Sapi 1,53 Ton Beli Prabowo, Kirim ke Masjid Jawa Tengah

Eko P. · 2 min baca · 20 hari lalu · 67 dibaca
Bisik.id
Sapi 1,53 Ton Beli Prabowo, Kirim ke Masjid Jawa Tengah

Gambar atau konten salah?

Peternak Sapari berusia 41 tahun, tinggal di Dusun Plutungan, Desa Wonolelo, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang, di lereng Gunung Merbabu-Merapi. Ia tak pernah bayangkan bahwa Prabowo Subianto akan membeli sapi jenis simental seberat 1,53 ton untuk kurban. Sapi tersebut nanti akan dikirim ke Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) An‑Nuur di Sawitan, Mungkid.

Awalnya, Batu Aji—nama sapi yang dimiliki Sapari—dibeli di Pasar Hewan Jelok, Cepogo, Kabupaten Boyolali pada usia sekitar dua tahun. Harga pembelian Rp 42,6 juta. Sapari memelihara sapi itu selama 17 bulan hingga kini. “Saya dulunya beli sapi sekitar usia 2 tahun. Saya beli di Pasar Jelok Boyolali dengan harga Rp 42,6 juta. Terus saya dipelihara selama 17 bulan sampai sekarang. Itu sekarang, Alhamdulillah sudah di berat 1 ton 53 kilo,” kata Sapari saat dihubungi pada 14 Mei 2026.

Ia menambahkan, “Itu sapinya saya beri nama Batu Aji. Itu kan saya (tinggal) di lereng Merbabu‑Merapi. Terus itu sapi itu kan hobi saya. Setelah sapi itu masuk saya suka banget mudah dirawat. Terus, Alhamdulillah dari masuk kandang sampai sekarang sehat banget.”

Sapi jenis simental berwarna merah‑merah kuning. Sapari mengelola pemeliharaan dengan rutin mencombor dua kali sehari. Setelah dicombor, ia memberi rumput dan sedikit singkong. Namun, singkong tidak selalu tersedia; biasanya ia menggunakan ampas tahu, konsentrat, dan bekatul. “Itu dua kali berturut‑turut tiap hari,” jelasnya. Ia juga memberi mandi pada sapi ketika cuaca cerah dan memberikan comboran lagi sore hari. Saat ini, sapi berusia lebih dari dua tahun.

“Sampai sekarang berarti ya 3 tahunan setengah usianya. Kan sudah powel tiga pasang itu. Kalau rata‑rata kan sapi dari umur pedetan sampai P1 itu di usia sekitar 2 tahun,” tambahnya. Ia juga menyebutkan bahwa pembelian sapi tersebut dilakukan oleh dinas dengan nilai Rp 126 juta, namun ia hanya membayar pajak Rp 1,9 juta. “Kemarin kan saya dipanggil di kantor dinas, yang dipanggil itu sebenarnya Pak Slamet (orang Dukun). Ya istilahnya saya sama Pak Slamet itu sudah hampir kayak keluarga,” ujar Sapari.

Setelah mengetahui bahwa sapi tersebut dibeli oleh Prabowo Subianto, Sapari merasa senang. Ia mengatakan, “Kami sekeluarga ya senang, merasa senang bahagia sekali. Sampai‑sampai kok ini sekarang sapinya laku yang membeli Pak Presiden lewat teman‑teman dinas yang mengantarkan.”

Pengiriman sapi ke MAJT An‑Nuur dijadwalkan pada 27 Mei 2026. Sapari menjelaskan, “Sudah ada keputusan deal, terus saya dituntut merawat kesehatan sapinya sampai hari H dan plus pengiriman. Jadi di harga segitu kan itu saya disuruh ngirim ke penyerahan di masjid sawitan tanggal 27.”

Di sisi lain, Kepala Dispeterikan Kabupaten Magelang, Joni Indarto mengonfirmasi bahwa ia telah melakukan pengecekan dan pemeriksaan kesehatan sapi milik Sapari. “Sapi sehat dan layak dijadikan hewan kurban presiden,” ujarnya. Ia juga menegaskan bahwa pemiliknya sudah diundang oleh provinsi untuk penyelesaian administrasi pada 13 Mei 2026.

Dengan semua persiapan, sapi Batu Aji siap menjadi bagian dari tradisi kurban di Masjid Agung Jawa Tengah. Proses ini menegaskan betapa pentingnya peran peternak lokal dalam mendukung kegiatan keagamaan dan kebijakan pemerintah. Sapi tersebut, yang telah tumbuh menjadi beban berat 1,53 ton, akan menjadi simbol kerjasama antara peternak, pemerintah, dan masyarakat dalam menyelenggarakan ibadah kurban.

Peternak SapariSapi Batu AjiPrabowo SubiantoKurbanMasjid Agung Jawa TengahMerbabu-MerapiDinasJoni Indarto

Komentar

Memuat komentar...