SPMB SMP Karawang 2026: 9 Jalur, Buka Pendaftaran 17-19 Juni
Gambar atau konten salah?
Karawang, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Karawang mengumumkan bahwa untuk tahun 2026 akan ada sembilan jalur dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Para orang tua diminta mulai mempersiapkan diri.
“Penerimaan siswa baru untuk tingkat SMP Negeri di Karawang akan dibuka pada 17 Juni sampai 19 Juni 2026,” ujar Kepala Disdikbud Karawang, Wawan Setiawan, saat diwawancarai di Kantor Setda Karawang pada 9 Juni 2026.
Wawan menjelaskan bahwa tahun ini terdapat sembilan jalur penerimaan yang bisa dipilih oleh calon siswa. Pembagian kuotanya telah diatur secara rinci untuk mengakomodasi berbagai kebutuhan masyarakat.
Rincian sembilan jalur masuk SMP di Karawang tahun 2026:
- Jalur Domisili Kewilayahan: 40 persen
- Jalur Keluarga Ekonomi Tidak Mampu (KETM): 15 persen
- Jalur Prestasi Kejuaraan: 13 persen
- Jalur Domisili Jarak: 10 persen
- Jalur Nilai Rapor: 10 persen
- Jalur Disabilitas Fisik dan Disleksia: 5 persen
- Jalur Anak Guru dan Tenaga Kependidikan: 3 persen
- Jalur Mutasi/Pindahan Luar Karawang: 2 persen
- Jalur Prestasi Penghargaan: 2 persen
“Dalam waktu dekat, penerimaan siswa baru tingkat SMP Negeri akan dibuka. Jadi bagi orang tua siswa diharapkan bersiap-siap, sehingga tidak terlambat untuk mendaftarkan anak-anaknya ke sekolah,” tambahnya.
Proses pendaftaran akan dilaksanakan secara daring melalui situs resmi yang disediakan oleh Disdikbud Karawang. Dokumen penting yang wajib disiapkan antara lain Kartu Keluarga (KK), ijazah atau surat keterangan lulus, rapor siswa lima semester terakhir, serta dokumen pendukung lainnya sesuai jalur yang dipilih. Berkas-berkas tersebut harus diunggah melalui link yang disediakan sesuai jalur yang dipilih.
Setelah pendaftaran ditutup, pengumuman kelulusan dijadwalkan akan dirilis tiga hari kemudian, tepatnya pada 19 Juni 2026. Wawan berharap seluruh tahapan pendaftaran tahun ini berjalan lancar tanpa kendala teknis. Ia juga mengimbau agar orang tua siswa memahami mekanisme pendaftaran secara utuh agar tidak terjadi kekeliruan saat proses input data.
“Kami harap tahapan ini berjalan lancar, sekaligus mengimbau setiap wali murid yang mengalami kendala teknis, segera berdiskusi dengan masing-masing operator sekolah supaya tidak terjadi proses kekeliruan saat mengupload data,” pungkasnya.
Dengan sistem yang terstruktur ini, Karawang berupaya memastikan proses penerimaan siswa baru berlangsung adil dan terorganisir, memberi kesempatan bagi semua calon siswa sesuai dengan jalur yang mereka pilih.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SDN 2 Salakaria: 32 Murid, 8 Guru, Semangat Belajar Tak Padam
Tasikmalaya Siaga Darurat Kekeringan hingga September
Petani Indramayu Bangga Garap Sawah, Biayai Kuliah Anak Hingga Sarjana
Dedi Mulyadi Temukan 11 Perusahaan Kapur Ilegal di Cipatat
Kebakaran di Ciamis Hanguskan Bangunan Berisi Enam Usaha
Belasan ASN di Pangandaran Bercerai, Judi Online Jadi Pemicu
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
