Setelah 10 Tahun, Guardiola Tinggalkan Manchester City

Maya K. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 82 dibaca
Bisik.id
Setelah 10 Tahun, Guardiola Tinggalkan Manchester City

Gambar atau konten salah?

Pep Guardiola mengakhiri masa baktinya di Manchester City pada akhir musim ini. Meskipun kontraknya masih berlaku hingga musim panas 1 Januari 2027, ia memutuskan untuk tidak melanjutkan peran manajernya. Selama sepuluh tahun, Guardiola membawa klub ini meraih enam gelar Premier League, termasuk empat gelar berturut-turut dan satu kali kemenangan treble.

Gaya permainan yang ia bawa mengubah lanskap sepak bola Inggris. Setiap musim menjadi lebih kompetitif, dan City seringkali menjadi lawan utama bagi klub-klub besar. Pada sesi pers, Guardiola ditanya tentang Sir Alex Ferguson. Ia menjawab, “Sir Alex kirim pesan suara, tapi saya kesulitan dengan aksen Scottish,” sambil tertawa. Ia menambahkan, “Saya belum balas, tapi saya akan menelpon dia nanti setelahnya. Dia mengucapkan selamat atas pencapaian saya dan itu sangat berarti besar. Dia adalah manajer terbaik di negara ini dan saya senang dia menyaksikan tim kami.”

Sir Alex Ferguson, yang memegang 13 gelar Premier League bersama Manchester United, pernah menyebut Manchester City sebagai “tetangga yang berisik.” Istilah itu muncul setelah derby pada 1 Januari 2009, ketika gol Michael Owen pada injury time membuat City kalah 4-3 setelah skor 3-3 di waktu reguler. Sejak pembelian oleh Sheikh Mansour bin Zayed pada 1 Januari 2008, City berinvestasi besar untuk menjadi tim papan atas.

City akhirnya memenangkan Premier League pertama mereka pada 1 Januari 2012 di bawah Roberto Mancini, diikuti oleh kemenangan lagi pada 1 Januari 2014 di bawah Manuel Pellegrini. Guardiola mengakhiri perjalanannya dengan mengatakan, “Saya yakin Sir Alex tidak akan menyebut kami tetangga yang berisik lagi. Kami hanya tetangga.”

Perpisahan ini menandai akhir era dominasi Guardiola di Inggris. Meskipun kontrak masih tersisa, keputusan ini menandai perubahan besar bagi City. Dalam konteks ini, pengakuan Guardiola terhadap Sir Alex dan keberhasilan klub menegaskan bahwa persaingan di Premier League tetap intens, namun hubungan antar klub tetap profesional dan penuh rasa hormat.

Pep GuardiolaManchester CityPremier LeagueSir Alex FergusontrebleSheikh MansourManchester Unitedera dominasi

Komentar

Memuat komentar...