Miliarder Bryan Johnson Didiagnosis Lambung 'Memakan' Dirinya

Jaka M. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Miliarder Bryan Johnson Didiagnosis Lambung 'Memakan' Dirinya

Gambar atau konten salah?

Seorang miliarder asal Amerika Serikat yang dikenal dengan program panjang umurnya, Bryan Johnson, baru-baru ini membuat geger media sosial. Ia mengaku didiagnosis menderita autoimmune gastritis. Kondisi ini sering digambarkan secara dramatis sebagai saat lambung "memakan" dirinya sendiri.

Dr Shankar Zanwar, konsultan senior gastroenterologi dari Gleneagles Hospital, Mumbai, menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Autoimmune gastritis adalah kondisi kronis. Sistem kekebalan tubuh seseorang keliru dan mulai menyerang sel-sel parietal di lambung. Sel-sel ini sangat penting. Mereka bertanggung jawab memproduksi asam lambung dan zat lain yang dibutuhkan tubuh untuk menyerap vitamin B12.

"Penyebab pastinya belum dipahami sepenuhnya," kata Dr. Zanwar. Namun, ia meyakini ini adalah kombinasi dari faktor genetik dan sistem imun yang tidak berfungsi dengan baik. Bukan semata-mata karena makanan. "Inilah mengapa seseorang tetap bisa terkena penyakit ini meskipun sudah mengonsumsi makanan bergizi, makan daging, atau menjaga gaya hidup sehat termasuk berjemur," tambahnya.

Dr Pradeep Mahajan, peneliti kedokteran regeneratif dari Stemrx Hospital and Research Center, setuju. Ia menekankan bahwa apa yang dialami Bryan Johnson adalah pengingat. Protokol panjang umur memang bertujuan mengurangi risiko penyakit. Tapi tidak bisa menghilangkannya sepenuhnya.

"Pada autoimmune gastritis, imun menyerang sel penghasil asam lambung. Akibatnya, penyerapan zat besi dan vitamin B12 menjadi buruk," jelas Dr Mahajan. "Ini alasan mengapa seseorang bisa makan banyak daging tetapi kadar feritinnya tetap rendah selama bertahun-tahun. Masalahnya ada pada penyerapan, bukan pada apa yang dimakan."

Tanda awal penyakit ini sering kali berupa defisiensi zat besi yang terus-menerus. Atau kadar feritin yang rendah secara konsisten. Bahkan pada orang yang rajin makan makanan kaya zat besi. Berkurangnya asam lambung akan merusak proses penyerapan zat besi. Ini terjadi jauh sebelum gejala kekurangan vitamin B12 muncul.

Jika dibiarkan tanpa penanganan, penyakit ini bisa memicu komplikasi serius dalam jangka panjang. Beberapa di antaranya adalah:

  • Anemia parah, kelemahan fisik, dan kelelahan kronis.
  • Gejala gangguan saraf akibat tubuh kekurangan vitamin B12.
  • Meningkatnya risiko pertumbuhan polip lambung hingga kanker lambung.

Kasus Bryan Johnson menunjukkan bahwa bahkan dengan gaya hidup yang sangat terkontrol sekalipun, faktor genetik dan sistem imun tetap bisa berperan besar. Penyakit ini menyerang proses penyerapan nutrisi, bukan sekadar asupan makanan. Jadi, seseorang bisa makan dengan sangat baik namun tetap kekurangan zat besi atau vitamin B12 karena tubuhnya tidak mampu menyerapnya dengan benar.

autoimmune gastritisBryan Johnsonlambungsistem imunpenyerapanzat besivitamin B12genetik

Komentar

Memuat komentar...