QRIS Antarnegara Indonesia-China Berjalan, Netzme Utama

Bambang W. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 69 dibaca
Bisik.id
QRIS Antarnegara Indonesia-China Berjalan, Netzme Utama

Gambar atau konten salah?

QRIS Antarnegara antara Indonesia dan China kini resmi berjalan. Langkah ini memperluas fungsi QRIS, yang sebelumnya hanya untuk pembayaran domestik, menjadi infrastruktur pembayaran lintas negara.

PT Netzme Kreasi Indonesia masuk dalam kategori Penyedia Jasa Pembayaran (PJP) kategori 1 yang ikut serta pada fase awal pelaksanaan QRIS Antarnegara. Perusahaan ini berperan sebagai issuer dan acquirer, sehingga dapat memfasilitasi transaksi dari kedua belah pihak.

Dengan integrasi ini, pengguna aplikasi pembayaran di Indonesia maupun China dapat melakukan transaksi digital secara langsung lewat pemindaian kode QR. Pengguna di Indonesia dapat membayar di merchant di negeri Tirai Bambu menggunakan aplikasi Netzme Pay. Sebaliknya, merchant di Indonesia yang terhubung dengan sistem QRIS Netzme dapat menerima pembayaran dari wisatawan China yang memakai aplikasi seperti Alipay dan UnionPay.

CEO PT Netzme Kreasi Indonesia, Vicky G. Saputra, menegaskan bahwa QRIS Antarnegara menjadi bagian penting dalam memperluas kesiapan UMKM Indonesia menghadapi transaksi global. “Sebagai PJP yang berperan di sisi issuer dan acquirer, Netzme dapat menghadirkan manfaat di dua sisi. Pengguna Indonesia dapat bertransaksi lebih mudah di Tiongkok melalui Netzme Pay, sementara merchant Indonesia dapat menerima pembayaran dari wisatawan Tiongkok melalui Toko Netzme dan QRIS Soundbox Netzme,” ungkap Vicky.

Implementasi tahap awal dimulai sejak 30 April 2026 dan menampilkan dua skenario transaksi. Pertama, pengguna aplikasi Netzme Pay dapat memindai kode QR di merchant China yang sudah mendukung skema QRIS Antarnegara. Kedua, merchant dan UMKM di Indonesia dapat menerima pembayaran dari wisatawan China menggunakan aplikasi pembayaran yang terhubung dengan sistem tersebut.

Pengembangan QRIS Antarnegara merupakan bagian dari kerja sama Bank Indonesia dengan People's Bank of China (PBoC). Tujuannya adalah membangun konektivitas pembayaran digital lintas negara yang lebih efisien dan inklusif.

Di dalam negeri, QRIS terus berkembang. Bank Indonesia mencatat jumlah akseptasi QRIS telah mencapai 44 juta merchant hingga triwulan I 2026, mayoritas berasal dari sektor UMKM. Sementara jumlah pengguna QRIS mencapai 61,7 juta orang.

Transaksi QRIS inbound, yaitu transaksi pengguna asing di Indonesia, tercatat mencapai 2,79 juta transaksi dengan nilai Rp713,59 miliar. Sedangkan transaksi outbound, yaitu transaksi pengguna Indonesia di luar negeri, mencapai 737.647 transaksi senilai Rp249,26 miliar.

Menurut Vicky, pertumbuhan tersebut menunjukkan bahwa QRIS kini telah berkembang menjadi infrastruktur utama pembayaran digital nasional. “Pertumbuhan QRIS menunjukkan bahwa pembayaran digital tidak lagi hanya menjadi fasilitas tambahan, tetapi infrastruktur utama bagi pelaku usaha. Fokus Netzme adalah memastikan inovasi seperti QRIS Antarnegara dapat benar-benar dipakai di lapangan oleh merchant, tidak berhenti sebagai teknologi,” ungkapnya.

Ke depan, implementasi QRIS Antarnegara Indonesia-China akan diperluas dalam agenda grand launching yang dijadwalkan berlangsung di Shanghai pada Juni 2026. Selain memperluas ekosistem pembayaran digital, peluncuran ini diharapkan membuka peluang baru bagi sektor pariwisata dan UMKM Indonesia, terutama dalam melayani wisatawan mancanegara dengan sistem pembayaran yang lebih praktis dan terintegrasi.

Dengan adanya QRIS Antarnegara, transaksi lintas negara menjadi lebih mudah bagi pengguna dan merchant. Sistem ini tidak hanya mempermudah pembayaran, tetapi juga memperkuat posisi UMKM Indonesia di pasar global.

QRIS AntarnegaraPT Netzme Kreasi IndonesiaPJPAlipayUnionPayUMKMBank IndonesiaPeople's Bank of China

Komentar

Memuat komentar...