Puasa Qadha Tidak Bisa Gabung dengan Syawal, Ulama Sarankan Lain​

Vera T. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 45 dibaca
Bisik.id
Puasa Qadha Tidak Bisa Gabung dengan Syawal, Ulama Sarankan Lain​

Gambar atau konten salah?

Puasa Ramadan merupakan kewajiban bagi setiap umat Islam yang memenuhi syarat. Namun, bagi mereka yang tidak dapat menunaikan puasa pada bulan itu, seperti karena sakit atau sedang bepergian, diwajibkan mengganti puasa pada hari lain melalui puasa qadha. Dalam kondisi tertentu, kewajiban tersebut dapat diganti dengan fidyah, yaitu pembayaran makanan bagi yang tidak mampu menunaikan puasa.

Setelah berakhirnya Puasa Ramadan, umat Islam dianjurkan untuk melaksanakan puasa sunnah enam hari di bulan Syawal. Amalan ini dikenal sebagai puasa Syawal dan memiliki keutamaan yang sangat tinggi.

Banyak orang bertanya apakah puasa qadha dapat digabung dengan puasa Syawal agar lebih praktis.

Fakhrurazi Reno Sutan, Ketua Lembaga Pengkajian dan Penerapan Al Islam di Universitas Muhammadiyah Jakarta, memberikan penjelasan terkait hal tersebut.

Keutamaan puasa Syawal dijelaskan dalam hadits Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Imam Muslim: “Barang siapa yang berpuasa Ramadhan kemudian menyempurnakannya dengan enam hari di bulan Syawal, maka dia seperti berpuasa sepanjang tahun.”

Selain itu, puasa sunnah juga dianggap sebagai pelindung dari siksa api neraka. Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim disebutkan bahwa orang yang berpuasa di jalan Allah akan dijauhkan dari api neraka selama 70 tahun.

Berdasarkan referensi Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah dalam Fatwa Tarjih, menggabungkan dua ibadah yang memiliki hukum berbeda, yakni wajib dan sunnah, dalam satu amalan tidak dianjurkan.

Hingga kini, belum ditemukan dalil yang secara jelas membolehkan penggabungan antara puasa qadha Ramadan dengan puasa sunnah Syawal dalam satu niat.

Para ulama pada umumnya menyarankan agar puasa qadha didahulukan sebelum menjalankan puasa sunnah.

Hal ini dikarenakan puasa qadha bersifat wajib, sedangkan puasa Syawal termasuk sunnah muakkadah atau sangat dianjurkan.

Dengan demikian, memisahkan antara puasa wajib dan sunnah dinilai lebih sesuai dengan tuntunan ibadah.

Sebagai langkah yang lebih aman, umat Islam dianjurkan untuk menyelesaikan utang puasa Ramadan terlebih dahulu, kemudian melanjutkannya dengan puasa sunnah Syawal.

Dengan begitu, ibadah yang dijalankan menjadi lebih teratur dan maksimal.

Itulah penjelasan mengenai hukum menggabungkan puasa qadha dengan puasa Syawal.

Semoga informasi ini dapat menambah pemahaman dan menjadi panduan dalam menjalankan ibadah dengan lebih baik dan sesuai tuntunan.

Penggabungan antara puasa qadha dan puasa Syawal tidak didukung oleh dalil yang jelas, sehingga disarankan untuk menuntaskan puasa wajib terlebih dahulu sebelum melaksanakan puasa sunnah.

Puasa RamadanPuasa QadhaPuasa SyawalFidyahPenggabungan PuasaHadis NabiFatwa MajelisUlama

Komentar

Memuat komentar...