Selat Hormuz Lumpuh, Hanya 5 Kapal Melintas

Kartika D. · 2 min baca · 1 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
Selat Hormuz Lumpuh, Hanya 5 Kapal Melintas

Gambar atau konten salah?

Hanya ada lima kapal komoditas yang tercatat melintasi Selat Hormuz pada akhir pekan lalu. Angka ini anjlok drastis. Penyebabnya adalah kebuntuan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah.

Data pelacakan kapal dari Kpler, seperti dilaporkan pada Selasa, 18 Agustus 2026, menunjukkan kelima kapal itu semua melintas pada Sabtu, 15 Agustus. Pada keesokan harinya, Minggu, 16 Agustus, tidak ada satu pun kapal yang tercatat melewati jalur perairan energi paling vital di dunia itu. Bahkan, pada satu titik, tidak ada kapal sama sekali yang melintas karena ancaman serangan saat berlayar di selat tersebut.

Dari kelima kapal yang melintas, salah satunya adalah kapal Very Large Crude Carrier (VLCC). Kapal itu dalam kondisi kosong dan mematikan sistem identifikasi otomatis (AIS). Ada juga kapal Very Large Gas Carrier berbendera India yang menggunakan rute Iran. Sisanya adalah sebuah kapal tanker kecil yang membawa bahan bakar minyak asal Iran dan berhasil keluar dari selat.

Angka ini turun sangat tajam jika dibandingkan dengan akhir pekan sebelumnya. Pada periode itu, total ada 31 kapal komersial, baik tanker maupun kapal pengangkut, yang melintas selama dua hari.

Selat Hormuz makin sepi pasca serangan terhadap kapal komersial. Aktivitas pengiriman barang di sana hampir berhenti total setelah Uni Emirat Arab (UEA) mengumumkan bahwa tiga kapal milik Abu Dhabi National Oil Company diserang saat transit pekan lalu. Bersamaan dengan itu, AS menyatakan mampu mempertahankan blokade angkatan laut terhadap Iran tanpa batas waktu. Pernyataan ini meningkatkan ketegangan dan potensi saling serang di kawasan tersebut.

Kpler memperkirakan masih ada kemungkinan kapal-kapal lain berhasil melintas tanpa terdeteksi karena mematikan transponder. Meski begitu, jumlahnya diperkirakan masih sangat jauh dari angka sebelum perang, yang mencapai 130 kapal per hari.

Kondisi serupa juga terjadi di Selat Bab el-Mandeb. Di sana, sekutu Iran, yaitu Houthi Yaman, mendeklarasikan blokade terhadap kapal dan angkatan laut Arab Saudi sejak 20 Juli lalu. Data Kpler menunjukkan pada akhir pekan kemarin hanya ada 49 kapal komoditas yang transit di kawasan itu. Angka ini turun dari 55 kapal pada minggu sebelumnya. Selain itu, tidak ada pengiriman minyak Saudi yang terlacak.

Secara keseluruhan, penurunan drastis jumlah kapal di Selat Hormuz dan Selat Bab el-Mandeb menunjukkan bagaimana eskalasi konflik telah langsung mengganggu jalur pelayaran utama dunia. Dua selat ini merupakan titik kritis untuk pasokan energi global. Ketika kapal-kapal enggan melintas karena ancaman serangan, dampaknya bisa terasa pada rantai pasokan minyak dan gas bumi dari Timur Tengah.

Selat Hormuzkapal komoditaspenurunan drastiskonflik AS-IranSelat Bab el-Mandebblokaderantai pasokan energi

Komentar

Memuat komentar...