Menkeu: Kelola Kas Negara Bisa Dorong Ekonomi
Gambar atau konten salah?
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa pengelolaan kas negara kini menjadi alat penting bagi pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Hal ini melengkapi peran belanja negara yang selama ini diandalkan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Dalam sebuah kuliah umum di Politeknik Keuangan Negara STAN, Tangerang Selatan, pada Jumat, 10 Juli 2026, Purbaya menjelaskan bahwa belanja pemerintah hanya menyumbang sekitar 7 hingga 10 persen dari total aktivitas ekonomi nasional. Sisanya, sekitar 90 persen, berasal dari sektor swasta. Karena itu, pemerintah mengembangkan pendekatan baru dengan mengoptimalkan pengelolaan kas negara agar bisa menggerakkan sebagian besar perekonomian tersebut.
"Saya perhatikan bahwa manajemen cash, manajemen uang pemerintah bisa mempengaruhi ekonomi Indonesia secara signifikan. Itu bisa menghidupkan yang 90% ekonomi selain belanja langsung yang 7-10%," ujar Purbaya, seperti dikutip dari keterangan tertulis Kementerian Keuangan.
Kebijakan ini dijalankan dengan cara memindahkan dana pemerintah yang sebelumnya disimpan di Bank Indonesia ke sistem perbankan. Dana tersebut kemudian dikelola agar masuk ke perbankan, sehingga memperkuat likuiditas perbankan nasional. Purbaya menjelaskan, langkah ini juga meningkatkan base money atau uang primer, yang mendukung transmisi kebijakan moneter tanpa mengganggu independensi Bank Indonesia.
Penempatan dana negara di perbankan dilakukan terutama saat aktivitas ekonomi melambat pada Mei dan Juni tahun ini. Dengan meningkatnya likuiditas, diharapkan perbankan memiliki ruang lebih luas untuk menyalurkan kredit. Hal ini pada gilirannya bisa menggerakkan aktivitas ekonomi dan menopang pertumbuhan.
"Jadi saya taruh di perbankan Rp 400 triliun, itu akan memperkuat kondisi likuiditas perbankan sehingga mereka bisa memberikan kredit dan ekonominya bisa tumbuh lagi," jelas Purbaya.
Ke depan, pemerintah tidak hanya mengandalkan belanja negara untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Manajemen kas yang lebih baik juga akan dioptimalkan agar likuiditas di sistem keuangan tetap terjaga dan aktivitas ekonomi terus bergerak. "Jadi fiskal kedepan bukan hanya belanja pemerintah aja. Anda nanti bisa mempengaruhi ekonomi secara langsung dengan cash management yang lebih baik," tutur Purbaya.
Langkah ini menunjukkan pergeseran strategi fiskal. Alih-alih hanya mengandalkan pengeluaran langsung, pemerintah mulai memanfaatkan dana yang mengendap untuk memperkuat sektor perbankan. Dengan begitu, efeknya bisa menjangkau lebih banyak pelaku ekonomi di luar pemerintah.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Menkeu: Kelola Kas Negara Bisa Dorong Ekonomi
Kebakaran Ilalang 2 Hektare di Klungkung, Damkar Kewalahan
Logo HUT ke-81 RI Resmi Diluncurkan
192 Siswa Sekolah Rakyat Kediri Mulai MPLS 14 Juli
Balongsong: Rumah Arwah Sementara Orang Minahasa
Prancis Kalahkan Maroko 2-0, Mbappe Cedera
Komdigi: Pita 7 GHz Jadi Kandidat 6G, tapi Ada Dilema