SPMB SMA Bogor 2026/27 Dimulai Daring, Kuota Lokal Prioritasi

Dewi M. · 5 min baca · 1 bulan lalu · 488 dibaca
Bisik.id
SPMB SMA Bogor 2026/27 Dimulai Daring, Kuota Lokal Prioritasi

Gambar atau konten salah?

Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat SMA di Kota Bogor untuk tahun ajaran 2026/2027 resmi dimulai secara daring melalui portal Pusat Informasi SPMB Jabar. Portal ini menjadi satu-satunya tempat calon siswa dapat mendaftar, memverifikasi data, dan mengikuti tahapan seleksi.

Wakil Ketua DPRD Kota Bogor sekaligus Koordinator Komisi IV, M. Rusli Prihatevy, menegaskan bahwa DPRD mendukung program Sekolah Maung. Namun ia menambahkan catatan kritis: kuota penerimaan dan domisili harus diprioritaskan bagi warga Kota Bogor. “DPRD Kota Bogor mengawal persiapan program gagasan Pemerintah Provinsi Jawa Barat ini agar tidak merugikan masyarakat lokal,” kata Rusli pada hari Jumat, 29 Mei 2026.

Rusli menekankan perlunya pembatasan agar Sekolah Maung di wilayahnya tidak didominasi oleh calon peserta didik dari luar kota. “Karena Sekolah Maung menerapkan standar seleksi berbasis akademik, prestasi, dan nilai IQ, DPRD mengkhawatirkan berkurangnya porsi atau bahkan hilangnya jalur zonasi reguler,” ujarnya.

Ketua Komisi IV, Fajar Muhammad Nur, mengajak warga Kota Bogor yang memiliki prestasi, baik di bidang akademik maupun nonakademik, untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan ini. Ia menegaskan, “Kami mengajak seluruh warga Kota Bogor, khususnya anak-anak kita yang berprestasi dan membanggakan, agar segera mendaftarkan diri ke Sekolah Maung. Ini adalah kesempatan emas untuk mendapatkan pendidikan terbaik yang didukung oleh apresiasi atas kerja keras mereka selama ini.”

Fajar menyoroti bahwa jalur prestasi memiliki porsi kuota yang cukup besar pada SPMB tahun ini, yakni mencapai 30 %. Ia mendorong orang tua dan pihak sekolah asal untuk aktif mendampingi calon murid baru dalam proses administrasi.

Jalur prestasi, menurut Fajar, menjadi bentuk apresiasi nyata bagi siswa dengan nilai rapor terbaik serta mereka yang memiliki piagam kejuaraan yang tervalidasi atau terkurasi oleh instansi berwenang.

Tahapan dan Jadwal Pendaftaran SPMB SMA 2026/2027

  1. Pemetaan Calon Murid Baru (CMB) dan verifikasi pendaftaran melalui sekolah asal dimulai pada 29 Mei hingga 8 Juni 2026, dengan pengumuman tahap pada 12 Juni 2026.
  2. Pendaftaran dan Verifikasi Tahap 1 berlangsung dari 15 hingga 19 Juni 2026. Hasilnya diumumkan pada 25 Juni 2026. Bagi siswa yang dinyatakan lolos, proses daftar ulang wajib dilakukan pada 26‑29 Juni 2026.
  3. Pendaftaran dan Verifikasi Tahap 2 dibuka mulai 30 Juni hingga 6 Juli 2026. Hasil kelulusan tahap kedua diumumkan pada 10 Juli 2026, diikuti agenda daftar ulang pada 13‑14 Juli 2026.

“Bagi calon murid baru lulusan tahun sebelumnya atau yang berasal dari luar Provinsi Jawa Barat, pendaftaran dapat dilakukan sesuai jadwal PCMB dengan mendatangi langsung sekolah tujuan,” ujar Fajar.

Empat Jalur Masuk dan Porsi Kuota Penerimaan

SPMB SMA tahun 2026 menyediakan empat jalur masuk utama dengan pembagian porsi kuota sebagai berikut:

  • Jalur domisili (35 %) – diprioritaskan bagi siswa berdasarkan kedekatan jarak antara rumah tinggal dengan sekolah tujuan.
  • Jalur prestasi (30 %) – mengapresiasi nilai rapor terbaik serta kejuaraan akademik maupun nonakademik.
  • Jalur afirmasi (30 %) – diperuntukkan bagi keluarga dengan ekonomi tidak mampu (KETM) dan murid berkebutuhan khusus.
  • Jalur mutasi (5 %) – untuk perpindahan tugas orang tua/wali atau kuota khusus instansi.

