Sekolah Maung 2026: 18.268 Penerima dari 38.476 Pendaftar

Yuli S. · 3 min baca · 1 jam lalu · 28 dibaca
Bisik.id
Sekolah Maung 2026: 18.268 Penerima dari 38.476 Pendaftar

Gambar atau konten salah?

Bandung, 07 Juni 2026 – Dari 38.476 orang yang mendaftar, hanya 18.268 yang berhasil masuk Sekolah Maung Tahun 2026. Sisanya, lebih dari 20 ribu peserta, harus menerima kenyataan tersingkir.

Dinas Pendidikan Jawa Barat mengungkapkan bahwa Sekolah Maung menyediakan 18.268 kursi, terbagi menjadi 10.400 kuota jenjang SMA dan 7.868 kuota jenjang SMK. Jumlah peminat mencapai 38.476 orang, dengan rincian 24.840 pendaftar SMA dan 13.636 pendaftar SMK. Tingginya angka pendaftar membuat persaingan masuk Sekolah Maung berlangsung sangat ketat sejak tahap awal seleksi.

Salah satu jalur yang menjadi perhatian adalah jalur kepemimpinan. Jalur ini diperuntukkan bagi siswa yang memiliki rekam jejak kepemimpinan selama menempuh pendidikan di tingkat SMP. Hingga batas akhir rekapitulasi pada 07 Juni 2026 pukul 17.00 WIB, tercatat ada 1.264 calon murid yang mendaftar melalui jalur tersebut. Dari jumlah itu, hanya 814 orang yang berhasil diterima, sedangkan 450 lainnya dinyatakan tidak lolos.

Persaingan paling ketat terjadi pada jalur Ketua OSIS. Dari total 528 pendaftar, hanya 255 orang atau 48,3 persen yang diterima. Sebanyak 273 calon murid lainnya harus tersingkir dari seleksi. Sementara pada jalur Pramuka Pratama, sebanyak 151 dari 284 pendaftar berhasil lolos atau sekitar 53,2 persen. Sisanya, 133 pendaftar, tidak diterima.

Adapun tingkat keterimaan tertinggi tercatat pada jalur Pramuka Garuda. Dari 452 pendaftar, sebanyak 408 orang atau 90,3 persen berhasil memperoleh kursi di Sekolah Maung. Hanya 44 pendaftar yang tidak lolos.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Purwanto, menegaskan seluruh proses seleksi dilakukan dengan prinsip objektif, transparan, dan akuntabel. Menurutnya, pemerintah berupaya memastikan setiap calon murid memperoleh kesempatan yang sama dalam proses penerimaan. “Kami berkomitmen menjaga seluruh proses SPMB berlangsung objektif, transparan, akuntabel dan memberikan kesempatan yang adil bagi seluruh calon murid,” kata Purwanto dalam keterangannya.

Meski demikian, ribuan peserta yang gagal masuk Sekolah Maung tidak perlu kehilangan kesempatan melanjutkan pendidikan. Purwanto menjelaskan, calon murid yang tidak lolos masih dapat mengikuti pendaftaran SMA, SMK negeri, maupun Sekolah Kerja Sama melalui jalur prestasi dan domisili. Pendaftaran jalur reguler dibuka bersamaan dengan pengumuman hasil seleksi Sekolah Maung, yakni pada 08 Juni 2026 pukul 10.00 WIB dan berakhir pukul 24.00 WIB di hari yang sama. “Calon murid Sekolah Maung yang tidak lolos masih memiliki waktu selama 12 jam untuk melakukan pendaftaran ke jalur reguler,” ujarnya.

Di tengah tingginya persaingan masuk sekolah negeri, Dinas Pendidikan Jawa Barat memastikan daya tampung pendidikan menengah di Jawa Barat sebenarnya masih mencukupi. Total kapasitas SMA, SMK, dan MA di Jawa Barat mencapai 909.183 kursi. Jumlah itu bahkan lebih besar dibandingkan total lulusan SMP dan MTs sederajat yang tahun ini mencapai 826.996 siswa. Secara rinci, daya tampung tersebut terdiri dari 195.344 kursi SMA negeri, 143.460 kursi SMA swasta, 124.217 kursi SMK negeri, 320.720 kursi SMK swasta, 21.888 kursi MA negeri, dan 81.936 kursi MA swasta. “Jumlah tersebut melampaui total lulusan SMP/MTs sederajat di Jawa Barat yang tercatat sebanyak 826.996 siswa atau setara dengan 109,93 persen,” ungkapnya. Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan seluruh lulusan SMP/MTs sederajat tetap memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang menengah sesuai minat, potensi, dan pilihan masing-masing, pungkasnya.

Dengan kapasitas yang melampaui jumlah lulusan, peluang bagi siswa yang tidak terpilih Sekolah Maung tetap terbuka. Jalur reguler dan prestasi memberikan alternatif bagi mereka yang masih ingin melanjutkan ke jenjang SMA atau SMK negeri. Pemerintah menegaskan bahwa proses seleksi tetap objektif, sehingga setiap calon murid dapat meraih kesempatan yang adil. Hal ini menegaskan komitmen Jawa Barat untuk menjaga kualitas pendidikan menengah dan memastikan semua siswa memiliki akses ke pendidikan yang sesuai dengan bakat dan minat mereka.

Sekolah MaungJalur Pramuka GarudaSeleksi SPMBKapasitas Pendidikan MenengahDinas Pendidikan Jawa BaratKepemimpinanJalur RegulerObjektif

Komentar

Memuat komentar...