Rumah Dooralong Tak Terjual Karena Bangun Struktur Kotoran

Ani R. · 2 min baca · 1 hari lalu · 6 dibaca
Bisik.id
Rumah Dooralong Tak Terjual Karena Bangun Struktur Kotoran

Gambar atau konten salah?

Pada 05 Juni 2026, pemilik rumah di Dooralong, New South Wales, Australia, Megan Perry, mengaku hidupnya berubah menjadi mimpi buruk setelah dua bersaudara tetangga membeli lahan di sekitarnya.

Menurut Perry, setelah lahan tersebut berpindah tangan, tetangga mulai membangun apa yang ia sebut “tombol kotoran” setinggi 10 kaki atau hampir 3 meter di sekitar pagar rumahnya. “Tumpukan yang sangat banyak,” ujar Perry, seperti yang dilaporkan oleh New York Post.

Struktur tersebut tidak hanya menghalangi ruang terbuka, tetapi juga menambah gangguan lain. Lalu lintas kendaraan menjadi mondar-mandir, kebisingan meningkat, dan tetangga menambah tanggul tanah yang tercampur bahan kotoran ternak. Akibatnya, air kolam tidak dapat digunakan, debu menutupi dinding, dan air keran berubah keruh.

Nilai properti yang sebelumnya diperkirakan sekitar US$ 625.000 atau setara Rp 11 milyaran kini dianggap tidak dapat dijual. “Rumah kami sudah dianggap tidak bisa dijual,” kata Perry. Agen properti melaporkan bahwa rumah tersebut menjadi sulit dipasarkan karena faktor psikologis dan lingkungan yang ekstrem.

Perselisihan ini telah berujung pada beberapa langkah hukum. Di antaranya penerbitan perintah perlindungan sementara dan pemeriksaan oleh pihak berwenang setempat. Meskipun ada perintah untuk membongkar struktur, pelaksanaannya tertunda karena proses perizinan yang masih berlangsung.

Perry juga mengungkapkan tekanan psikologis yang berat. “Begitu saya mendengar suara mesin, jantung saya langsung berdebar dan saya tidak bisa tidur,” ujarnya. Ia menyebut mengalami gangguan stres akibat kondisi lingkungan yang terus memburuk.

Hingga kini, meski berbagai upaya hukum telah ditempuh, kondisi di sekitar rumahnya belum berubah signifikan. Pelaku tetap menahan struktur “tombol kotoran” tersebut, sementara pemilik rumah menunggu keputusan akhir dari pengadilan.

Kasus ini menyoroti bagaimana tindakan tetangga dapat merusak nilai properti dan kesejahteraan pemilik rumah. Dampak lingkungan yang tidak sehat dan kebisingan terus memengaruhi kualitas hidup, sekaligus menurunkan daya jual properti di pasar.

Megan PerryDooralongTombol KotoranNilai PropertiLingkunganKesehatanTuntutan Hukum

Komentar

Memuat komentar...