Selat Hormuz Tutup, Harga Urea Naik Dua Kali Lipat, Indonesia Aman

Tika M. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 64 dibaca
Bisik.id
Selat Hormuz Tutup, Harga Urea Naik Dua Kali Lipat, Indonesia Aman

Gambar atau konten salah?

Penutupan Selat Hormuz oleh Iran berdampak tidak hanya pada distribusi energi, tetapi juga pada distribusi pupuk. Sekitar 30 % perdagangan pupuk dunia melewati selat tersebut, dengan volume mencapai 4 juta ton per bulan. Rincian volume tersebut terdiri dari 1,5 juta ton urea, 1,5 juta ton sulfur, dan 1 juta ton pupuk lain termasuk metanol.

Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero), Rahmad Pribadi, menjelaskan bahwa penutupan selat tersebut menyebabkan kenaikan harga pupuk urea. Ia menyatakan bahwa harga urea naik dua kali lipat, dari sekitar US$ 400 per ton menjadi US$ 800 per ton.

Namun Rahmad menegaskan bahwa kenaikan harga ini tidak akan berdampak besar di Indonesia. Ia mengingatkan bahwa produksi dalam negeri sudah mencukupi, mencapai 8,8 juta ton. “Sehingga meskipun terjadi kejolak harga urea yang meningkat sebelum perang itu US$ 400 dan sekarang sudah mencapai US$ 800 atau dua kali lipat, tapi kami bisa meyakinkan di depan Bapak‑Bapak Pimpinan dan Anggota Komisi XI, insyaAllah untuk Indonesia aman, karena ureanya diproduksi dalam negeri,” ujarnya dalam RDP bersama Komisi XI DPR RI pada 02 April 2026.

Rahmad menambahkan bahwa Indonesia dapat menjadi penyelamat ekosistem pangan dunia, khususnya dalam hal pupuk. Ia mengatakan, “Bahkan hari ini Indonesia bisa menjadi stabilizer atau bahkan penyelamat ekosistem pangan dunia. Kalau intuitif, biasanya Indonesia situasinya rentan jika terjadi kejolak dunia, khusus mengenai pupuk, kembali lagi saya menegaskan, khusus mengenai pupuk kita tidak terjadi gangguan khususnya kecukupan pupuk urea yang memang terganggu Hormuz.”

Untuk jenis pupuk lain seperti fosfat dan potas, Rahmad menilai dampak yang dirasakan lebih kepada potensi kenaikan biaya logistik akibat kondisi geopolitik, bukan gangguan produksi global.

Rahmad menegaskan bahwa penutupan Selat Hormuz tidak akan berdampak pada kenaikan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk. Ia menyatakan, “Sehingga insyaallah pupuk akan aman, HET sudah turun 20%, tidak ada rencana untuk kembali meningkatkan, artinya HET akan tetap. Dan kebutuhan pupuk urea baik untuk subsidi pun non‑subsidi di Indonesia, kami dapat yakinkan bisa terselenggara dengan baik.”

Dengan produksi domestik yang kuat dan kebijakan harga yang stabil, Indonesia tetap dapat menjaga pasokan pupuk meski terjadi penutupan Selat Hormuz. Kenaikan harga urea tidak menimbulkan ketidakpastian besar, dan potensi kenaikan biaya logistik tidak mengancam kelangsungan produksi pupuk di negeri ini.

Selat HormuzPupuk UreaHarga PupukIndonesiaProduksi DomestikGeopolitikHET PupukPT Pupuk Indonesia

Komentar

Memuat komentar...