Stockbit-Bibit Kejar Talenta Teknologi Karena Ekspansi

Hendra M. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 30 dibaca
Bisik.id
Stockbit-Bibit Kejar Talenta Teknologi Karena Ekspansi

Gambar atau konten salah?

Pertumbuhan pesat platform investasi digital di Indonesia memicu permintaan besar akan tenaga ahli teknologi. Hal ini tampak dari upaya Stockbit dan Bibit yang terus menambah tim teknologi seiring bertambahnya pengguna dan transaksi di platform mereka.

Dalam persaingan industri rintisan yang ketat, kedua perusahaan ini tidak hanya mengejar pertumbuhan bisnis. Fokus mereka juga tertuju pada pengembangan sumber daya manusia di bidang teknologi dan produk digital.

Jhohanes Silalahi, HR Manager Stockbit dan Bibit, menyatakan bahwa perusahaan berusaha membangun lingkungan kerja yang mendukung talenta digital untuk maju. Lingkungan ini memungkinkan mereka ikut serta dalam pengembangan produk finansial yang dipakai banyak orang.

Menurutnya, banyak profesional teknologi mencari lebih dari sekadar tempat kerja. Mereka mencari ruang untuk belajar dan mencoba hal baru. Oleh karena itu, perusahaan memberikan kesempatan bagi tim untuk memiliki kepemilikan atas inovasi produk yang mereka buat.

"Para talenta terbaik umumnya mencari tempat untuk menciptakan sesuatu yang dampaknya luas. Di Stockbit dan Bibit, setiap orang punya kesempatan untuk berkembang sekaligus membantu misi memudahkan dan memperluas akses investasi bagi masyarakat Indonesia," katanya.

Suasana kerja di perusahaan ini disebut menyerupai ekosistem rintisan: bergerak cepat, banyak kolaborasi, dan sangat fokus pada kebutuhan pengguna. Tenaga ahli teknologi yang tertarik pada pasar modal bisa terlibat langsung. Mereka bisa ikut mengembangkan fitur, melakukan uji coba produk, hingga memperbaiki pengalaman pengguna di aplikasi investasi.

Perkembangan bisnis kedua platform ini juga mendorong kebutuhan akan tenaga kerja baru. Sebagai gambaran, total transaksi di Stockbit pada (01 Februari 2026) mencapai Rp 107 triliun. Angka ini meningkat sekitar 600% dibandingkan dengan Rp 17 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, Bibit mencatat lebih dari dua juta kali unduhan aplikasi sepanjang (01 Januari 2025). Platform tersebut mengelola sekitar 1,7 juta portofolio investasi yang aktif.

Dengan tren penggunaan investasi digital yang terus naik, permintaan tenaga ahli teknologi diperkirakan akan makin besar. Stockbit dan Bibit melihat peran para insinyur (engineer), manajer produk (product manager), hingga ilmuwan data (data scientist) akan sangat penting dalam menciptakan layanan investasi digital baru di Indonesia.

Platform investasi digital Stockbit dan Bibit terus memperluas tim teknologi seiring meningkatnya aktivitas pengguna. Perusahaan berfokus menciptakan lingkungan kerja yang dinamis untuk mendorong inovasi produk finansial. Pertumbuhan transaksi di Stockbit mencapai Rp 107 triliun pada (01 Februari 2026), sementara Bibit mengelola 1,7 juta portofolio aktif per (01 Januari 2025).

Investasi digitalTalenta teknologiStockbitBibitPengembangan produkPasar modalEkosistem startup

Komentar

Memuat komentar...