QRIS Tembus China, 3 Inovasi RI Mendunia
Gambar atau konten salah?
Indonesia tidak hanya menjadi pasar bagi teknologi global, tetapi juga mulai menjadi sumber inovasi yang diadopsi negara lain. Salah satu contoh paling nyata adalah sistem pembayaran digital Quick Response Code Indonesian Standard atau QRIS.
QRIS pertama kali diperkenalkan di Indonesia pada tahun 2019. Hingga pertengahan 2026, sistem ini telah digunakan oleh lebih dari 30 juta pedagang dan 45 juta pengguna aktif di seluruh Indonesia. Tidak hanya di dalam negeri, QRIS juga sudah bisa dipakai di beberapa negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, dan Thailand. Terbaru, sistem pembayaran ini sudah mulai beroperasi di China.
Namun, keberhasilan Indonesia tidak berhenti di situ. Ada tiga inovasi buatan anak bangsa yang berhasil mendunia. Berikut ini rinciannya:
- Sosrobahu — teknologi tiang jalan layang yang bisa berputar. Penemunya adalah Dr. Ir. Tjokorda Raka Sukawati. Teknologi ini sudah diadopsi oleh Filipina, Malaysia, Thailand, dan Singapura. Bahkan, insinyur dari Jepang dan Amerika Serikat pernah datang langsung ke Indonesia untuk mempelajari metode ini. Secara sederhana, sosrobahu adalah teknik konstruksi untuk membangun jalan layang tanpa menghentikan lalu lintas di bawahnya. Lengan beton seberat ribuan ton dicor sejajar dengan jalan yang sudah ada. Setelah kering, lengan tersebut diputar 90 derajat hingga melintang tegak lurus. Proses ini membuat jalan di bawah tetap bisa dilalui selama pembangunan — sangat cocok untuk kota-kota padat.
- Super App — kehadiran Gojek oleh Nadiem Makarim dan timnya mengubah cara kerja aplikasi on-demand. Dalam satu aplikasi tunggal, pengguna bisa memesan makanan, mengirim barang, melakukan pembayaran digital, dan banyak lagi. Konsep super app ini kemudian ditiru oleh raksasa teknologi global di Asia Tenggara, Amerika Serikat, bahkan Eropa. Gojek menjadi platform percontohan dunia.
- Komponen dasar 4G — Dr. Khoirul Anwar menemukan konsep Fast Fourier Modulation (FFT) yang kemudian dipatenkan. Inovasi ini memecahkan masalah penurunan sinyal pada frekuensi tinggi akibat penghalang fisik. Menariknya, FFT kini telah diadopsi oleh seluruh industri telekomunikasi global dan menjadi standar wajib dalam teknologi broadband 4G LTE.
Ketiga inovasi ini menunjukkan bahwa Indonesia tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menciptakan solusi yang diakui dan digunakan di berbagai negara. Dari sistem pembayaran, konstruksi jalan, aplikasi digital, hingga teknologi telekomunikasi — semuanya lahir dari pemikiran dan kerja keras anak bangsa.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Negosiator Ransomware Berkhianat, Bantu Peretas Raup Rp1,1 Triliun
Saturnus Kini Punya 285 Bulan, Bukan karena Bertambah
Musk Vs Altman: Gugatan Apple Picu Perang Sindir
Telkomsat dan UNIVITY Jajaki Satelit VLEO
Prancis Juara Kecepatan Internet di Antara 4 Semifinalis Piala Dunia
Turki Gantikan Iran, Ancaman Baru bagi Israel
Berita Terbaru
QRIS Tembus China, 3 Inovasi RI Mendunia
Kebakaran Hutan Ogan Ilir Hanguskan 15 Hektare
Kemendikdasmen Rilis Video Klip Baru Jingle MPLS
Disperindag Jatim Perketat Pengawasan Cimory Pasca Vonis
Tuchel Izinkan Pemain Bercinta, Dilarang Saat Hari Pertandingan
Cara Benar Starter Mobil Keyless, Jangan Langsung Injak Rem
Negosiator Ransomware Berkhianat, Bantu Peretas Raup Rp1,1 Triliun