Para peserta diminta melengkapi dokumen persyaratan umum seperti Ijazah SMP/sederajat (atau Surat Keterangan Lulus), Akta Kelahiran/Kartu Identitas Anak (maksimal usia 21 tahun), KTP orang tua, serta Kartu Keluarga (KK). Selain itu, orang tua wajib menyertakan Surat Tanggung Jawab Mutlak (STJM) atau pakta integritas mengenai keaslian dokumen.

Untuk jalur prestasi, calon peserta wajib melampirkan piagam lomba atau surat keterangan OSIS yang telah divalidasi pemerintah provinsi atau dikurasi oleh Kemdikbud, dengan masa terbit maksimal 3 tahun sebelum pendaftaran.

Proses pemetaan akan dilaksanakan secara kolektif oleh SMP/MTs asal melalui pembuatan akun, input data mandiri, pengukuran jarak otomatis berbasis IT, hingga verifikasi oleh satuan pendidikan tujuan. Seluruh informasi resmi dan proses pendaftaran daring dapat diakses secara transparan melalui laman portal resmi di https://maung.spmb.jabarprov.go.id.

Anggota Komisi IV, Rozi Putra, menambahkan bahwa Sekolah Maung di Jawa Barat resmi membuka pendaftaran, termasuk di Kota Bogor melalui SMAN 1 Kota Bogor dan SMKN 3 Kota Bogor.

“Secara prinsip, kami mengapresiasi hadirnya program Sekolah Maung ini. Konsep program ini menarik karena berupaya menyiapkan sekolah unggulan bagi anak-anak yang memiliki potensi, prestasi akademik, maupun prestasi nonakademik,” ucap Rozi.

Ia menekankan analogi menanam: “Ibarat menanam, tentu kita perlu mencari dan menyeleksi benih terbaik, lalu menanamnya di media yang juga terbaik, agar kelak menghasilkan generasi yang unggul.”

Namun demikian, Rozi menegaskan bahwa program yang baik tetap harus dijalankan dengan perencanaan yang matang, transparan, dan berkeadilan. “Jangan sampai niat baik untuk melahirkan sekolah unggulan justru menimbulkan persoalan baru di masyarakat.”

Rozi memberikan tiga catatan penting:

  1. Jika Sekolah Maung di SMAN 1 dan SMKN 3 terbuka bagi calon peserta didik lintas daerah, maka harus dipastikan bahwa anak-anak Kota Bogor tidak tersisihkan. Hal ini penting karena pada skema SPMB reguler tahun-tahun sebelumnya, SMAN 1 dan SMKN 3 menjadi tujuan banyak siswa Kota Bogor. Ketika statusnya berubah menjadi Sekolah Maung, tentu ada konsekuensi terhadap daya tampung dan akses bagi siswa lokal.
  2. Program Sekolah Maung tidak dimulai dari sekolah baru atau sekolah yang sedang dikembangkan, misalnya SMA Negeri 11 di Kayumanis. Jika dimulai dari sekolah baru, program ini bisa menjadi terobosan yang lebih genuin. Tidak mengganggu sistem reguler yang sudah berjalan, tidak mengurangi ruang akses masyarakat terhadap sekolah yang selama ini menjadi tujuan, dan sekaligus melahirkan sekolah unggulan baru di Kota Bogor.
  3. Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Dinas Pendidikan harus memastikan seluruh informasi teknis mengenai proses penerimaan disampaikan secara terbuka dan mudah dipahami masyarakat. Mulai dari kuota rombel, jalur seleksi, bobot penilaian, persyaratan, mekanisme pendaftaran, hingga alternatif bagi siswa yang tidak lolos. Pengumuman Sekolah Maung dijadwalkan pada 8 Juni. Karena itu, harus dipastikan siswa yang tidak lolos tetap memiliki waktu dan kesempatan yang aman untuk mengikuti SPMB tahap berikutnya.

“Kami berharap program ini harus benar-benar menjadi wadah lahirnya generasi unggul, tetapi tetap berpijak pada prinsip keadilan, keterbukaan, dan keberpihakan kepada anak-anak Kota Bogor,” ujarnya.

Karena itu, ia bersama Komisi IV DPRD Kota Bogor akan terus mengawal agar pelaksanaan Sekolah Maung di SMAN 1 Kota Bogor dan SMKN 3 Kota Bogor berjalan transparan, objektif, dan tidak menimbulkan dampak negatif terhadap akses pendidikan masyarakat Kota Bogor.

Program Sekolah Maung menandai langkah penting dalam penyediaan pendidikan unggulan di Jawa Barat. Dengan kuota yang signifikan untuk prestasi dan domisili, serta sistem verifikasi yang terintegrasi, diharapkan siswa berprestasi dan warga lokal dapat memanfaatkan peluang ini. Keberhasilan program ini akan bergantung pada pelaksanaan yang adil, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

SPMBSekolah MaungKota Bogorjalur prestasidomisilikuotaportal Pusat Informasi SPMB Jabar

Komentar

Memuat komentar...