SNBP 2026: 179K Lolos, Prodi Kesehatan Dominasikan 2026
Gambar atau konten salah?
SNBP 2026 telah menandai tonggak penting bagi ribuan pelajar Indonesia. Dari 806.242 pendaftar, 178.981 siswa berhasil lolos seleksi berbasis prestasi. Angka tersebut terbagi antara 155.543 siswa yang diterima di PTN akademik dan 23.438 siswa yang masuk ke PTN vokasi.
Menurut Prof Eduart Wolok, Ketua Umum Tim Penanggung Jawab SNPMB, mayoritas siswa yang diterima berada di Prodi Pilihan 1. Di antara semua pendaftar, 142.212 siswa berhasil masuk ke Prodi Pilihan 1, sementara 13.331 siswa masuk ke Prodi Pilihan 2.
Data SNPMB juga menunjukkan bahwa 10 fakultas dan prodi pilihan 1 menjadi yang paling diminati di kalangan peserta SNBP 2026 di PTN akademik. Prodi rumpun kesehatan—termasuk kedokteran, pendidikan dokter, ilmu keperawatan, dan farmasi—mendominasi pilihan. Setelahnya, prodi teknik dan hukum menjadi pilihan utama berikutnya. Berikut rincian beberapa prodi teratas:
• Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan, Institut Teknologi Bandung: 2.022 pendaftar, 95 diterima.
• Pendidikan Dokter, Universitas Indonesia: 1.943 pendaftar, 60 diterima.
• Kedokteran, Universitas Gadjah Mada: 1.899 pendaftar, 53 diterima.
• Sekolah Teknik Elektro dan Informatika-Komputasi, Institut Teknologi Bandung: 1.847 pendaftar, 52 diterima.
• Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara, Institut Teknologi Bandung: 1.621 pendaftar, 76 diterima.
• Farmasi, Universitas Padjadjaran: 1.621 pendaftar, 50 diterima.
• Ilmu Keperawatan, Universitas Padjadjaran: 1.603 pendaftar, 58 diterima.
• Kedokteran, Universitas Airlangga: 1.546 pendaftar, 63 diterima.
• Hukum, Universitas Diponegoro: 1.530 pendaftar, 184 diterima.
• Ilmu Hukum, Universitas Indonesia: 1.420 pendaftar, 114 diterima.
Selain prodi kesehatan, teknik, dan hukum, banyak pelajar juga memilih jurusan lain yang menawarkan peluang karier luas. Semua data ini mencerminkan preferensi yang beragam di kalangan calon mahasiswa.
Di sisi lain, 4 kampus keguruan muncul di Top 10 PTN favorit untuk jalur SNBP 2026. Keempat kampus ini, yang berasal dari Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP), menunjukkan peminat tinggi di daerah masing-masing. Peringkat dan jumlah peminatnya adalah sebagai berikut:
• Universitas Pendidikan Indonesia (UPI): 53.311 peminat.
• Universitas Negeri Surabaya (Unesa): 53.237 peminat.
• Universitas Negeri Semarang (Unnes): 41.556 peminat.
• Universitas Sebelas Maret (UNS): 40.042 peminat.
Menurut Prof Eduart Wolok, animo tinggi ini dipengaruhi oleh lokasi kampus yang berada di provinsi dengan kepadatan penduduk tinggi, yakni Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah. Ia menambahkan bahwa meskipun dikenal menyediakan pendidikan tinggi terkait keguruan, kampus-kampus ini juga bertransformasi menjadi universitas dengan prodi lebih beragam, termasuk kedokteran. “Ini mengindikasikan bahwasannya kualitas perguruan tinggi di Indonesia semakin merata dan itu bisa dilihat dari animo pendaftar yang juga makin merata,” ujarnya.
Di antara siswa yang lolos SNBP 2026, 64.471 siswa juga terdaftar di Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. Dari jumlah tersebut, 33.045 siswa memenuhi syarat KIP Kuliah tahun ini.
Menurut Prof Sandro Mihradi, Plt Kepala Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan (PPAPT) Kemdiktisaintek, siswa yang lolos SNBP 2026 dan terdaftar KIP Kuliah harus mendaftar ulang di PTN penerima. Setelah itu, mereka menunggu proses verifikasi dan validasi kampus masing-masing berdasarkan dokumen pendaftaran. Pihak kampus dapat melakukan proses tersebut melalui visitasi atau wawancara. “Memang metodenya diserahkan kepada masing-masing perguruan tinggi negeri. Namun tentu saja ini sesuai dengan data yang memang mereka upload, mereka masukkan ke dalam sistem,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa tahapan verifikasi dan validasi bertujuan memastikan penerima benar-benar berhak mendapat bantuan biaya uang kuliah tunggal (UKT) dan tunjangan hidup. “Jadi verifikasi dan validasi ini sebenarnya salah satu bentuk kehati‑kita juga untuk mengkonfirmasi, memastikan bahwa memang kita ini tetap tepat sasaran,” tambahnya.
Dengan data yang transparan dan proses yang terstruktur, SNBP 2026 menunjukkan bahwa jalur seleksi berbasis prestasi semakin solid dalam menyalurkan kesempatan pendidikan tinggi bagi pelajar Indonesia. Proses verifikasi KIP Kuliah menambah lapisan kepercayaan bahwa bantuan keuangan akan sampai kepada yang berhak. Sementara itu, keberagaman prodi yang diminati, baik di bidang kesehatan, teknik, hukum, maupun pendidikan, mencerminkan dinamika aspirasi generasi muda dalam mencari karier dan kontribusi bagi bangsa.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Garuda Indonesia Ubah Sistem Bagasi per 1 September 2026
Marc Marquez Pole di MotoGP Jerman, Bezzecchi Cedera
Warga Malang Mulai Borong Alat Tulis Jauh Sebelum Sekolah
Ledakan Toko Bangunan di Purwakarta, Satu Tewas
Prabowo: 3-4 Tahun Lagi RI Bisa Hasilkan Bensin dari Tanaman
PS Bhayangkara Polda Babel Juara Umum Silat IPSI Cup
Sensus Ekonomi Aceh Capai 50 Persen, Tertinggi Nasional
Bos Robbak Bon Utang Karyawan, Restoran Malah Makin Laris
