Rupiah Tertekan, Dolar Naik, BI Terapkan Threshold Valas

Ika P. · 2 min baca · 1 jam lalu · 32 dibaca
Bisik.id
Rupiah Tertekan, Dolar Naik, BI Terapkan Threshold Valas

Gambar atau konten salah?

Nilai tukar dolar Amerika Serikat semakin menguat terhadap rupiah. Pada pagi hari Kamis, 04 Juni 2026, data Investing menunjukkan dolar AS naik 49,4 basis poin atau 0,28 % menjadi Rp 18.015. Selama hari, kurs tersebut berfluktuasi antara Rp 17.937 dan Rp 18.024.

Google Finance mencatat dolar AS sempat mencapai Rp 18.010 pada pukul 23:23 UTC (06:23 WIB) dan turun ke Rp 17.971 pada pukul 00:15 UTC (07:15 WIB). Sementara Bloomberg melaporkan nilai tukar menguat hingga 0,71 % secara harian, dengan level terakhir Rp 17.966.

Bank Indonesia (BI) telah menanggapi melemahnya rupiah. Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menyatakan bahwa pihaknya akan terus mencermati perkembangan pasar keuangan global dan domestik. Ia menambahkan bahwa BI hadir di pasar dengan mengambil langkah‑langkah yang diperlukan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan memperkuat ketahanan eksternal.

“BI terus berada di pasar dengan mengoptimalkan seluruh instrumen kebijakan yang dimiliki untuk memastikan mekanisme pasar berjalan dengan baik dan menjaga kecukupan likuiditas valas guna turut mendukung stabilitas pasar keuangan,” kata Denny dalam keterangan tertulis, Rabu, 03 Juni 2026.

Mulai 02 Juni 2026, BI memberlakukan ketentuan threshold tunai beli valas terhadap rupiah tanpa underlying menjadi US$ 25.000 per pelaku per bulan. Kebijakan ini bertujuan mengendalikan arus masuk dan keluar valas yang tidak terikat pada transaksi underlying.

BI juga mendorong penggunaan mata uang lokal dalam kerja sama bilateral melalui skema Local Currency Transaction (LCT). Skema ini dimaksudkan untuk mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS dan memitigasi risiko volatilitas nilai tukar. Kerja sama LCT telah terjalin dengan Tiongkok, Jepang, Malaysia, Thailand, Korea Selatan, dan Uni Emirat Arab.

Dengan langkah‑langkah tersebut, BI berharap dapat menstabilkan nilai tukar rupiah di tengah tekanan pasar global. Kebijakan threshold dan promosi LCT menunjukkan upaya berkelanjutan untuk menjaga likuiditas valas dan mengurangi eksposur terhadap fluktuasi dolar.

nilai tukar rupiahdolar ASBank Indonesiathreshold beli valasLocal Currency Transactionlikuiditas valasvolatilitas nilai tukar

Komentar

Memuat komentar...