Pria Bandung Tewas Diterkam Buaya di Sungai Banyuasin
Gambar atau konten salah?
Seorang pria asal Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, bernama Ipan Nurzaman (26), ditemukan meninggal dunia setelah diterkam buaya di perairan Banyuasin, Sumatera Selatan. Jenazah korban ditemukan dalam kondisi utuh, namun terdapat luka gigitan di lengan kirinya yang diduga kuat berasal dari serangan buaya.
Peristiwa nahas itu terjadi di Sungai Dusun I, Desa Teluk Betung, Kecamatan Pulau Rimau, Kabupaten Banyuasin. Insiden berlangsung pada Senin, 06 Juli 2026, sekitar pukul 01.53 WIB. Korban diketahui tengah berada di sungai saat kejadian berlangsung.
"Saat ditemukan korban mengalami luka satu gigitan di lengan kiri tangan korban, dan kondisi badan semuanya utuh," jelas Kapolsek Pulau Rimau, AKP Yusri Meriansya, pada Jumat, 10 Juli 2026.
Proses pencarian berlangsung selama beberapa hari. Jasad Ipan akhirnya ditemukan mengapung dalam posisi tertelungkup di sekitar Pintu Air 2 PT Stal Hindoli. Lokasi penemuan berjarak sekitar 450 meter dari titik awal korban diterkam. Penemuan itu terjadi pada Kamis, 09 Juli 2026, sekitar pukul 17.24 WIB.
"Korban ditemukan sekitar 450 meter dari titik awal kejadian setelah tim gabungan menerima informasi dari warga. Saat dievakuasi, korban mengalami luka gigitan pada bagian lengan kiri yang diduga akibat satu kali gigitan buaya," ujar Yusri.
Ada momen yang cukup mengharukan di balik penemuan ini. Yusri mengungkapkan bahwa jasad Ipan ditemukan tepat pada hari ulang tahunnya yang ke-26.
"Korban ditemukan tepat pada hari ulang tahunnya yang ke-26. Ini tentu menjadi duka yang sangat mendalam bagi keluarga," tuturnya.
Setelah proses evakuasi selesai, jenazah korban dibawa ke RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang untuk menjalani identifikasi lebih lanjut. Namun, atas permintaan keluarga, jenazah kemudian dipulangkan ke kampung halamannya di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.
"Sekitar pukul 20.00 WIB, ambulans yang membawa jenazah dilepas dari Mapolsek Pulau Rimau untuk diberangkatkan menuju rumah duka di Kabupaten Bandung Barat," ungkap Yusri.
Menanggapi kejadian ini, pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sungai. Terutama di wilayah yang dikenal sebagai habitat buaya.
"Kami mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati saat beraktivitas di sungai maupun anak sungai, terutama pada malam hari atau di lokasi yang diketahui menjadi habitat buaya. Keselamatan harus menjadi prioritas," ujar Yusri.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa konflik antara manusia dan satwa liar, khususnya buaya, masih kerap terjadi di wilayah perairan Sumatera Selatan. Masyarakat yang tinggal di sekitar sungai perlu lebih waspada, terutama saat beraktivitas di malam hari atau di area yang jarang dilalui.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Cek Bansos PKH Tahap 3 Mulai 20 Juli, Siapkan NIK
Wapres Cek PSEL Palembang, Sorot Dampak Lalu Lintas Sampah
GoldenEye Kembali Malam Ini, Film Bond Perdana Brosnan
Kapolres Muba Tinjau Titik Longsor, Minta Warga Alih Jalur
Harga Emas Antam Turun Rp2.000 per Gram
Gibran Tinjau Jembatan Musi V, Progres Capai 91,21 Persen
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
