Purbaya Undang Duta Besar untuk Debottlenecking Channel

Yanto K. · 2 min baca · 22 hari lalu · 52 dibaca
Bisik.id
Purbaya Undang Duta Besar untuk Debottlenecking Channel

Gambar atau konten salah?

Di Jakarta, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengundang duta besar dari negara sahabat dan asosiasi bisnis internasional. Kegiatan ini bertujuan menegaskan komitmen Indonesia memperbaiki iklim investasi melalui Debottlenecking Satuan Tugas Percepatan Program Strategis Pemerintah (Satgas P2SP).

Menurut Purbaya, saluran aduan pengusaha di kanal Debottlenecking adalah cara menjaga kepercayaan investor. Dengan mendengarkan langsung masalah yang dihadapi pelaku usaha, regulasi dapat disesuaikan.

“Saya mendengarkan dari sektor swasta apa masalah mereka dan kami menyelesaikan masalah tersebut. Pada akhirnya kami juga akan memperbaiki regulasi sesuai dengan itu. Jadi menurut saya, itu adalah pendekatan yang lebih baik dan akan memberikan hasil yang lebih cepat karena kami menangani masalah nyata yang dihadapi oleh komunitas bisnis di negara kita,” kata Purbaya.

Dia mengumumkan acara International Seminar on Debottlenecking Channel yang berlangsung di kantor pusatnya di Jakarta Pusat pada 12 Mei 2026. Selama seminar, Purbaya menekankan pentingnya mekanisme aduan bagi investor.

Setiap minggu, Satgas P2SP menyelenggarakan sidang untuk menyelesaikan satu atau dua kasus yang dihadapi pengusaha. Purbaya optimis, jika terus dilakukan, iklim investasi di Indonesia akan lebih baik dalam satu tahun.

Sejak dibuka pada 16 Desember 2025, layanan Debottlenecking telah menerima 142 pengaduan. Dari jumlah tersebut, 83 pengaduan dibahas secara terbuka dan 45 diklaim telah diselesaikan.

“Dengan ini saya memastikan mekanisme yang efektif dan efisien untuk memfasilitasi kekhawatiran investor tentang perizinan dan proses yang lancar terkait kekhawatiran investor mengenai investasi dan bisnis mereka di Indonesia,” tutur Purbaya.

Menanggapi perkembangan positif, Purbaya mengajak investor global untuk berinvestasi di Indonesia. Ia berjanji akan menghilangkan semua hambatan yang ada.

“Jadi para duta besar, pengusaha yang menghadiri pertemuan ini, jika Anda menghadapi masalah dalam menjalankan bisnis Anda di negara ini, beri tahu kami. Kami akan memastikan bahwa kami akan menghilangkan hambatan tersebut sesegera mungkin. Mungkin dalam satu atau lebih proses, tetapi kami pasti akan menghilangkannya,” janji Purbaya.

Ia menambahkan, “Dengan ini saya mendorong semua investor dari seluruh dunia untuk berinvestasi dengan percaya diri di negara Indonesia yang menjanjikan ini.”

Purbaya menekankan pentingnya peran sektor swasta dalam mencapai pertumbuhan ekonomi tinggi. Belanja pemerintah hanya menyumbang 10% terhadap perekonomian, sementara 90% sisanya berasal dari sektor swasta.

“Tanpa partisipasi sektor swasta yang signifikan, hampir mustahil untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi di atas 6%, sementara kita tahu bahwa target kita adalah 8% pada tahun 2029. Oleh karena itu kami memahami bahwa kita perlu meningkatkan keterlibatan sektor swasta dalam perekonomian kita. Memiliki iklim bisnis yang lebih baik, kebijakan investasi yang kredibel, kerangka hukum yang kuat dan konsistensi penegakan hukum adalah kunci untuk meningkatkan keterlibatan sektor swasta dalam perekonomian kita,” jelas Purbaya.

Secara keseluruhan, langkah-langkah ini menunjukkan upaya Indonesia memperlancar proses bisnis dan menarik investasi asing. Dengan mekanisme aduan yang aktif dan regulasi yang responsif, diharapkan iklim investasi akan semakin menarik bagi para pelaku usaha global.

DebottleneckingSatgas P2SPMenteri Keuangan PurbayaInvestasi asingIklim investasiSektor swastaRegulasi

Komentar

Memuat komentar...