Stroke Tak Terduga pada Wanita 22 Tahun: Gejala Awal

Kartika D. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 89 dibaca
Bisik.id
Stroke Tak Terduga pada Wanita 22 Tahun: Gejala Awal

Gambar atau konten salah?

Seorang wanita berusia 22 tahun mengalami stroke yang tak terduga. Awalnya, gejalanya hanya berupa telinga berdenging, sebuah suara keras yang membuatnya tidak dapat menahan ketakutannya. “Sulit untuk mengabaikannya. Itu membuatku takut selama beberapa detik,” ujar Aubrey Hasley. Ia membandingkan bunyi itu dengan mikrofon yang terlalu dekat dengan pembicara, menghasilkan getaran berulang.

Suara itu berlangsung singkat, namun segera berubah menjadi sakit kepala. Karena memiliki riwayat migrain, Hasley tidak langsung panik. Ia pernah mengalami migrain dengan aura beberapa kali setahun, sehingga ia memutuskan untuk tidak keluar rumah dan berusaha tidur siang. “Saya merasa sangat pusing, sakit kepala saya semakin parah,” katanya. “Ruangan terasa berputar.”

Awalnya, Hasley mengira gejalanya vertigo. Namun, sebagai pekerja paruh waktu di rumah sakit, ia menyadari bahwa beberapa tanda tersebut termasuk gejala stroke klasik. Meskipun begitu, ia tidak ingin terburu-buru ke ruang gawat darurat. “Saya tidak menyadari bahwa hal itu bisa terjadi pada orang muda dan saya tidak ingin bersikap dramatis,” ujarnya.

Gejala semakin memburuk. Wajahnya mulai terkulai, suaranya terdengar cacat, dan ia tidak dapat berjalan. Penglihatan ganda muncul, membuatnya memejamkan mata hampir sepanjang hari. “Jika saya membukanya, saya langsung merasa mual,” jelas Hasley.

Ibunya akhirnya mengantar Hasley ke Endeavor Health Northwest Community Hospital. Staf di sana menanggapi keluhannya dengan serius. “Mereka menyuruh saya membaca dan melakukan berbagai hal dengan tangan dan kaki saya, yang saat itu tidak bisa saya lakukan,” kata Hasley. “Dan itulah yang mereka katakan kepada saya bahwa itu adalah stroke.”

Dr. Mohammad Anadani, Kepala Layanan Neuroendovaskular, melakukan trombektomi untuk mengangkat bekuan darah yang menghambat aliran di pembuluh darah Hasley. Operasinya berjalan lancar, meskipun Hasley tidak ingat banyak hal setelahnya. “Saya hanya ingat merasa sangat kelelahan dan penglihatan saya masih sedikit kabur keesokan harinya, tetapi pemulihan secara keseluruhan cukup cepat,” ia ceritakan. “Saya berada di rumah sakit selama empat hari.”

Anandani menjelaskan bahwa stroke yang dialami Hasley mungkin disebabkan oleh Patent Foramen Ovale (PFO), lubang di jantung yang dapat memicu emboli. Selain itu, penggunaan pil KB yang diketahui meningkatkan risiko stroke juga turut berperan. Hasley kini sedang dalam proses pemulihan, dan dokter menekankan pentingnya pemantauan kesehatan jantung dan pencegahan komplikasi lebih lanjut.

Kasus ini menyoroti bahwa stroke tidak hanya terjadi pada orang tua. Gejala awal seperti tinnitus, pusing, dan penglihatan ganda harus segera diperhatikan, terutama bagi individu dengan faktor risiko kardiovaskular. Pencegahan dan deteksi dini dapat menjadi kunci dalam mengurangi dampak serius pada kesehatan.

StrokeTinnitusMigrainPFOTrombektomiOrang mudaKardiovaskular

Komentar

Memuat komentar...