Sasa Bantah Mitos MSG di Surabaya
Gambar atau konten salah?
Di tengah makin populernya gaya hidup sehat, masyarakat kini lebih selektif dalam memilih bahan makanan. PT Sasa Inti, perusahaan produsen MSG, mengambil langkah untuk mengedukasi warga Surabaya soal penggunaan micin dalam masakan. Lewat kampanye bertajuk #MSGYangBenar, mereka ingin meluruskan berbagai mitos yang beredar dan menyajikan fakta berdasarkan penelitian ilmiah.
Acara bertajuk "MSG: Satu Sendok, Sejuta Mitos" digelar pada Selasa, 30 Juni 2026, di Alun-Alun Surabaya. Dalam kampanye ini, Sasa menegaskan bahwa #MSGYangBenar itu sehat dan lezat. Mereka juga menyebut MSG bisa menjadi solusi cerdas untuk mengurangi konsumsi gula dan garam.
Albert Dinata, Head of Marketing PT Sasa Inti, menyampaikan harapannya agar makanan yang dikonsumsi masyarakat tetap sehat dan enak. Sasa ingin orang tetap sehat tanpa harus mengorbankan cita rasa masakan. "Kita tadi nggak mau misalnya orang harus diet, makanannya jadi hambar. Makanya diet juga bisa dengan makanan tetap enak kok. Kita ingin edukasi ini supaya orang tetap bisa masak pakai MSG dengan tenang dengan happy," kata Albert di Alun-alun Surabaya, Selasa (30 Juni 2026).
Menurut Albert, #MSGYangBenar berarti memahami komponen penyusunnya. Ia memastikan bahwa produk Sasa aman digunakan. "Kalau dari saya, kayaknya kita tahu ya kalau MSG yang benar itu aman. Komponennya itu adalah MSG yang benar, pas," ujarnya.
Setelah sukses menggelar acara di Jakarta pada September lalu dan Surabaya hari ini, Sasa berencana melanjutkan kampanye ke kota-kota lain. Mereka akan terus membagikan informasi edukatif soal penggunaan MSG. "Komitmennya kita sebagai Sasa, market leader di Indonesia untuk kategori MSG itu bagian dari tanggung jawab sosial kita mengedukasi masyarakat. Setelah kota kedua ini, pastinya kita akan lanjutkan ke kota-kota berikutnya," jelas Albert.
Health Expert Reisa turut menegaskan bahwa MSG aman dikonsumsi. Ia mengatakan belum ada bukti ilmiah yang menyebut MSG berbahaya bagi kesehatan, apalagi sampai mengganggu fungsi otak. "(MSG) Aman. Pesannya adalah kita gunakan MSG dengan bijak untuk makanan yang lebih lezat," tegasnya.
Nutrisionis Rizal menambahkan, #MSGYangBenar adalah memperhatikan porsi, baik garam maupun MSG. Untuk garam, batas maksimal konsumsi adalah satu sendok teh per hari. "Menurut saya, MSG itu adalah salah satu produk tambahan makanan yang membuat makanan itu menjadi lebih lezat dan gurih," ujar Rizal.
Dari segi kandungan, natrium dalam garam mencapai sekitar 40 persen. Sementara MSG mengandung glutamat yang memberikan rasa gurih, dengan kandungan natrium sekitar 12 persen. Bagi orang yang ingin mengontrol asupan natrium, mengombinasikan MSG dengan garam dapur biasa bisa menurunkan kadar natrium hingga 40 persen. "Jadi, itu bisa membantu untuk mencegah terjadinya hipertensi. Jadi sepertiga kali lebih kecil daripada garam biasa. Dan itu memberikan rasa gurih yang sama dengan garam atau bahkan lebih tahan lama," katanya.
Seorang legendaris kuliner yang hadir dalam talkshow mengaku mendapat pencerahan. Ia tidak lagi khawatir menggunakan MSG, bahkan merasa masakannya jadi lebih gurih tanpa bayang-bayang penyakit. "Saya pebisnis kuliner khas Jawa. Setelah ada penjelasan ini saya lebih ngerti, ternyata pakai MSG Sasa lebih gurih. Sudah dijelaskan, biar tambah enak masakanku. Kalau ditambah sedikit Sasa kan lebih oke," kata Bu Rudy.
Dalam acara kampanye Sasa #MSGYangBenar, selain talkshow, juga ada booth stall sayur dan stall protein. Setelah dari booth, pengunjung bisa mencicipi nasi goreng biasa dengan bumbu garam dan gula, serta nasi goreng dengan bumbu gula, garam, dan MSG Sasa. Selanjutnya, pengunjung masuk ke X-Ray Experience untuk mengetahui efek konsumsi gula dan garam berlebih, atau gula garam dengan MSG yang seimbang. Ada juga booth bertajuk 'Mana Masakan yang Benar?'
Di booth terakhir, Chef Martin Praja memasak nasi goreng Sasa Serodja bersama Bu Rudy, berkolaborasi dengan sambal andalan Bu Rudy. Aroma nasi goreng yang menggunakan MSG Sasa membuat pengunjung dan narasumber tergoda. Publik figur Anissa Aziza turut membantu proses plating makanan. "Aku percaya nih, kalau Sasa MSG itu, pastinya menggunakan bahan yang alami, dari tetes tebu tadi ya, yang difermentasi, lalu dikristalisasi. Dan ini menghasilkan cita rasa makanan yang lezat untuk kita," jelas Chef Martin.
Anissa Aziza juga merasa tidak khawatir lagi memasak menggunakan MSG. Apalagi sebagai ibu yang suka memasak untuk anak-anak, ia kini tahu bahwa MSG aman untuk kesehatan. "Senang banget untuk datang ke acara hari ini. Jadi ilmu buat aku, aku tuh sebagai ibu juga jadi tenang dan aku bisa share juga kepada mama-mama, teman-teman anak aku, bahwa MSG itu enggak seseram yang kita bayangkan, loh, dan aman buat anak-anaknya," pungkasnya.
Kampanye ini menunjukkan bahwa edukasi langsung kepada masyarakat bisa mengubah persepsi. Dari yang awalnya ragu, banyak peserta kini lebih terbuka menggunakan MSG sebagai bumbu masakan sehari-hari. Mereka juga mendapat pemahaman bahwa penggunaan MSG yang tepat justru bisa membantu mengurangi asupan garam tanpa mengurangi rasa gurih.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
7-Eleven Gugat Nike Soal Warna Sepatu
Sasa Ajak Warga Surabaya Bongkar Mitos MSG Bareng Ahli
Pembeli Nasi Lemak Tertipu Gambar Koran, Bukan Lauk Asli
MSG Bukan Racun, Kadar Natriumnya Cuma 12 Persen
Wonogiri Resmi Jadi Ibu Kota Mie Ayam Bakso Indonesia
HiFruit Bagikan 20 Ribu Sampel Gratis di Prambanan Jazz 2026
Berita Terbaru