Miliarder Bryan Johnson Didiagnosis Lambung 'Memakan' Dirinya
Gambar atau konten salah?
Seorang miliarder asal Amerika Serikat yang dikenal dengan program panjang umurnya, Bryan Johnson, baru-baru ini membuat geger media sosial. Ia mengaku didiagnosis menderita autoimmune gastritis. Kondisi ini sering digambarkan secara dramatis sebagai saat lambung "memakan" dirinya sendiri.
Dr Shankar Zanwar, konsultan senior gastroenterologi dari Gleneagles Hospital, Mumbai, menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Autoimmune gastritis adalah kondisi kronis. Sistem kekebalan tubuh seseorang keliru dan mulai menyerang sel-sel parietal di lambung. Sel-sel ini sangat penting. Mereka bertanggung jawab memproduksi asam lambung dan zat lain yang dibutuhkan tubuh untuk menyerap vitamin B12.
"Penyebab pastinya belum dipahami sepenuhnya," kata Dr. Zanwar. Namun, ia meyakini ini adalah kombinasi dari faktor genetik dan sistem imun yang tidak berfungsi dengan baik. Bukan semata-mata karena makanan. "Inilah mengapa seseorang tetap bisa terkena penyakit ini meskipun sudah mengonsumsi makanan bergizi, makan daging, atau menjaga gaya hidup sehat termasuk berjemur," tambahnya.
Dr Pradeep Mahajan, peneliti kedokteran regeneratif dari Stemrx Hospital and Research Center, setuju. Ia menekankan bahwa apa yang dialami Bryan Johnson adalah pengingat. Protokol panjang umur memang bertujuan mengurangi risiko penyakit. Tapi tidak bisa menghilangkannya sepenuhnya.
"Pada autoimmune gastritis, imun menyerang sel penghasil asam lambung. Akibatnya, penyerapan zat besi dan vitamin B12 menjadi buruk," jelas Dr Mahajan. "Ini alasan mengapa seseorang bisa makan banyak daging tetapi kadar feritinnya tetap rendah selama bertahun-tahun. Masalahnya ada pada penyerapan, bukan pada apa yang dimakan."
Tanda awal penyakit ini sering kali berupa defisiensi zat besi yang terus-menerus. Atau kadar feritin yang rendah secara konsisten. Bahkan pada orang yang rajin makan makanan kaya zat besi. Berkurangnya asam lambung akan merusak proses penyerapan zat besi. Ini terjadi jauh sebelum gejala kekurangan vitamin B12 muncul.
Jika dibiarkan tanpa penanganan, penyakit ini bisa memicu komplikasi serius dalam jangka panjang. Beberapa di antaranya adalah:
- Anemia parah, kelemahan fisik, dan kelelahan kronis.
- Gejala gangguan saraf akibat tubuh kekurangan vitamin B12.
- Meningkatnya risiko pertumbuhan polip lambung hingga kanker lambung.
Kasus Bryan Johnson menunjukkan bahwa bahkan dengan gaya hidup yang sangat terkontrol sekalipun, faktor genetik dan sistem imun tetap bisa berperan besar. Penyakit ini menyerang proses penyerapan nutrisi, bukan sekadar asupan makanan. Jadi, seseorang bisa makan dengan sangat baik namun tetap kekurangan zat besi atau vitamin B12 karena tubuhnya tidak mampu menyerapnya dengan benar.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kasus COVID-19 China Melonjak Tiga Kali Lipat pada Juni 2026
Alasan Australia Tolak Daun Kelor sebagai Pangan Sehari-hari
Gelombang Panas Tewaskan 2.700 Orang di Inggris & Wales
Menu Makan Harry Kane: Salmon, Nasi, dan Salad
Uji Ketajaman Mata: Temukan Objek Tersembunyi
7 Makanan Atasi Wajah Bengkak Tanpa Diet Ekstrem
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
