2,5 Juta Botol Obat Tetes Mata Ditarik di AS
Gambar atau konten salah?
Lebih dari 2,5 juta botol obat tetes mata ditarik dari peredaran di Amerika Serikat. Produsen obat, Lupin Pharmaceuticals Inc., mengambil langkah ini setelah ditemukan risiko kontaminasi oleh zat asing yang tidak diketahui. Produk yang ditarik adalah Prednisolone Acetate Ophthalmic Suspension.
Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) mengelompokkan kasus ini ke dalam kategori penarikan Kelas II. Ini adalah level serius kedua di bawah regulasi FDA. Kategori ini diberikan ketika penggunaan produk bermasalah berpotensi menyebabkan konsekuensi kesehatan yang merugikan. Biasanya, kondisi yang timbul bersifat sementara atau bisa dipulihkan secara medis.
Obat tetes mata yang ditarik sebanyak 2.530.182 botol ini bukan obat biasa. Ini adalah obat steroid yang hanya bisa didapatkan dengan resep dokter. Dokter biasanya meresepkannya untuk mengobati peradangan pada mata. Gejalanya meliputi mata merah, gatal-gatal, hingga pembengkakan akibat alergi, infeksi, atau cedera luka bakar kimia.
Penarikan ini berdampak pada ratusan batch produk. Ukuran kemasannya bervariasi, mulai dari botol 5 mL, 10 mL, hingga 15 mL. Masa kedaluwarsa produk berkisar antara Juli 2026 hingga Februari 2028.
Kasus ini menambah daftar masalah kebersihan produk mata di AS. Sebelumnya, produsen lain, K.C. Pharmaceuticals yang berbasis di California, juga menarik lebih dari 3,1 juta botol obat tetes mata secara sukarela. Alasannya adalah kekhawatiran besar tentang 'kurangnya jaminan sterilitas' di fasilitas produksi obat. Penarikan itu mencakup delapan varian obat tetes mata yang dijual bebas untuk mengatasi mata kering dan mata merah di berbagai jaringan ritel dan apotek besar di AS.
Secara keseluruhan, dua kasus penarikan massal ini menunjukkan masalah serius dalam pengawasan kualitas produk mata di Amerika Serikat. Baik obat resep maupun obat bebas, keduanya menghadapi masalah sterilitas yang berpotensi membahayakan konsumen.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kasus COVID-19 China Melonjak Tiga Kali Lipat pada Juni 2026
Alasan Australia Tolak Daun Kelor sebagai Pangan Sehari-hari
Gelombang Panas Tewaskan 2.700 Orang di Inggris & Wales
Menu Makan Harry Kane: Salmon, Nasi, dan Salad
Uji Ketajaman Mata: Temukan Objek Tersembunyi
7 Makanan Atasi Wajah Bengkak Tanpa Diet Ekstrem
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
