Saham RANS Melesat 34% di Hari Perdana IPO

Maya K. · 3 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Saham RANS Melesat 34% di Hari Perdana IPO

Gambar atau konten salah?

PT RANS Entertainment Indonesia Tbk (RANS) resmi mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat, 10 Juli 2026. Perusahaan milik Raffi Ahmad dan Nagita Slavina ini menjadi perusahaan ketujuh yang melakukan penawaran umum perdana atau IPO di tahun 2026. Proses ini tidak hanya dihadiri oleh para pemilik perusahaan, tetapi juga sejumlah konglomerat dan artis ternama.

Dari kalangan pengusaha besar, hadir langsung Andi Syamsuddin Arsyad yang akrab disapa Haji Isam, Garibaldi (Boy) Thohir, Axton Salim, Anindya Novyan Bakrie, hingga Sutanto Hartono. Sementara itu, dari dunia hiburan, terlihat Nazril Irham atau Ariel Noah, Gading Marten, dan Iwet Ramadhan. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan terhadap langkah perusahaan yang bergerak di industri kreatif ini.

Begitu perdagangan dimulai, harga saham RANS langsung melesat. Berdasarkan data papan perdagangan BEI, saham RANS menyentuh batas atas atau Auto Reject Atas (ARA) dengan kenaikan sebesar 34,12%. Harga sahamnya naik menjadi Rp 228 per lembar, dari harga awal yang ditawarkan sebesar Rp 120 per saham. Padahal, dalam proses IPO, perusahaan melepas saham dengan harga penawaran Rp 170 per lembar.

Dalam aksi korporasi ini, RANS melepas sebanyak 2.525.000.000 saham baru. Jumlah itu setara dengan 20,02% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh perusahaan. Dari penjualan saham tersebut, RANS berhasil mengumpulkan dana segar sebesar Rp 429,25 miliar. Dana ini rencananya akan digunakan untuk berbagai keperluan pengembangan bisnis ke depan.

Direktur Utama RANS, Nagita Slavina, tidak bisa menyembunyikan perasaannya saat memberikan sambutan di Main Hall BEI. Ia mengaku terharu dengan pencapaian perusahaannya. Menurutnya, IPO ini membuktikan bahwa kreativitas bisa setara dengan sektor-sektor ekonomi lainnya yang sudah mapan.

"Maaf ya, saya agak sedikit terharu. Hari ini adalah hari ketika Indonesia menunjukkan bahwa kreativitas dapat berdiri sejajar dengan sektor-sektor ekonomi strategis lainnya," ujar Nagita dengan suara bergetar menahan haru. Ia menambahkan bahwa IPO RANS menjadi bukti nyata bahwa karya memiliki nilai yang diakui secara profesional di panggung ekonomi nasional.

"Ide karya ketulusan para kreator Indonesia ini memiliki nilai yang diakui secara profesional di panggung ekonomi nasional. Industri kreatif tidak lagi berdiri di pinggiran, kita sekarang berdiri sejajar di barisan terdepan bersama industri strategis lainnya untuk ikut menggerakkan bangsa ini," pungkasnya. Pernyataan ini menegaskan posisi industri kreatif yang kini dianggap setara dengan sektor-sektor utama lainnya.

Dana hasil IPO akan dialokasikan untuk beberapa rencana strategis. Porsi terbesar, yaitu sekitar 37,61% atau sebesar Rp 161,5 miliar, akan digunakan untuk menyelenggarakan konser. Selanjutnya, 19,80% atau Rp 85 miliar dialokasikan untuk mengakuisisi 51% saham PT Rans Kosmetika Indonesia. Langkah ini menunjukkan ekspansi RANS ke bisnis kosmetik.

Selain itu, sebesar 18,64% atau Rp 80 miliar akan digunakan untuk mengembangkan wahana bermain dan belajar Cipungland. Kemudian, 8,15% atau Rp 35 miliar dialokasikan untuk investasi pada perusahaan patungan yang berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence bersama PT Feedloop Global Teknologi. RANS juga akan menggunakan 6,98% atau Rp 29,95 miliar untuk melunasi sebagian fasilitas kredit investasi perusahaan. Sisanya, sekitar 8,82% atau Rp 37,8 miliar, akan digunakan untuk memperkuat modal kerja PT Rans Nikmat Sejahtera.

IPO RANS menandai langkah besar bagi perusahaan hiburan yang didirikan oleh pasangan selebriti ini. Dengan dana segar yang terkumpul, perusahaan berencana memperluas bisnisnya tidak hanya di bidang hiburan, tetapi juga ke kosmetik, wahana bermain, dan teknologi. Kehadiran para konglomerat dan artis dalam acara pencatatan saham perdana ini menunjukkan besarnya dukungan terhadap langkah perusahaan. Kenaikan harga saham yang langsung menyentuh batas atas juga menjadi indikasi antusiasme pasar terhadap saham perusahaan kreatif ini.

IPO RANSRaffi AhmadNagita SlavinaBursa Efek Indonesiaindustri kreatifpengembangan bisniskonser

Komentar

Memuat komentar...