-pintar menyiasati ini. Kombinasi pemain lokal dan diaspora yang bisa dilepas klubnya akan menjadi penentu. Tanpa itu, ambisi juara Piala AFF 2026 bisa kembali tertunda.

PSSITimnas IndonesiaPiala AFF 2026pemain diasporanaturalisasikalender FIFAErick Thohir

Komentar

Memuat komentar...