Swiss Akhiri Kutukan Adu Penalti, Lolos ke Perempatfinal
Gambar atau konten salah?
Pertandingan sengit antara Swiss dan Kolombia di Vancouver Stadium berakhir dengan kemenangan dramatis bagi Swiss. Laga yang berlangsung pada Rabu, 08 Juli 2026 dini hari WIB itu harus ditentukan melalui adu penalti setelah skor tetap 0-0 selama 120 menit.
Di babak tos-tosan, Swiss keluar sebagai pemenang dengan skor 4-3. Penalti Ruben Vargas yang masuk ke gawang Kolombia menjadi penentu kemenangan. Hasil ini membawa Swiss melaju ke perempatfinal Piala Dunia 2026 dan akan berhadapan dengan Argentina.
Kemenangan ini terasa istimewa bagi Swiss. Bukan hanya karena mereka lolos ke babak delapan besar, tetapi juga karena untuk pertama kalinya Nati—julukan timnas Swiss—berhasil memenangi adu penalti di Piala Dunia. Sebelumnya, Swiss selalu kalah dalam babak penalti di turnamen ini. Pada 2006, mereka tersingkir oleh Ukraina melalui adu penalti.
Terakhir kali Swiss menjejakkan kaki di perempatfinal Piala Dunia adalah pada 1954. Saat itu, jumlah peserta turnamen masih 16 tim. Jadi, pencapaian ini memutus penantian panjang selama 72 tahun.
Kemenangan ini juga mengakhiri "kutukan" adu penalti bagi Swiss. Dari enam kesempatan adu penalti sebelumnya, Swiss hanya menang sekali, yaitu saat melawan Prancis di Euro 2020. Pelatih Swiss, Murat Yakin, tentu ingat betul kekalahan pahit 20 tahun lalu. Saat itu, Murat bersama kakaknya, Hakan, menjadi andalan Swiss ketika mereka disingkirkan Ukraina.
"Anda sedang dalam tensi tinggi dan tidak tahu harus berbuat apa. Ini butuh perjuangan luar biasa. Kepandaian dan kesabaran juga. Lalu kami akhirnya bisa mematahkan kutukan adu penalti. Saya turut bahagia untuk semuanya—pemain, staf, fans di rumah," ujar Murat seperti dikutip ESPN.
"Emosi luar biasa. Perasaan selama adu penalti itu luar biasa, tidak bisa dijelaskan. Angkat topi untuk Kobel juga; dia bermain fantastis. Tidak ada yang mau mendengar instruksi saya, tapi ternyata sukses juga," tambahnya.
Kemenangan ini menjadi bukti bahwa Swiss mampu bangkit dari kegagalan masa lalu. Dengan semangat dan kerja keras, mereka berhasil mematahkan rekor buruk di adu penalti dan melangkah ke babak yang lebih tinggi di Piala Dunia 2026.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Rahasia Scrambled Egg Super Lembut Tanpa Susu dari Chef
Bocoran Samsung Galaxy A18 Muncul, Desain Kamera Lebih Rata
Enola Holmes 3 Langsung Puncaki Netflix Global
DPRD Tegaskan Hanya Kaji, Bukan Ganti Nama Jabar
Makam Tokoh Desa di Pekarangan Masjid Kudus Picu Protes Warga
Persela Rekrut Bek Syukron, Target Promosi
Dokter Anak: Warga Sekitar TPA Jatiwaringin Harus Segera Mengungsi
McLaren 720S Terbelah Dua di Solo, Pengemudi Ngaku Tak Ngebut