QRIS vs E-Wallet vs Transfer: Mana Paling Untung?

Sinta R. · 3 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
QRIS vs E-Wallet vs Transfer: Mana Paling Untung?

Gambar atau konten salah?

Jakarta – Banyak pemilik usaha kecil yang merasa bingung ketika ingin mulai menerima pembayaran non-tunai. Pertanyaan yang sering muncul: mana yang lebih baik, QRIS, dompet digital (e-wallet), atau transfer bank? Ketiganya sama-sama populer, tapi punya kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Transformasi digital bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar bisa bertahan dan bersaing. Salah satu langkah paling penting adalah menyediakan opsi pembayaran digital. Metode ini bisa meningkatkan efisiensi, memperluas jangkauan pelanggan, dan membuat transaksi harian lebih aman.

Supaya tidak salah pilih, mari kita bandingkan ketiga metode tersebut dari lima aspek yang paling terasa dalam operasional sehari-hari usaha kecil.

1. Kemudahan dan Biaya untuk Memulai

Transfer bank adalah metode yang paling mudah disiapkan. Cukup punya rekening usaha, tidak perlu mendaftar layanan baru. Masalahnya, pelanggan harus mengetik nomor rekening dan nominal secara manual setiap kali mau bayar. Ini merepotkan.

E-wallet mengharuskan pemilik usaha mendaftar sebagai merchant di setiap aplikasi. Prosesnya bisa berbeda-beda antar aplikasi, dan ini bisa memakan waktu.

QRIS berbeda. Cukup daftar sekali, dapatkan satu kode QR yang bisa menerima banyak metode pembayaran. Cetak kode QR tersebut, tempel di meja kasir, dan toko siap menerima pembayaran. Sangat praktis.

2. Kemudahan Proses Transaksi

Proses transaksi di ketiga metode ini cukup berbeda. Transfer bank cenderung paling lambat. Pelanggan harus mengetik nomor rekening dan nominal, lalu pemilik usaha perlu mengecek mutasi atau notifikasi untuk memastikan dana benar-benar masuk. Ini memakan waktu dan rawan kesalahan.

E-wallet secara umum memiliki tahapan yang kurang lebih sama dengan transfer bank. Pelanggan membuka aplikasi, memilih metode bayar, dan memasukkan nominal.

QRIS adalah metode pembayaran yang lebih cepat. Pelanggan cukup membuka aplikasi bank atau e-wallet, memindai satu kode QR, dan pembayaran akan terkonfirmasi seketika. Tidak perlu mengetik apa pun.

3. Biaya per Transaksi

Transfer bank umumnya tidak membebankan biaya kepada pemilik usaha sebagai penerima. Namun, penjual diharuskan membayar biaya admin bulanan yang besarannya berbeda di setiap bank. Lebih dari itu, konsumen juga menanggung biaya admin transfer jika transfer dari bank yang berbeda.

Bank Indonesia (BI) menerapkan biaya layanan QRIS (MDR), dan melarang pengguna untuk membebankannya kepada pembeli. Namun, jumlahnya relatif kecil. Bahkan, beberapa penyedia QRIS memberikan keringanan khusus untuk UMKM. Contohnya, QRIS GoPay Merchant memberikan potongan transaksi QRIS (MDR) 0% khusus untuk usaha mikro pada transaksi di bawah Rp 500.000 sesuai regulasi BI, serta gratis pencairan dana ke bank mana pun.

4. Pencatatan dan Rekap Keuangan

Pencatatan dan rekap keuangan ketika menggunakan transfer bank sedikit merepotkan. Pemilik usaha harus mencocokkan mutasi satu per satu untuk tahu pembayaran mana milik siapa. Pekerjaan ini memakan waktu dan rawan keliru.

Begitu juga dengan transaksi e-wallet. Pemilik usaha harus mengecek beberapa aplikasi e-wallet untuk rekap keuangan. Ini bisa membingungkan dan memakan waktu.

QRIS adalah yang paling mudah dan rapi. Pembayaran dari aplikasi mana pun masuk ke dalam satu aplikasi. Jadi, arus kas lebih mudah dipantau dan laporan keuangan lebih cepat disusun. Salah satu aplikasi penyedia QRIS adalah GoPay Merchant. Cukup dengan daftar dan buat QRIS, seluruh transaksi akan terkumpul dalam satu dasbor yang bisa dipantau langsung dari ponsel. Tidak perlu membuka aplikasi satu per satu hanya untuk mencocokkan pemasukan harian.

5. Jangkauan Pelanggan

Transfer bank bisa diakses dari bank mana saja, tetapi prosesnya merepotkan sehingga sebagian pelanggan malas melakukannya.

E-wallet hanya menjangkau pengguna aplikasi yang diterima. Jadi, apabila toko hanya menerima satu aplikasi, calon pembeli dengan aplikasi lain akan kesulitan.

QRIS unggul di sisi ini. Satu kode QR bisa menerima pembayaran dari hampir semua e-wallet sekaligus mobile banking. Penjual tidak perlu menyiapkan banyak kode atau menolak pelanggan hanya karena beda aplikasi. Peluang pasar terbuka paling lebar.

Ketiganya punya tempatnya masing-masing. Transfer bank cocok sebagai pelengkap untuk transaksi besar. E-wallet andal untuk basis pelanggan tertentu. Namun, untuk UMKM yang ingin transaksi cepat, jangkauan luas, dan pembukuan rapi sekaligus, QRIS adalah jawabannya. QRIS pada dasarnya menyatukan kelebihan e-wallet dan transfer bank dalam satu kode.

Bagi yang mencari satu solusi ringkas untuk semua kebutuhan itu, bisa mulai menerima pembayaran lewat QRIS GoPay Merchant hari ini. Satu kode QR bisa bekerja untuk seluruh pelanggan.

QRISdompet digitaltransfer bankUMKMpembayaran non-tunaibiaya transaksiGoPay Merchant

Komentar

Memuat komentar...