SMPN 9 Probolinggo: 1.056 Buku Sudah Terbit di SMP

Tika M. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 92 dibaca
Bisik.id
SMPN 9 Probolinggo: 1.056 Buku Sudah Terbit di SMP

Gambar atau konten salah?

Di SMP Negeri 9 Kota Probolinggo, ratusan siswa menunjukkan semangat literasi yang tak biasa. Dalam beberapa bulan terakhir, mereka berhasil menulis 1.056 karya, mulai dari novel, cerpen, autobiografi, hingga buku motivasi.

Di antara total karya tersebut, 556 buku sudah dicetak dan dipajang di rak buku di sudut sekolah. Sementara 500 karya lainnya masih dalam proses editing dan percetakan. Setiap buku memiliki desain sampul yang rapi dan kreatif, tak kalah dengan buku terbitan penerbit profesional.

Para siswa didampingi guru pembimbing sejak penyusunan naskah hingga pembuatan cover. Setiap siswa mampu menulis antara satu hingga tiga judul. Prestasi ini menjadi kebanggaan tersendiri, mengingat beberapa tahun lalu sekolah tersebut belum termasuk sekolah favorit.

Selain diterbitkan dalam bentuk cetak, seluruh karya siswa juga diarsipkan secara digital melalui website sipintar9.com. Melalui platform tersebut, masyarakat dapat membaca karya para siswa langsung dari smartphone.

Salah satu siswi kelas 9, Aurelia, mengaku ide menulis diperoleh dari berbagai sumber seperti novel, film, hingga pengalaman pribadi. Sabtu (18 April 2026). “Saya mengambil referensi dari novel lain, sering menonton film, lalu mengembangkan ide menjadi novel yang saya tulis. Saya juga sejak awal suka menulis diary, lalu saya kembangkan menjadi cerita,” ujarnya. Aurelia telah menulis dua buku berjudul Antologi Jepang dan Tentang Kita dan Waktu.

Si siswi lain, Annisa, juga menghasilkan karya autobiografi berjudul Cerita Dari Aku Untuk Aku dan Ciptaan Tak Sempurna.

Kepala SMPN 9 Kota Probolinggo, Qamaruddin, menjelaskan gerakan ini berawal dari kampanye gemar membaca yang kemudian berkembang menjadi kewajiban menulis bagi siswa maupun guru. “Kami wajibkan semuanya untuk menulis, termasuk bapak ibu guru. Sampai saat ini sudah terkumpul 1.056 buku, 556 sudah tercetak dan sisanya masih proses editing,” katanya.

Karena jumlah karya yang sangat banyak, sekolah kemudian membuat aplikasi Sipintar sebagai perpustakaan digital dan e‑katalog karya siswa. Jika seluruh buku telah selesai dicetak, pihak sekolah berencana mendaftarkan capaian tersebut ke Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai sekolah dengan karya tulis siswa terbanyak.

Inisiatif ini menegaskan bahwa literasi tidak hanya soal membaca, tetapi juga tentang mengekspresikan ide melalui tulisan. Dengan dukungan guru, platform digital, dan komitmen menulis, SMPN 9 Probolinggo berhasil menciptakan lingkungan belajar yang kreatif dan produktif bagi generasi muda.

SMP Negeri 9 ProbolinggoLiterasi siswa1.056 karyaSipintar9.comMuseum Rekor Dunia Indonesia (MURI)Kewajiban menulisPerpustakaan digital

Komentar

Memuat komentar...