Sosmed Saat Makan, Kalori Naik: Penelitian Tunjukkan

Bayu K. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 71 dibaca
Bisik.id
Sosmed Saat Makan, Kalori Naik: Penelitian Tunjukkan

Gambar atau konten salah?

Medan - Makan sambil scrolling media sosial sudah menjadi kebiasaan banyak orang saat ini. Mulai dari membuka aplikasi media sosial saat makan siang hingga menonton video pendek sambil ngemil.

Padahal, sejumlah penelitian menunjukkan kebiasaan tersebut dapat memengaruhi cara otak merespons makanan.

Salah satu penelitian yang menarik berjudul Smartphone use while eating increases caloric ingestion dipublikasikan dalam jurnal Physiology & Behavior tahun 2019. Peneliti menemukan bahwa penggunaan smartphone saat makan berkaitan dengan peningkatan jumlah kalori yang dikonsumsi.

Studi tersebut menjelaskan bahwa ketika perhatian seseorang terpecah ke layar ponsel, otak menjadi kurang fokus terhadap proses makan. Akibatnya, seseorang bisa makan lebih banyak tanpa benar-benar menyadarinya.

Peneliti dalam studi itu juga menjelaskan distraksi saat makan membuat sinyal kenyang dari tubuh menjadi kurang diperhatikan. “Penggunaan smartphone saat makan dapat meningkatkan asupan kalori karena perhatian individu teralihkan dari proses makan. Individu menjadi kurang memperhatikan rasa lapar dan kenyang sehingga cenderung mengonsumsi makanan lebih banyak dibanding saat makan tanpa distraksi,” tulis studi tersebut.

Selain itu, peneliti menambahkan bahwa distraksi membuat proses makan berlangsung secara otomatis sehingga individu tidak sepenuhnya memperhatikan pengalaman makan yang sedang terjadi. “Ketika perhatian terpecah selama makan, individu menjadi kurang sadar terhadap jumlah makanan yang telah dikonsumsi. Distraksi membuat proses makan berlangsung secara otomatis sehingga individu tidak sepenuhnya memperhatikan pengalaman makan yang sedang terjadi,” tulis studi tersebut.

Kondisi ini membuat seseorang cenderung terus makan meski sebenarnya tubuh mulai merasa cukup. Fenomena ini dikenal sebagai distracted eating atau makan dalam kondisi terdistraksi. Saat perhatian terus tertuju ke layar ponsel, seseorang menjadi kurang fokus terhadap rasa dan jumlah makanan yang dimakan.

Sementara itu, penelitian lain berjudul A smartphone based attentive eating intervention for energy intake and weight loss dipublikasikan dalam International Journal of Behavioral Nutrition and Physical Activity membahas konsep attentive eating atau makan dengan penuh perhatian.

Penelitian menjelaskan attentive eating berkaitan dengan proses memperhatikan makanan yang dikonsumsi dan mengingat pengalaman makan. “Attentive eating melibatkan perhatian terhadap makanan yang dikonsumsi serta mengingat pengalaman makan. Fokus terhadap makanan dinilai penting untuk membantu individu mengenali rasa kenyang dan memahami seberapa banyak makanan yang telah dikonsumsi,” tulis jurnal tersebut.

Sebaliknya, saat perhatian terus teralihkan ke ponsel, proses tersebut dapat terganggu. Hal inilah yang dinilai dapat membuat seseorang masih ingin ngemil meski baru saja makan.

Kebiasaan makan sambil scrolling sebenarnya bukan hanya soal bermain HP saat makan. Lebih dari itu, fenomena ini menunjukkan bagaimana teknologi perlahan memengaruhi hubungan manusia dengan makanan.

Karena itu, sejumlah ahli mulai menyarankan kebiasaan mindful eating atau makan dengan sadar, misalnya dengan mengurangi penggunaan ponsel saat makan dan lebih memperhatikan makanan yang dikonsumsi.

Artikel ini ditulis oleh Laila Syakira peserta program Maganghub Kemnaker di detikom (nkm/nkm).

Dari hasil penelitian, jelas bahwa penggunaan ponsel saat makan dapat meningkatkan asupan kalori, sementara pendekatan mindful eating dapat membantu mengontrol konsumsi. Perubahan sederhana, seperti menurunkan perhatian pada layar, dapat memengaruhi kebiasaan makan sehari‑harinya.

makan terdistraksipenggunaan smartphone saat makankalorimindful eatingmakan dengan penuh perhatianperhatian

Komentar

Memuat komentar...