Puasa Tasu'a dan Asyura: Tradisi Bulan Muharram Suci Penting

Dwi H. · 4 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Puasa Tasu'a dan Asyura: Tradisi Bulan Muharram Suci Penting

Gambar atau konten salah?

Bulan Muharram menandai awal tahun Hijriah. Di kalangan umat Islam, bulan ini dianggap sebagai salah satu bulan suci yang dikuatkan dengan banyak amalan baik. Rasulullah SAW menekankan pentingnya memperbanyak amal saleh, khususnya puasa sunnah, selama periode ini.

Hadis yang sering dikutip menyatakan: أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ؛ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ، وَأَفْضَلُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ؛ صَلَاةُ اللَّيْلِ. Dalam terjemahannya, Nabi bersabda bahwa puasa paling utama setelah Ramadhan adalah puasa pada bulan Muharram, dan doa paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam. Hadis ini menegaskan bahwa seluruh hari di bulan Muharram layak menjadi ajang memperbanyak puasa sunnah.

Di antara puasa yang paling dianjurkan pada bulan ini adalah puasa Tasu'a pada tanggal 9 Muharram dan puasa Asyura pada tanggal 10 Muharram. Kedua puasa ini memiliki keistimewaan tersendiri, meski keduanya sering digabungkan dalam praktik sehari‑hari.

Puasa Asyura memiliki sejarah panjang sejak masa Nabi. Ia dianggap sebagai hari yang sangat dihormati oleh umat Islam. Sementara puasa Tasu'a, yang dilakukan sehari sebelum Asyura, diangkat sebagai cara menambah nilai ibadah dan sekaligus membedakan tradisi Islam dari kebiasaan Yahudi dan Nasrani yang juga menghormati hari Asyura.

Alasan di balik puasa Tasu'a dapat dilihat dari hadits riwayat Imam Muslim yang berbunyi: حِينَ صَامَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهُ يَوْمٌ تُعَظِّمُهُ الْيَهُودُ وَالنَّصَارَى فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَإِذَا كَانَ الْعَامُ الْمُقْبِلُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ صُمْنَا الْيَوْمَ التَّاسِعَ قَالَ فَلَمْ يَأْتِ الْعَامُ الْمُقْبِلُ حَتَّى تُوُفِّيَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. Hadis ini menegaskan bahwa Nabi berpuasa pada hari Asyura dan menyuruh sahabatnya untuk berpuasa pada hari ke sembilan, namun tak pernah terwujud karena beliau wafat.

Menurut Imam An‑Nawawi dalam Al‑Majmu’, puasa Tasu'a memiliki hikmah: ia menandai perbedaan umat Islam dengan tradisi agama lain. Dengan demikian, puasa ini menjadi simbol identitas dan kesadaran akan keunikan ibadah Islam.

Berikut bacaan niat yang disarankan bagi yang ingin berpuasa Tasu'a pada malam hari sebelum memulai puasa: نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ التَّاسُوعَاءِ لِلَّهِ تَعَالَى (Nawaitu shauma ghadin 'an adā'i sunnatit Tasū'ā'i lillāhi ta'ālā). Niat ini menegaskan bahwa puasa tersebut dilakukan untuk Allah SWT.

Jika seseorang berniat berpuasa Asyura, niatnya adalah: نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ عَاشُورَاءَ لِلَّهِ تَعَالَى (Nawaitu shauma ghadin 'an adā'i sunnati 'Āsyūrā'a lillāhi ta'ālā). Begitu pula, bagi yang baru berniat di siang hari, niat yang dapat dibaca adalah: نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا الْيَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ التَّاسُوعَاءِ أَوْ عَاشُورَاءَ لِلَّهِ تَعَالَى (Nawaitu shauma hādzal yaumi 'an adā'i sunnatit Tasū'ā'i awil 'Āsyūrā'i lillāhi ta'ālā).

Keutamaan puasa Asyura dijelaskan dalam hadis sahih riwayat Imam Muslim: وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ. Artinya, puasa pada hari Asyura dapat menghapus dosa setahun sebelumnya. Imam An‑Nawawi menafsirkan bahwa penghapusan tersebut berkaitan dengan dosa kecil; dosa besar tetap memerlukan taubat nasuha.

Hadis lain yang menyoroti pentingnya puasa Asyura berasal dari riwayat Imam Bukhari: عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ مَا رَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَحَرَّى صِيَامَ يَوْمٍ فَضَّلَهُ عَلَى غَيْرِهِ إِلَّا هَذَا الْيَوْمَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَهَذَا الشَّهْرَ يَعْنِي شَهْرَ رَمَضَانَ. Dalam terjemahannya, Nabi tidak pernah terlihat lebih tekun berpuasa pada hari selain Hari Asyura dan bulan Ramadhan. Hadis ini menegaskan bahwa puasa Asyura adalah salah satu puasa sunnah yang sangat dianjurkan.

Selain keutamaan spiritual, puasa Tasu'a dan Asyura juga memiliki nilai sosial. Banyak komunitas Muslim yang mengadakan acara bersama, berbagi makanan, dan mengingat sejarah perjuangan umat. Kegiatan ini mempererat tali persaudaraan dan menanamkan rasa kebersamaan.

Praktik puasa ini tidak memerlukan persiapan khusus selain niat. Namun, bagi yang belum pernah berpuasa di bulan Muharram, disarankan untuk memulai dengan puasa 9 atau 10 Muharram secara bertahap. Hal ini membantu tubuh menyesuaikan diri dengan pola puasa yang lebih lama dibandingkan puasa Ramadhan.

Dalam pelaksanaan puasa, terdapat beberapa hal yang perlu diingat: jangan melakukan aktivitas yang membatalkan puasa sebelum fajar, pastikan niat benar, dan lakukan puasa dengan penuh kesadaran. Ketaatan pada ketentuan ini akan memastikan puasa sah dan diterima oleh Allah SWT.

Berbagai ulama menegaskan bahwa puasa Tasu'a dan Asyura tidak hanya sekadar ibadah, tetapi juga sarana untuk menegakkan identitas umat Islam. Dengan memisahkan diri dari kebiasaan agama lain, umat dapat lebih fokus pada nilai-nilai kebaikan dan kesalehan yang diajarkan oleh Islam.

Di akhir bulan Muharram, banyak orang yang merenungkan makna puasa ini. Mereka melihatnya sebagai kesempatan untuk membersihkan hati, memperbaiki hubungan dengan Allah, dan memperkuat solidaritas di antara sesama muslim. Puasa Tasu'a dan Asyura menjadi momen refleksi yang mendalam, mengingatkan akan nilai pengampunan dan harapan baru di setiap tahun Hijriah.

Kesimpulannya, puasa Tasu'a pada tanggal 9 Muharram dan puasa Asyura pada tanggal 10 Muharram memiliki kedudukan penting dalam tradisi Islam. Hadis-hadis sahih menegaskan keutamaan dan tujuan spiritual dari kedua puasa tersebut. Melalui niat yang benar dan kesadaran akan nilai-nilai keagamaan, umat dapat menjalankan ibadah ini dengan khusyuk, memperkuat identitas mereka, dan menantikan tahun baru Hijriah dengan hati yang bersih dan penuh harapan.

Bulan Muharrampuasa Tasu'apuasa Asyuraamalan sunnahidentitas Islamtahun Hijriah

Komentar

Memuat komentar...