Akhir Era Ronaldo: Air Mata dan Dukungan Sederhana
Gambar atau konten salah?
Portugal harus angkat kaki dari Piala Dunia setelah takluk 0-1 dari Spanyol. Kekalahan ini menjadi penutup pahit bagi perjalanan Cristiano Ronaldo di turnamen sepak bola paling bergengsi itu. Saat peluit panjang berbunyi, Ronaldo tak mampu menahan tangisnya. Kamera menyorot wajahnya yang tertunduk, air mata mengalir di pipi. Ini bukan sekadar kekalahan biasa. Ini adalah akhir dari satu era. Sang megabintang sudah memastikan bahwa Piala Dunia 2026 menjadi yang terakhir baginya.
Di tengah gelombang simpati dari penggemar, tunangan Ronaldo, Georgina Rodriguez, memberikan dukungan dengan caranya sendiri. Ia tidak menulis pesan panjang atau pidato emosional. Georgina memilih membagikan ulang unggahan dari Nike Football. Unggahan itu menampilkan siluet samping Ronaldo dengan tulisan "Legendanya Tetap Hidup". Pada kiriman tersebut, perempuan berusia 32 tahun itu hanya menambahkan satu emoji hati berwarna merah. Tidak lebih. Tidak kurang. Tindakan sederhana itu justru mendapat apresiasi luas dari warganet. Banyak yang menilai dukungan Georgina terasa tulus tanpa perlu berlebihan.
Sepanjang Piala Dunia 2026, Georgina memang setia mendampingi Ronaldo dan tim nasional Portugal. Ia beberapa kali terlihat di tribun bersama anak-anak mereka, menyaksikan pertandingan secara langsung. Beberapa waktu sebelumnya, Georgina juga sempat menjadi sorotan karena memberikan perlengkapan yoga kepada Antonella, istri Lionel Messi. Momen itu menunjukkan sisi lain dari hubungan antar keluarga pesepakbola—di luar rivalitas di lapangan.
Ronaldo sendiri sudah mengonfirmasi bahwa Piala Dunia 2026 adalah penampilan terakhirnya di ajang tersebut. Ia meninggalkan panggung internasional dengan sederet prestasi. "Aku pergi dengan hati nurani yang bersih karena aku telah meraih segalanya. Aku sudah memenangkan tiga gelar untuk Portugal, dan Portugal belum pernah memenangkan gelar apa pun sebelumku," ujarnya. Tiga gelar yang dimaksud adalah Piala Eropa 2016, Liga Negara UEFA 2019, dan satu trofi lainnya. Catatan itu menjadikan Ronaldo sebagai salah satu pemain paling sukses dalam sejarah sepak bola Portugal. Namun perjalanan di Piala Dunia selalu berakhir dengan kekecewaan. Tak pernah sekali pun ia membawa Portugal ke partai final. Kini, babak itu resmi ditutup. Tanpa trofi Piala Dunia, tapi dengan jejak yang tak terhapuskan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Gelombang Panas Belanda Tewaskan 900 Orang, Prancis Terbakar
Kuasa Hukum Sarwendah Bantah Tuduhan Eksploitasi Anak
Pelabuhan Roro Gunungsitoli Disiapkan Jadi Pusat Logistik Nias
Kerajaan Dukung Penuh Timnas Usai Kalah di Semifinal
Gempa M3,4 Guncang Pidie Jaya, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami
Sergai Bangun Mal Pelayanan Publik Rp6,2 Miliar Tahun Ini
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
