PU Renovasi Pura Mangkunegaran 22.000 m2, Rp 21 Miliar
Gambar atau konten salah?
Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum (PU) akan melakukan renovasi pada zona inti Pura Mangkunegaran di Surakarta. Proyek ini menelan anggaran Rp 21 miliar dan bertujuan melestarikan warisan sejarah Indonesia.
Plt. Direktur Jenderal Cipta Karya, Chandra R.P. Situmorang, menjelaskan bahwa pemugaran ini merupakan tindak lanjut langsung dari arahan Menteri PU, Dody Hanggodo, untuk bekerja sama dengan pihak Mangkunegaran. Fokus utama renovasi mencakup area seluas 22.000 meter persegi yang menjadi jantung istana.
Selama kunjungan ke Pendopo Mangkunegaran pada 16 Juni 2026, Chandra mengungkapkan, “Zona inti ini dimulai dari pendopo, pringgitan, dalem ageng, serta gedung-gedung fungsional di sekelilingnya. Namun perlu digaris bawahi, ini adalah bangunan heritage. Kita tidak bisa dan tidak akan merombaknya secara signifikan. Kita hanya melakukan refresh, perbaikan arsitektural, dan perkuatan struktur penyangga.”
Karena status Pura Mangkunegaran sebagai cagar budaya tingkat tinggi, proses pengerjaannya tidak sama dengan proyek gedung biasa. Chandra menegaskan bahwa PU menerapkan prinsip kehati-hatian tinggi dalam setiap tahap restorasi. Perencanaan matang telah dimulai sejak Maret 2026.
Proses perencanaan dan konstruksi akan melibatkan Tenaga Ahli Cagar Budaya (TACB) serta koordinasi intensif dengan bagian kerumahtanggaan Pura Mangkunegaran. “Kita sangat berhati-hati memetakan mana yang bisa disentuh dan mana yang tidak. Aspek cagar budayanya sangat kami kedepankan agar keberlanjutan heritage dan keaslian unsur budayanya tetap lestari. Ini bukan sekadar membangun, ini merawat sejarah,” ujarnya.
Hasil asesmen menunjukkan bahwa titik intervensi terbesar akan difokuskan pada area Pendopo Ageng. “Pengerjaan teknis di area ini akan menyasar pada perbaikan sebagian struktur atap, pengecekan dan perbaikan plafon, serta optimalisasi performa struktur bangunan,” ungkap Chandra.
Proyek pemugaran zona inti Mangkunegaran kini berada di tahap tender. PU menargetkan penandatanganan kontrak dengan penyedia jasa spesialis bangunan bersejarah pada minggu kedua bulan Juli 2026. “Perkiraan biaya yang akan kita keluarkan sekitar Rp 21 miliar. Kita berharap pada bulan Desember 2026 seluruh pengerjaan sudah selesai dan tuntas dilaksanakan,” tutupnya.
Selain itu, pemerintah telah menyelesaikan dukungan perbaikan bangunan cagar budaya di kawasan Keraton Kasunanan Surakarta. Langkah berkelanjutan ini diharapkan dapat menjaga bangunan bersejarah sebagai identitas dan kekayaan budaya bangsa.
Proyek ini menampilkan komitmen pemerintah dalam melestarikan warisan budaya melalui pendekatan konservasi yang hati-hati dan terencana, memastikan bahwa struktur bersejarah tetap utuh dan dapat dinikmati generasi mendatang.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
PU Renovasi Pura Mangkunegaran 22.000 m2, Rp 21 Miliar
Gubernur Bali Minta Klungkung Tambah Trip ke Nusa Penida
Polres Sergai Fasilitasi Keluarga Masitoh Pulang Jakarta
Gempa 6,7 di Palu, Sulawesi Tengah, kerusakan bangunan
Pasien Sulbar Dipindahkan ke Tenda Darurat Setelah Gempa 6.7
Monyet Liar Masuk Sukabumi, Dihandap dan Kembali ke Alam
Ibu 37 Tahun Di Stratford Menangani Kanker Ovarium LGSOC
Prabowo Pilih Pindad Maung sebagai Kendaraan Presiden
Anjing Hantu Amazon Terungkap: 15 Hewan per 100 km²