Sofa Terlalu Dekat Dinding, Kurang Kenyamanan Interaksi

Dewi M. · 2 min baca · 1 jam lalu · 24 dibaca
Bisik.id
Sofa Terlalu Dekat Dinding, Kurang Kenyamanan Interaksi

Gambar atau konten salah?

Di banyak rumah, sofa sering diposisikan langsung menempel ke dinding. Ide ini muncul dari keinginan memaksimalkan ruang, namun para desainer interior menegaskan bahwa cara ini justru dapat menurunkan kenyamanan dan mengurangi kualitas interaksi antar penghuni.

“Sofa yang terlalu menempel ke dinding dapat menciptakan suasana ruang yang kurang hangat,” kata desainer interior Steph Schlegelmilch. Ia menegaskan bahwa posisi tersebut membuat jarak antar penghuni menjadi lebih jauh saat berinteraksi. Menurutnya, memberi sedikit ruang antara sofa dan dinding membuat area duduk terasa lebih intim, sehingga percakapan menjadi lebih nyaman dan akrab.

Konsep lain yang sering diangkat adalah 10‑Foot Conversation Circle atau Lingkaran Percakapan 10 Kaki. Catherine Staples menjelaskan bahwa aturan ini menyarankan agar area duduk berada dalam lingkaran berdiameter sekitar 10 kaki, atau kurang lebih 3 meter. Ketika orang duduk dengan jarak lebih dari tiga meter, percakapan cenderung menjadi kurang natural dan suasana ruangan terasa kurang hangat. Karena itu, penataan sofa sebaiknya mendukung kedekatan antar penghuni, bukan memperlebar jarak komunikasi.

Selain memfasilitasi interaksi, memberi sedikit jarak antara sofa dan dinding juga menciptakan ruang kosong di bagian belakang furnitur. Dalam prinsip feng shui, penataan seperti ini dianggap lebih baik, terutama jika di belakang sofa terdapat jendela. Untuk penerapannya tidak perlu terlalu jauh. Jarak sekitar 5 sentimeter sudah cukup. Jika ingin lebih menarik, ruang di belakang sofa bisa dimanfaatkan untuk meletakkan meja konsol kecil, rak dekoratif, atau hiasan lainnya.

Efek visual terhadap ukuran ruangan juga menjadi alasan penting. Abigail Ahern, desainer interior, menilai sofa yang tidak menempel ke dinding justru dapat membuat ruangan terasa lebih lapang. Ia berkata, “Saya akan sedikit cerewet dan mohon jangan menempelkan furnitur ke dinding, sekecil apa pun ruangannya. Jika Anda melakukannya, akan ada ruang kosong yang aneh di tengah, dan itu akan terasa tidak nyaman. Saya tahu ini terdengar tidak masuk akal, tetapi ruangan Anda akan terasa lebih besar jika Anda membiarkannya ‘bernapas’, dan menggeser sofa sedikit saja akan menciptakan keseimbangan yang lebih baik. Anda tidak akan lagi menonjolkan dimensi ruangan yang sempit,” jelasnya dikutip dari Homes and Gardens.

Namun, aturan ini bukan sesuatu yang mutlak. Pada hunian dengan ukuran sangat terbatas, misalnya ruangan berukuran 3 × 3 meter, menempelkan sofa ke dinding tetap menjadi pilihan yang masuk akal demi memaksimalkan ruang yang tersedia. Dalam situasi seperti itu, penataan yang lebih fleksibel dapat dipertimbangkan, seperti menggunakan sofa dengan desain yang lebih ramping atau mengatur furnitur lain secara vertikal.

Jika ukuran ruangan memungkinkan, cobalah menggeser sofa beberapa sentimeter dari dinding. Perubahan kecil ini dapat membuat ruangan terasa lebih luas, lebih seimbang, dan lebih nyaman untuk berkumpul bersama keluarga maupun tamu. Praktik sederhana ini juga dapat meningkatkan aliran energi dan menciptakan suasana yang lebih hangat.

Dengan menyesuaikan jarak sofa, rumah tidak hanya menjadi lebih estetis, tetapi juga lebih fungsional. Penataan yang memperhatikan jarak antar furnitur dapat mempermudah interaksi, menambah ruang visual, dan mengoptimalkan aliran energi dalam ruangan. Mempertimbangkan faktor-faktor ini akan membantu menciptakan ruang yang nyaman dan menyenangkan bagi semua penghuni.

sofa menempel dindingjarak antar penghunilingkaran percakapan 10 kakifeng shuiruang kosong

Komentar

Memuat komentar...