Sekolah Jadi Titik Kontak Utama SPMB 2026 Jawa Barat
Gambar atau konten salah?
Disdik Jawa Barat mengumumkan kebijakan baru untuk memudahkan proses SPMB 2026 (Sistem Penerimaan Murid Baru). Setelah beberapa kendala muncul selama Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB) dan SPMB tahun ini, pihak dinas meminta calon murid dan orang tua untuk langsung mengunjungi sekolah tujuan bila mengalami masalah atau memerlukan informasi.
Dengan langkah ini, sekolah menjadi titik kontak utama bagi masyarakat. Setiap sekolah sudah dipersiapkan tim pelayanan dan pengaduan yang bertugas memberikan informasi secara jelas dan transparan. “Calon murid & orang tua dapat langsung datang ke sekolah tujuan,” kata Disdik Jawa Barat pada 18 Juni 2026.
Disdik menegaskan bahwa setiap sekolah telah menyiapkan staf yang siap membantu. “Tim Pelayanan dan Pengaduan siap membantu untuk memastikan informasi tersampaikan dengan jelas dan transparan serta calon murid mendapatkan kepastian informasi secara menyeluruh,” jelasnya. Langkah ini diambil di tengah tingginya kebutuhan masyarakat akan data hasil pemetaan, proses penerimaan, dan tahapan lanjutan SPMB 2026.
Disdik berharap pelayanan yang lebih dekat dengan masyarakat melalui sekolah dapat mengurangi kebingungan dan mempercepat penyelesaian berbagai persoalan di lapangan. “Dengan adanya layanan ini, diharapkan pelaksanaan SPMB berjalan lebih terbuka dan memberikan kenyamanan bagi seluruh calon murid baru,” tambah pihak Disdik.
SPMB 2026 di Jawa Barat sudah memasuki tahap lanjutan setelah proses PCMB dan pengumuman hasil pemetaan. Pada Tahap 1, seleksi terbuka bagi jalur domisili, afirmasi, mutasi, serta kategori khusus sesuai ketentuan. Pendaftaran berlangsung dari 15 hingga 19 Juni 2026. Selanjutnya, pada 22 Juni 2026 diadakan uji kompetensi dan penanganan masalah. 23 Juni 2026 menjadi hari rapat dewan guru, diikuti koordinasi kepala sekolah dengan cabang dinas pada 24 Juni 2026. Pengumuman resmi dilaksanakan pada 25 Juni 2026, diikuti daftar ulang pada 26 dan 29 Juni 2026.
Dengan kebijakan ini, proses penerimaan murid baru diharapkan menjadi lebih transparan dan mudah diakses. Masyarakat dapat langsung mendapatkan jawaban atas pertanyaan mereka di sekolah, mengurangi birokrasi, dan mempercepat penyelesaian masalah yang muncul selama proses SPMB.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SDN 2 Salakaria: 32 Murid, 8 Guru, Semangat Belajar Tak Padam
Tasikmalaya Siaga Darurat Kekeringan hingga September
Petani Indramayu Bangga Garap Sawah, Biayai Kuliah Anak Hingga Sarjana
Dedi Mulyadi Temukan 11 Perusahaan Kapur Ilegal di Cipatat
Kebakaran di Ciamis Hanguskan Bangunan Berisi Enam Usaha
Belasan ASN di Pangandaran Bercerai, Judi Online Jadi Pemicu
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
