Verifikasi Pendaftaran SMAN 4 Bandung Lambat, Tua Gelisah

Maya K. · 2 min baca · 1 jam lalu · 27 dibaca
Bisik.id
Verifikasi Pendaftaran SMAN 4 Bandung Lambat, Tua Gelisah

Gambar atau konten salah?

Senin, 08 Juni 2026, menjadi hari yang penuh kegelisahan di SMAN 4 Bandung. Puluhan orang tua datang ke sekolah karena khawatir akun pendaftaran anak mereka belum terverifikasi, meski hari itu sudah menjadi batas akhir pendaftaran.

Menurut Kepala SMAN 4 Bandung, Tuti Kurniawati, proses verifikasi tidak dapat dilakukan secara instan. “Memverifikasi satu orang itu membutuhkan waktu sekitar 10 sampai 15 menit. Jadi memang cukup lama prosesnya,” ujarnya.

Waktu tersebut dibutuhkan karena setiap calon murid harus diperiksa satu per satu secara detail. Tuti menjelaskan bahwa setiap akun memerlukan pemeriksaan dokumen yang berbeda sesuai jalur pendaftaran yang dipilih. Untuk jalur prestasi rapor, petugas harus memeriksa kesesuaian nilai rapor yang diunggah. Sedangkan untuk jalur domisili, dokumen seperti Kartu Keluarga (KK) harus diverifikasi secara detail.

“Kalau jalur rapor, kami periksa nilai rapornya. Kalau jalur domisili ya memeriksa KK dan dokumen lainnya. Jadi yang diverifikasi itu dokumen‑dokumen yang diunggah oleh calon murid,” jelas Tuti.

Beberapa orang tua beranggapan bahwa pendaftar yang lebih dulu mengunggah berkas otomatis akan lebih cepat diverifikasi. Padahal, sistem yang digunakan sekolah tidak memberikan informasi waktu pendaftaran secara berurutan kepada petugas. Akibatnya, proses verifikasi berjalan secara acak atau random.

“Memang ada yang mengeluh daftar di hari pertama tapi belum terverifikasi. Kendalanya karena di sekolah tidak ada notifikasi bahwa pendaftar ini masuk tanggal sekian. Jadi ketika kami melakukan verifikasi itu sifatnya random, tidak berurutan. Bahkan ada yang baru mendaftar justru sudah terverifikasi lebih dulu,” kata Tuti.

Masalah lain yang cukup menyita waktu berasal dari format dokumen yang diunggah. Banyak pendaftar mengunggah dokumen dalam bentuk foto JPG berukuran besar sehingga membutuhkan waktu lebih lama untuk dibuka dan diperiksa. “Kadang mereka memasukkan data bukan dalam bentuk PDF, tetapi foto JPG. Misalnya foto KK langsung diunggah. Itu lebih lama dibukanya, bisa sampai lima menit hanya untuk membuka dokumennya,” ujar Tuti.

Padahal, penggunaan format PDF akan mempercepat proses pemeriksaan karena ukuran file lebih ringan dan lebih mudah diakses oleh petugas. “Yang lebih cepat sebenarnya menggunakan PDF karena lebih ringan. Itu juga menjadi salah satu kendala dalam proses verifikasi,” tambahnya.

Di tengah meningkatnya jumlah pendaftar, SMAN 4 Bandung juga menghadapi keterbatasan sumber daya manusia. Sekarang sekolah hanya memiliki delapan petugas yang menangani proses verifikasi seluruh berkas pendaftar. Jumlah tersebut dianggap tidak sebanding dengan banyaknya calon murid yang harus diperiksa dalam waktu singkat.

Oleh karena itu, pihak sekolah mengusulkan adanya tambahan waktu untuk menyelesaikan proses verifikasi yang masih berlangsung. “Kami sedang mengajukan kemungkinan diberikan perpanjangan waktu verifikasi. Karena kami melihat nanti pasti akan ada limpahan pendaftar dari Sekolah Maung,” kata Tuti.

Menurutnya, hingga hari terakhir pendaftaran pun masih terdapat sejumlah akun yang belum selesai diverifikasi. “Sementara yang mendaftar sebelumnya saja masih ada yang belum terverifikasi. Mudah‑mudahan ada kebijakan perpanjangan verifikasi karena kami di sini hanya delapan orang dan cukup keteteran,” pungkasnya.

Secara keseluruhan, proses verifikasi di SMAN 4 Bandung menunjukkan betapa pentingnya sistem yang teratur dan sumber daya yang memadai. Tanpa kedua hal tersebut, banyak orang tua dan calon murid yang harus menunggu lama, menambah ketidakpastian pada akhir proses pendaftaran.

verifikasi pendaftaranSMAN 4 Bandungwaktu verifikasiformat dokumenketerbatasan petugasperpanjangan waktujalur pendaftaran

Komentar

Memuat komentar...