Strategy Tambah 24.869 BTC, Nilai 2 Miliar Rupiah Tahun 2026
Gambar atau konten salah?
Strategy baru saja menambah koleksi kripto mereka dengan membeli 24.869 Bitcoin (BTC) pada harga rata-rata USD 80.985 per keping. Transaksi ini bernilai lebih dari USD 2 miliar atau sekitar Rp 32 triliun, sehingga total aset kripto perusahaan mencapai 843.738 BTC. Pada harga pasar saat ini, di mana Bitcoin diperdagangkan di kisaran USD 76.574, kepemilikan Strategy diperkirakan bernilai USD 64,6 miliar atau lebih dari Rp 1.000 triliun.
Menurut data Bitbo, rata-rata harga pembelian Bitcoin oleh Strategy berada di angka USD 66.384,56 per keping. Artinya, meskipun harga Bitcoin saat ini sedikit mendingin dibandingkan puncak tertingginya, perusahaan ini masih meraup keuntungan (floating profit) yang sangat besar dari investasi mereka.
Bitcoin dirancang dengan batas maksimal 21 juta keping di seluruh dunia. Saat ini, sudah ada lebih dari 20 juta keping yang berhasil ditambang dan beredar. Dengan mengantongi lebih dari 843 ribu keping, Strategy secara sah menguasai lebih dari 4 persen dari total populasi Bitcoin yang ada di dunia.
Perjalanan investasi Strategy dimulai pada akhir tahun 2020, tidak lama setelah siklus lonjakan harga (bull run) besar pertama aset kripto tersebut pada akhir 2017. Kesuksesan mata uang digital ini makin meroket pada tahun 2021, meskipun baru pada akhir tahun 2024 lalu Bitcoin berhasil melewati USD 100.000. Harga BTC bahkan sempat menyentuh level tertinggi sepanjang masanya di angka hampir USD 125.000 pada musim gugur tahun lalu, sebelum akhirnya mengalami sedikit koreksi seperti saat ini.
Investasi Bitcoin memang telah terbukti menghasilkan kekayaan mendadak bagi banyak orang, terutama mereka yang masuk lebih awal dengan modal kecil atau menambang koin mereka sendiri saat harganya masih sangat murah. Tidak ada yang menyangka bahwa token digital acak ini akan meledak nilainya. Sebagai contoh, awal bulan ini viral seorang pengguna X yang berhasil memulihkan akses ke dompet Bitcoin-nya yang terkunci selama satu dekade menggunakan bantuan kecerdasan buatan (AI). Ia memiliki 5 BTC yang dibelinya pada tahun 2015 seharga USD 250 per keping. Karena lupa kata sandi akibat mabuk, koin tersebut tidak tersentuh selama 11 tahun. Kini, aset yang berhasil diselamatkan AI tersebut bernilai nyaris USD 400.000 (sekitar Rp 6,4 miliar), dikutip pada Selasa 19 Mei 2026.
Pengalaman ini menegaskan bahwa investasi awal dan kepemilikan jangka panjang dapat menghasilkan keuntungan signifikan, bahkan ketika pasar mengalami koreksi. Strategy menunjukkan pola investasi yang konsisten dan berorientasi masa depan, memanfaatkan lonjakan harga historis dan mempertahankan posisi dominan di pasar kripto. Keberhasilan mereka menyoroti pentingnya pemahaman mendalam tentang siklus harga dan nilai jangka panjang aset digital.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Fabiola Terjebak, Scammer Internasional Jangkau Sukoharjo
Ariston Luncurkan Pemanas Air Andris 3, Kamar Mandi Smart
Cisco Luncurkan Foundry Security Spec untuk Keamanan AI
Fabiola Pimpin Scam Internasional dengan Video Call Online
Ariston Pamer Andris 3: Water Heater Cerdas Kamar Mandi
Rupiah Menembus Rp 18.000 Pagi Saat Dolar Tembus 18k Indonesia
Berita Terbaru
Spanyol: Juara 2010, Kini Performa Tidak Konsisten
Jetour T1 i-DM: Hybrid Adaptif, 100 km Listrik Murni
Liverpool Pecat Pelatih Arne Slot, Van Dijk
Fabiola Terjebak, Scammer Internasional Jangkau Sukoharjo
MotoGP Hungaria 2026: Ducati Harapan Juara di Balaton Park
BRIN Buka Program DBR Mahasiswa Riset Semikonduktor
IHSG Turun, Rupiah Lemah di Tengah Ketidakpastian Global
