Proyek Sekolah Rakyat Trenggalek Rampung Juli 2026

Dani L. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Proyek Sekolah Rakyat Trenggalek Rampung Juli 2026

Gambar atau konten salah?

Proyek pembangunan Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) di Trenggalek dipastikan rampung pada akhir Juli 2026. Setelah itu, para siswa akan dipindahkan ke lokasi baru begitu perlengkapan dan tenaga guru sudah lengkap.

Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Trenggalek, Habib Solehudin, mengungkapkan progres pembangunan saat ini sudah mencapai 88 persen. Semua konstruksi bangunan utama telah selesai. Tinggal penyelesaian kelengkapan saja yang tersisa.

"Target pembangunan selesai 30 Juli 2026. Selain bangunan gedung, peralatan kelengkapan seperti bangku dan kebutuhan untuk pembelajaran dan asrama juga akan dipenuhi," kata Habib pada Kamis, 09 Juli 2026.

Sekolah ini dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) di Kelurahan Ngantru, Kecamatan dan Kabupaten Trenggalek. Daya tampungnya mencapai 1.080 siswa, mulai dari jenjang SD hingga SMA.

Operasional sekolah rakyat permanen ini dipastikan akan berjalan pada tahun 2026. Namun, tanggal pasti pemindahan ke lokasi baru masih menunggu kesiapan sekolah, termasuk tambahan tenaga guru.

"Kami belum bisa memastikan tanggal pemindahannya, tapi tahun ini. Sebelum dipindah kan harus dipastikan seluruh sarana dan prasarananya lengkap. Untuk tenaga guru juga masih menunggu hasil rekrutmen dari Kemensos karena kalau mengandalkan yang ada ya kurang," jelasnya.

Kemungkinan besar, awal pembelajaran siswa baru akan mundur dibandingkan sekolah umum. Pasalnya, sekolah umum akan memulai tahun ajaran baru pada 13 Juli 2026. Sementara proyek SRT baru selesai pada 30 Juli 2026.

"Ya kita tunggu perkembangannya," imbuh Habib.

Dari hasil Sistem Pendaftaran Siswa Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027, SRT Trenggalek mendapat alokasi pagu sebanyak 270 siswa. Rinciannya, 90 siswa untuk jenjang SD, 90 siswa SMP, dan 90 siswa SMA.

"Realisasinya yang kami dapatkan untuk jenjang SD memperoleh 30 siswa, SMP 117 dan SMA 82 siswa. Untuk jumlah siswa baru SD masih kurang karena beberapa orang tua tidak tega jika anaknya kelas 1 harus tinggal di asrama," imbuhnya.

Kekurangan siswa SD akhirnya ditutupi dengan menambah daya tampung jenjang SMA menjadi 117 siswa. Penambahan ini disesuaikan dengan kuota bangku yang ada.

"Nantinya seluruh biaya pendidikan dan kelengkapannya ditanggung pemerintah melalui Kemensos. Semua juga tinggal di asrama," katanya.

Habib menjelaskan proses pendaftaran siswa dilakukan secara jemput bola oleh Kemensos, dinas sosial, dan pemerintah desa. Petugas menyisir keluarga yang masuk dalam desil 1 dan 2 di seluruh kecamatan di Trenggalek.

"Namun, kami tidak kaku, jika dalam asesmen di lapangan ditemukan anak dengan tingkat kemiskinannya ekstrem, maka bisa diusulkan untuk masuk SR," jelasnya.

Pihaknya berharap operasional SRT Trenggalek di lokasi permanen bisa berjalan lancar, sesuai harapan pemerintah.

Proyek ini menjadi salah satu upaya pemerintah daerah untuk menyediakan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Dengan sistem asrama dan biaya ditanggung negara, sekolah ini dirancang untuk menjangkau mereka yang selama ini sulit mengakses pendidikan formal.

Sekolah Rakyat TerpaduTrenggalekpembangunanpendidikanasramasiswaKemensos

Komentar

Memuat komentar...