Stadion Wibawa Mukti Kembali Dilirik Klub Liga 1
Gambar atau konten salah?
Angin puting beliung yang menerjang Cikarang pada Oktober 2024 meninggalkan kerusakan parah di Stadion Wibawa Mukti. Kini, hampir dua tahun kemudian, stadion kebanggaan Kabupaten Bekasi itu perlahan bangkit. Progres renovasi sudah tembus 77,8 persen.
Biaya perbaikannya mencapai Rp40,7 miliar. Target penyelesaian seluruh pekerjaan adalah September 2026. Klub-klub Liga 1 mulai melirik stadion ini sebagai kandang untuk musim 2026/2027. Mereka mungkin sudah tidak sabar.
Apa saja yang diperbaiki? Banyak. Lapangan, tribun penonton, ruang ganti pemain, area ofisial, sampai mess pemain — semuanya dibenahi. Standar kompetisi profesional jadi patokan. Pemain, wasit, ofisial, dan suporter diharapkan bisa nyaman.
Stadion Wibawa Mukti bukan tempat baru bagi sepak bola nasional. Sebelum rusak, stadion ini sudah beberapa kali menjadi tuan rumah pertandingan Liga 1. Bahkan ajang internasional pernah digelar di sini. Rekam jejaknya cukup panjang.
Sekarang lokasi jadi nilai jual. Stadion ini berada di Cikarang, dekat Jakarta. Akses tol memudahkan siapa pun datang. Basis penonton besar ada di sekitar sana — wilayah penyangga ibu kota penuh potensi. Itu yang membuat klub-klub tertarik.
Ketertarikan klub Liga 1 menjadi sinyal bagus. Stadion sempat tidak dipakai selama perbaikan. Kini mulai bersaing lagi. Jika semua beres pada September 2026, aktivitas sepak bola di Bekasi bakal hidup kembali. Pertandingan ramai, atmosfer tercipta.
Dampaknya tidak hanya untuk olahraga. Ekonomi lokal bisa ikut bergerak. Suporter datang, jajanan laris, penginapan penuh. Masyarakat sekitar bisa merasakan manfaat. Stadion yang baik memang bisa menggerakkan banyak hal.
Progres renovasi Stadion Wibawa Mukti sudah hampir 78 persen, dengan anggaran Rp40,7 miliar dan target rampung September 2026. Kerusakan akibat angin puting beliung pada Oktober 2024 memicu perbaikan besar-besaran. Kini, setelah sempat vakum, stadion di Cikarang itu kembali dilirik klub Liga 1. Lokasi dekat Jakarta dan akses tol jadi daya tarik, selain pengalaman sebelumnya sebagai tuan rumah pertandingan nasional dan internasional. Kehadirannya diharapkan tak hanya menghidupkan sepak bola, tapi juga perekonomian lokal. Ini bukan sekadar renovasi — ini pemulihan satu pusat kegiatan. Tapi ya, tinggal menunggu waktu sampai semua benar-benar selesai.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Odegaard Puji Rice Jelang Norwegia Vs Inggris
Courtois Peringatkan Belgia: Satu Orang Tak Cukup Hentikan Yamal
Swiss Akhiri Kutukan Adu Penalti, Lolos ke Perempatfinal
Persela Rekrut Bek Syukron, Target Promosi
Amorim Tegas: Modric Tetap di AC Milan
Odegaard: Norwegia Underdog, Tapi Siap Lawan Inggris
Berita Terbaru
Antartika Simpan Tengkorak Wanita dari Abad 19
Pemprov Sumsel Bentuk Satgas Berantas Mafia BBM Subsidi
Trump Balas Iran, Serang Bandar Abbas dan Chabahar
Doa Rosario Kamis: Peristiwa Terang Lengkap
Gempa M5,0 Guncang Polman, Terasa hingga Makassar
BMKG: Sebagian Besar Jawa Tengah Berawan pada Kamis
Perjalanan Wuling: Dari Traktor hingga Mobil Listrik
Dosen Unair Tertekan Usai Buka Suara di MK
Miliarder Bryan Johnson Didiagnosis Lambung 'Memakan' Dirinya
