BSI Gandeng BPJSTK, Buka Akses Rumah bagi Pekerja

Endah K. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
BSI Gandeng BPJSTK, Buka Akses Rumah bagi Pekerja

Gambar atau konten salah?

PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) kini membuka akses lebih luas bagi pekerja untuk memiliki rumah. Lewat kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan, bank ini menyediakan pembiayaan perumahan syariah yang inklusif dan kompetitif. Targetnya adalah jutaan pekerja Penerima Upah (PU).

Peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan bisa memanfaatkan fasilitas BSI Griya. Produk ini menawarkan angsuran tetap hingga akhir masa pembiayaan. Tenornya fleksibel, bisa sampai 30 tahun. Tujuannya menjaga stabilitas arus kas bulanan nasabah.

Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, mengatakan kolaborasi ini bagian dari dukungan terhadap program pemerintah. Program itu bertujuan mengatasi backlog perumahan nasional dan memacu pertumbuhan ekonomi. "Sektor perumahan memiliki multiplier effect yang sangat besar terhadap berbagai industri turunan di Indonesia," ujar Anggoro dalam keterangan tertulis, Jumat 10 Juli 2026.

Menurut Anggoro, melalui kemitraan strategis dengan BPJS Ketenagakerjaan, BSI memberikan solusi nyata bagi pekerja. Solusi itu berupa hunian layak dengan prinsip syariah yang adil. Ia menambahkan, inovasi BSI Griya dirancang untuk menjawab kebutuhan generasi muda. Saat ini, generasi muda mendominasi portofolio pembiayaan rumah di BSI.

Dengan prinsip syariah, angsuran pembiayaan tetap. Perencanaan keuangan keluarga pekerja pun menjadi lebih terukur. BSI juga menunjukkan kinerja bisnis yang solid dalam menyalurkan pembiayaan perumahan. Hingga Mei 2026, portofolio BSI Griya mencapai Rp60,80 triliun. Angka ini terus menunjukkan tren pertumbuhan positif yang konsisten.

Secara keseluruhan, fundamental keuangan BSI hingga Mei 2026 dalam kondisi prima. Perseroan membukukan laba bersih Rp3,39 triliun. Angka ini tumbuh signifikan 16,73% secara tahunan (year-on-year). Akselerasi ini ditopang penyaluran pembiayaan yang mencapai Rp335 triliun. Itu melonjak 14,60% year on year. Segmen konsumer menjadi motor penggerak utama.

Di tengah ekspansi yang masif, BSI konsisten menjaga kualitas aset. Rasio Non-Performing Financing (NPF) Gross ditekan membaik ke level 1,80% per Mei 2026. Pada periode yang sama tahun lalu, rasionya sebesar 1,88%. Melalui penguatan sinergi lintas institusi dan kinerja keuangan yang tangguh, BSI optimistis terus memperluas inklusi keuangan syariah. Bank ini ingin menjadi pilar utama kesejahteraan sosial dan ekonomi masyarakat Indonesia.

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Saiful Hidayat, mengatakan kehadiran BSI sebagai bank penyalur Manfaat Layanan Tambahan (MLT) akan memperluas akses. Ini juga menambah alternatif pembiayaan perumahan dengan skema syariah. Peserta BPJS Ketenagakerjaan bisa memanfaatkannya. Saiful berharap kerja sama ini memudahkan akses memiliki rumah sebagai aset jangka panjang. Rumah juga menjadi bekal mempersiapkan kehidupan yang lebih sejahtera di hari tua.

Dengan kebutuhan dasar terpenuhi, pekerja diharapkan bisa bekerja lebih tenang dan produktif. Mereka juga bisa membangun masa depan keluarga yang lebih baik. "Kolaborasi ini akan terus kami dorong untuk berkembang lebih lanjut, tidak hanya pada Manfaat Layanan Tambahan (MLT) perumahan, tetapi juga untuk memberdayakan para penerima manfaat atau ahli waris peserta BPJS Ketenagakerjaan," pungkas Saiful.

Kolaborasi ini menunjukkan bagaimana dua institusi besar, BSI dan BPJS Ketenagakerjaan, berupaya menjawab kebutuhan perumahan pekerja. Dengan skema syariah dan angsuran tetap, pekerja punya opsi pembiayaan yang lebih terprediksi. Pertumbuhan portofolio BSI Griya yang menembus Rp60,80 triliun menjadi bukti bahwa produk ini diminati. Kinerja keuangan BSI yang solid, dengan laba bersih naik 16,73%, juga memperkuat posisi bank ini sebagai penyalur pembiayaan perumahan syariah.

BSI GriyaBPJS Ketenagakerjaanpembiayaan syariahperumahan pekerjaangsuran tetapinklusi keuanganbacklog perumahan

Komentar

Memuat komentar...