Sumsel Tambah 4 Helikopter Buat Tanggul Karhutla Di Sumsel

Tika M. · 2 min baca · 1 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
Sumsel Tambah 4 Helikopter Buat Tanggul Karhutla Di Sumsel

Gambar atau konten salah?

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan mengusulkan penambahan empat helikopter water bombing untuk menanggulangi kebakaran hutan dan lahan, yang sering disebut karhutla, di wilayahnya.

Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, mengatakan tambahan armada ini didukung oleh BNPB untuk memperkuat pencegahan dan penanggulangan karhutla.

Sudirman menjelaskan secara rinci, “Secara keseluruhan kita membutuhkan 2 armada untuk melakukan patroli udara dan 8 armada untuk water bombing. Saat ini yang standby di Sumsel ada 6 unit, 2 untuk patroli dan 4 untuk water bombing,” pada 16 Juni 2026.

Armada yang dioperasikan di Sumsel sudah mencapai belasan unit setelah bencana karhutla tahun-tahun sebelumnya. Jumlah patroli udara tetap dua, sementara unit water bombing lebih banyak.

Usulan tambahan ini akan difokuskan untuk mendukung percepatan penanganan karhutla, terutama saat memasuki puncak musim kemarau pada Juli hingga Agustus 2026, ujarnya.

Namun, kesiapsiagaan jumlah armada itu akan disesuaikan dengan kondisi karhutla di Sumsel. Antisipasi dan mitigasi dini akan dilakukan sejak dini, agar karhutla tidak terjadi.

Untuk penambahan helikopter water bombing ini sesuai dengan petunjuk BNPB, namun tetap tergantung dari kondisi karhutla di Sumsel,” jelas Sudirman.

Menurut Sudirman, keberadaan armada udara sangat penting mengingat sejumlah wilayah rawan karhutla memiliki akses yang sulit dijangkau melalui jalur darat. Pemadaman jalur udara dinilai lebih efektif dibandingkan melalui darat.

Potensi meluasnya kebakaran juga dapat ditekan dan tidak meluas ke titik-titik rawan lain,” tambahnya.

Sudirman menjelaskan, status siaga darurat karhutla telah ditetapkan di Sumsel sejak 22 April 2026 dan akan berlangsung hingga 30 November 2026.

Pihaknya mengimbau masyarakat dan perusahaan untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Pencegahan tetap menjadi langkah utama agar kejadian karhutla dapat diminimalkan,” tukasnya.

Dengan menambah helikopter, Sumsel berharap dapat memantau dan memadamkan kebakaran lebih cepat, terutama di daerah yang sulit dijangkau darat. Keberhasilan penanganan bergantung pada kesiapsiagaan dan kepatuhan masyarakat.

Sumatera Selatanhelikopter water bombingkarhutlaBNPBpatroli udarakesiapsiagaanpuncak musim kemarauBPBD Sumsel

Komentar

Memuat komentar...