Ratusan Ribu Buruh Pesta 1 Mei di Monas, Tuntutan Dipenuhi

Sigit W. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 123 dibaca
Bisik.id
Ratusan Ribu Buruh Pesta 1 Mei di Monas, Tuntutan Dipenuhi

Gambar atau konten salah?

Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Jumhur Hidayat mengumumkan bahwa peringatan Hari Buruh atau May Day tahun ini akan diikuti oleh ratusan ribu buruh dari berbagai daerah. Sekitar tiga ratus ribu pekerja diperkirakan akan berkumpul di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat. Hari Buruh diperingati setiap tanggal 1 Mei, dan di Indonesia biasanya menjadi ajang para pekerja mengekspresikan aspirasi mereka.

Aksi ini merupakan reaksi atas beberapa tuntutan buruh yang mulai dipenuhi pemerintah. Di antaranya, rencana ratifikasi Konvensi ILO 188 tentang perlindungan nelayan, dorongan pengesahan Undang‑Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT), serta pengetatan aturan outsourcing. Tuntutan ini datang setelah serangkaian perundingan antara serikat pekerja dan pemerintah.

“1 Mei ada hampir 300 ribu kaum buruh ya akan bersama-sama kita apel di Monas, merespons Alhamdulillah karena beberapa harapan kaum buruh itu diterima oleh negara, dalam hal ini adalah oleh pemerintah, misalnya ada ratifikasi konvensi 188 ILO tentang perlindungan nelayan, tentang undang‑undang PPRT, mungkin outsourcing yang agak diperketat sekali ya tidak sembarangan seperti sekarang,” ujar Jumhur di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (27 April 2026).

Selain itu, buruh juga menuntut agar Undang‑Undang Ketenagakerjaan dibahas lebih adil bagi semua pihak. Jumhur menilai langkah-langkah tersebut sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan pekerja. Kebijakan ini diharapkan memperkuat perlindungan bagi pekerja informal.

Di kesempatan itu, ia mengumumkan rencana turun langsung dalam aksi tersebut. Jumhur akan memimpin rombongan buruh dari Jakarta yang akan menuju Monas menggunakan sepeda motor. Ia juga menyebutkan bahwa Presiden Prabowo Subianto direncanakan akan turut hadir. Rencana turun langsung menunjukkan komitmen Jumhur untuk berada di garis depan.

“Saya sendiri rencana itu hari libur ya, kalaupun saya benar dilantik (jadi Menteri), ini hari libur saya akan naik motor memimpin yang dari Jakarta ya sekitar 40 ribu naik motor, kita akan ke Monas sama-sama bergabung dengan teman‑teman dari Jabodetabek yang naik bus,” sebut Jumhur. Jumhur menekankan bahwa jumlah 40 ribu motor di Jakarta menunjukkan mobilitas besar.

Pemerintah juga disebut tengah menyiapkan pembentukan satuan tugas (satgas) mitigasi pemutusan hubungan kerja (PHK) melalui Keputusan Presiden. Satgas tersebut diharapkan dapat mengantisipasi gelombang PHK serta menjaga stabilitas dan kesejahteraan buruh. Satgas PHK akan memantau dan membantu pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja.

“Kemarin sih teman‑teman dari Kesejahteraan Buruh, kita yang mengusulkan yang paling utama Satgas PHK, dan insyaallah itu juga rencananya Bapak Presiden akan membuat Keppres tentang Satgas Mitigasi PHK. Jadi, gimana caranya intervensi apa yang bisa dilakukan oleh semua, terutama oleh pemerintah dalam rangka mitigasi PHK dan Kesejahteraan Buruh,” tutup Jumhur. Keputusan Presiden diharapkan dapat menstabilkan pasar tenaga kerja.

Peristiwa ini menegaskan hubungan kerja sama antara serikat dan pemerintah, serta menandai upaya bersama untuk memperkuat hak kerja dan menanggapi tantangan ekonomi yang terus berkembang di Indonesia.

Hari BuruhMay DayKSPSIILO 188PPRTPHKSatgasMonas

Komentar

Memuat komentar...