MoU AS-Iran: Selat Hormuz Buka, Blokade Laut Cabut
Gambar atau konten salah?
Amerika Serikat dan Iran telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) yang menandai langkah awal menuju perdamaian di Timur Tengah. Menurut perjanjian tersebut, Republik Islam Iran akan segera membuka kembali Selat Hormuz, dan Amerika Serikat akan segera mencabut blokade angkatan laut yang telah diberlakukan di pelabuhan Iran.
Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, mengumumkan kesepakatan ini di media sosial X pada 18 Juni 2026. Ia menulis: “Memorandum tersebut akan berlaku segera dan sebagai langkah pertama, Republik Islam Iran akan segera membuka kembali Selat Hormuz dan Amerika Serikat akan segera mencabut blokade angkatan laut.” Sharif juga menyatakan dukungannya terhadap Qatar, yang akan menyelenggarakan upacara peringatan di Swiss pada 19 Juni 2026 dan memulai diskusi teknis lebih lanjut.
Di sisi lain, Presiden Donald Trump mengumumkan penandatanganan MoU saat makan malam bersama Presiden Prancis, Emmanuel Macron, di Istana Versailles setelah pertemuan KTT G7 pada 17 Juni 2026. Setelah keluar dari istana, Trump berkata: “Baru saja menandatanganinya.”
Di Iran, juru bicara Kementerian Luar Negeri, Esmaeil Baqaei, menegaskan bahwa dokumen kesepakatan telah diselesaikan secara elektronik dan jarak jauh oleh kedua presiden. Ia menambahkan: “Teks Memorandum of Understanding Islamabad telah diselesaikan dengan tanda tangan para presiden – sekarang saatnya untuk menguji implementasi perjanjian tersebut.” Baqaei juga menyatakan bahwa upacara resmi tidak akan menimbulkan biaya besar, menekankan preferensi mereka terhadap pelaksanaan yang praktis.
Swiss telah mengumumkan bahwa upacara penandatanganan akan dilaksanakan pada 19 Juni 2026 di sebuah hotel mewah di pegunungan yang menghadap Danau Lucerne. Bagher Ghalibaf, Ketua Parlemen Iran, dan JD Vance, Wakil Presiden Amerika Serikat, dijadwalkan hadir. Rencana ini menandakan keseriusan kedua negara dalam menegakkan kesepakatan.
Selat Hormuz adalah jalur penting bagi perdagangan minyak dunia. Pembukaan selat ini diharapkan dapat mengurangi ketegangan maritim dan membuka jalur perdagangan yang lebih stabil bagi negara-negara di kawasan. Sementara itu, pencabutan blokade laut akan memudahkan aliran barang ke pelabuhan Iran, yang selama ini terhambat.
Walaupun kesepakatan ini menandai langkah positif, keberhasilan implementasinya masih bergantung pada tindakan konkret kedua belah pihak. Perubahan kebijakan di lapangan, serta koordinasi teknis antara militer dan pemerintah, akan menjadi kunci untuk memastikan perdamaian yang berkelanjutan di wilayah tersebut.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kejarlah Sekda Medan: Seleksi Cepat Fokus Keuangan & PAD
ASDP Tambah Dermaga Tanjung Uban, Bintan: Rp133 Miliar
Bupati Karo Hapus Retribusi Sidebuk-debuk, Kuasai Kantor Baru
Rico Waas Lantik 69 Pejabat Manajerial Kota Medan 2026
Nasution Hadiri Ojol di Medan, Atur Biaya Aplikasi 8%
Wali Kota Medan Pastikan Rp10 Miliar Tender Satreskrim
Berita Terbaru
MoU AS-Iran: Selat Hormuz Buka, Blokade Laut Cabut
Amawa Bumi: 24 Pemohon Sewa 16 Lahan di Mojokerto, 18 Kecamatan
Kucing Seumur 38 Tahun Setara 168 Tahun Manusia Di Dunia
Riduan: Bank Mandiri Siap Sesuaikan Bunga Kredit Pasar
Harry Kane Dua Gol, Inggris Menang 4-2 atas Kroasia Di Dallas
Bendahara NasDem Pujikan Seskab Teddy, 'Jangkar Pemerintah'
Kejarlah Sekda Medan: Seleksi Cepat Fokus Keuangan & PAD
Matchday 2: Swiss-Bosnia, Canada-Qatar, Meksiko-Korea (2026)