Sekolah Sapan 3 Terendam Air, Siswa Belajar Daring

Dedi S. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 61 dibaca
Bisik.id
Sekolah Sapan 3 Terendam Air, Siswa Belajar Daring

Gambar atau konten salah?

15 April 2026 menandai hari ketika SD Negeri Sapan 3 di Kampung Sapan, Desa Tegalluar, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung terendam air banjir. Air menembus dinding sekolah, mencapai ketinggian 60 sentimeter hingga 1 meter, menenggelamkan ruang kelas, ruang guru, toilet, dan gudang.

Beberapa bangku sekolah terlihat diangkat dan disimpan di atas meja, menandakan betapa dalamnya genangan. Sungai Citarik dan Sungai Citarum menjadi sumber banjir, meluap ke permukiman warga.

Penjaga sekolah, Yati Sumiati, 50 tahun, mengatakan banjir mulai merendam sejak 11 April 2026, lalu. Dia menjelaskan, "Air banjir ini dari jalan, dari jalan dan dari sungai ke sini ke belakang, jadi naik ke sini gitu. Kemarin-kemarin sudah surut, hujan datang kembali waktu malam datang lagi besar,".

Banjir sempat surut, namun kembali menggenang setelah hujan deras di malam hari. Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) terganggu, sehingga ratusan siswa terpaksa belajar secara daring di rumah. Yati menambahkan, "Sekolah jadi daring dari hari Senin," menandai perubahan jadwal.

Genangan menenggelam enam ruangan kelas, kantor guru, beberapa toilet, dan gudang. Dia juga menyebutkan, "Yang terdampak mah kantor ya, ruang kelas. Sama semua ke kebanjiran. Ini teh ada enam kelas. Siswa di sini kurang lebih 140 dari kelas 1 sampai kelas 6,".

Jumlah siswa sekitar 140, tersebar dari kelas satu hingga kelas enam. Yati menjelaskan bahwa genangan biasanya bisa surut dalam satu pekan, dan pembersihan memakan waktu dua hari setelah surut. Dia berkata, "Kalau sudah gini mah susah bersihinnya. Nunggu surut dulu aja, nanti kalau sudah surut baru bisa dibersihin,".

Kekhawatiran Yati terkait buku dan dokumen penting di kantor sekolah, yang harus diselamatkan. Dia mengungkapkan, "Was-was dari semalam enggak bisa tidur. Takutnya itu buku-buku yang di atas gitu kena. Kalau besar tuh takutnya ke atas. itu juga sebagian waktu kemarin enggak kebawa ke atas jadi kebanjiran sedikit gitu. Soalnya malam datangnya kan datang airnya malam tengah malam jadi engak keburu ke sini,".

Yati berharap pemerintah atau dinas terkait dapat memperbaiki sekolah, minimal dibangun ke lantai dua atau tiga. Dia menyatakan, "Ya, keinginannya minta bantuan dibangun lagi sekolah layak gitu. Enggak kalau dipindah mah, cuma mau minta dibangun yang layak ditinggiin gitu. Jadi anak-anak bisa nyaman ya,".

Banjir ini menandai dampak serius bagi pendidikan di daerah tersebut, memaksa ribuan siswa belajar dari rumah. Kondisi ini menyoroti pentingnya infrastruktur sekolah yang tahan terhadap banjir, serta kesiapsiagaan pemerintah dalam menangani bencana.

Sementara itu, siswa dan guru menunggu air surut agar sekolah dapat kembali normal. Kejadian ini menunjukkan bahwa banjir masih menjadi ancaman di wilayah Bandung, terutama di daerah yang dekat sungai.

SD Negeri Sapan 3banjirSungai CitarikSungai CitarumKBM daringKecamatan Bojongsoanginfrastruktur sekolah

Komentar

Memuat komentar...