Gubernur Jawa Barat Berikan Rp1 Miliar ke Persib, Dari Sapi
Gambar atau konten salah?
Pada 3 Juni 2026, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan bonus sebesar Rp1 miliar kepada Persib Bandung setelah skuad Maung Bandung meraih gelar juara. Penyerahan dana tersebut segera menimbulkan sorotan publik, karena tidak jelas dari mana sumber uang tersebut berasal.
Berbagai spekulasi mengelilingi bonus ini, mulai dari dugaan anggaran pemerintah hingga dana pribadi. Pada 8 Juni 2026, Dedi memutuskan untuk mengungkapkan secara terbuka asal-usul dana tersebut. Ia menegaskan bahwa Rp1 miliar yang diberikan tidak berasal dari anggaran negara maupun sumber lain yang sering menjadi bahan perdebatan.
“Saya jelaskan ya, dana yang diberikan satu miliar untuk Persib diambil dari rekening tabungan saya. Tabungan saya itu diisi di antaranya dari hasil penjualan sapi,” kata Dedi melalui keterangannya. Ia menambahkan bahwa dana tersebut murni berasal dari tabungan pribadi, salah satunya diisi oleh hasil penjualan sapi peliharaannya.
Dedi tidak heran jika publik mempertanyakan asal-usul dana tersebut. Banyak pihak, khususnya yang membeli sapi, menuntut penjelasan tentang siapa saja pembeli yang hasilnya didonasikan sebagai bonus. Menanggapi hal itu, Dedi menyatakan kesiapannya untuk menjelaskan secara transparan. Ia menyebut jumlah pembeli sapi cukup banyak, mulai dari masyarakat yang membeli satu ekor hingga beberapa ekor sekaligus.
“Ada yang beli satu, ada yang beli dua, ada yang beli tiga, bahkan ada yang beli empat ekor. Kalau saya sebutkan semuanya akan sangat panjang karena pembelinya banyak,” ujarnya. Dedi juga memastikan bahwa seluruh transaksi penjualan sapi tersebut memiliki jejak administrasi yang lengkap, mulai dari bukti pembayaran, dokumen pengiriman, hingga dokumentasi penerima sapi.
Menurutnya, semua data tersebut dapat ditunjukkan kapan saja apabila diperlukan untuk menjawab keraguan publik. “Nanti kalau suatu saat diperlukan, data‑datanya sudah saya siapkan. Bukti pengiriman sapinya ada, foto pengiriman ada, foto penerimanya juga lengkap,” katanya.
Di tengah derasnya kritik, Dedi mengaku tidak merasa terganggu. Ia menilai pertanyaan dan kritik dari masyarakat merupakan bagian dari kontrol publik yang sehat terhadap pejabat negara. “Saya mengucapkan terima kasih kepada siapa pun yang mengkritik dan mengingatkan saya. Saya senang banyak yang mengingatkan, banyak yang mengkritik dan banyak yang mencari kesalahan. Dengan cara itu saya akan terus mawas diri dan berhati‑hati dalam mengambil setiap tindakan,” ucapnya.
Peristiwa ini menyoroti pentingnya transparansi dalam pengelolaan dana publik maupun pribadi yang digunakan untuk kegiatan sosial. Bonus Rp1 miliar kepada Persib Bandung, meskipun berasal dari tabungan pribadi, tetap menimbulkan pertanyaan mengenai etika dan sumber dana. Dedi menyatakan kesiapan untuk membuka semua dokumen terkait, menunjukkan bahwa ia bersedia menjawab setiap pertanyaan yang muncul. Dengan demikian, situasi ini menjadi contoh bagaimana pejabat publik dapat merespons kritik dan menjaga kepercayaan masyarakat melalui keterbukaan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SDN 2 Salakaria: 32 Murid, 8 Guru, Semangat Belajar Tak Padam
Tasikmalaya Siaga Darurat Kekeringan hingga September
Petani Indramayu Bangga Garap Sawah, Biayai Kuliah Anak Hingga Sarjana
Dedi Mulyadi Temukan 11 Perusahaan Kapur Ilegal di Cipatat
Kebakaran di Ciamis Hanguskan Bangunan Berisi Enam Usaha
Belasan ASN di Pangandaran Bercerai, Judi Online Jadi Pemicu
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi