Trump Balas Iran, Serang Bandar Abbas dan Chabahar
Gambar atau konten salah?
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memerintahkan serangan militer baru ke Iran. Langkah ini menimbulkan pertanyaan karena sebelumnya kedua negara sudah sepakat untuk berdamai.
"Ini sebagai pembalasan atas pengeboman kapal kemarin oleh Iran," kata Trump dalam unggahan di Truth Social. "Jika itu terjadi lagi, akan jauh lebih buruk!"
Media pemerintah Iran melaporkan ledakan di beberapa titik di sepanjang pantai selatan negara itu. Ini terjadi setelah Komando Pusat AS (CENTCOM) mengumumkan gelombang serangan baru. Pesawat tempur terdengar di atas Pulau Kish. Ledakan mengguncang kota-kota pelabuhan seperti Bandar Abbas, Konarak, dan Chabahar. Sebagian wilayah di sana kehilangan aliran listrik.
Di tengah perintah pembalasan terhadap Teheran, Trump mengatakan sebelumnya ia berharap eskalasi militer terbaru ini akan segera berakhir. Ia juga membuka pintu untuk pembicaraan lebih lanjut.
CENTCOM menyatakan serangan itu bertujuan melemahkan kemampuan pasukan Iran "untuk mengancam kebebasan navigasi" di selat tersebut. Selat itu biasanya dilalui oleh seperlima minyak dan gas alam cair dunia.
"Amerika Serikat meminta pertanggungjawaban Iran atas agresi yang tidak beralasan baru-baru ini terhadap pelayaran komersial," kata CENTCOM di X.
Serangan ini terjadi setelah periode singkat di mana kedua negara sepakat berdamai. Trump mengklaim serangan itu sebagai respons langsung atas pengeboman kapal oleh Iran. Namun, ia juga menyiratkan keinginan untuk mengakhiri konflik dan kembali ke meja perundingan. Ledakan di beberapa kota pelabuhan Iran menunjukkan bahwa serangan itu tidak terbatas pada satu lokasi saja. Gangguan listrik di beberapa daerah menambah dampak langsung dari serangan tersebut. Selat yang menjadi fokus perhatian merupakan jalur krusial bagi pasokan energi global.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kapolri Duduk Bareng Pecalang dan Ojol di Bali
Sensatia Raih Sertifikasi Bebas Kekejaman dari Cruelty Free International
Kampung Gelgel Klungkung tak punya calon kades
Bangkai Paus di Pantai Perancak Kembali Muncul
Ledakan Tabung Gas Hanguskan Warung Bakso, Tiga Luka Bakar
Klungkung Kekurangan 8.300 PJU, Nusa Penida Paling Parah
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
