Beruang Madu Terdeteksi di Perkebunan Wonosobo, Lampung
Gambar atau konten salah?
Di kawasan perkebunan warga Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Tanggamus, Lampung, muncul satwa liar yang diduga beruang madu. Kejadian ini menarik perhatian Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu-Lampung, yang sejak awal memantau situasi.
Setelah menerima laporan dari masyarakat, BKSDA menempatkan kandang jebak di jalur yang diperkirakan menjadi rute satwa. Kepala Seksi KSDA Wilayah III Lampung, Itno Itoyo, mengungkapkan pada hari Rabu, 17 Juni 2026, bahwa “Kandang jebak sudah dipasang. Tim juga masih melakukan pemantauan di lapangan bersama aparat dan pemerintah desa.”
Walaupun perangkap sudah siap, beruang tersebut belum masuk ke dalamnya. Satwa ini juga dilaporkan berpindah-pindah lokasi, sehingga BKSDA harus terus memantau setiap titik yang dilaporkan. Itno menambahkan, “Kami masih menerima laporan dari lokasi lain, sehingga pemantauan terus dilakukan.”
Penelusuran awal menunjukkan bahwa satwa yang terlihat warga kemungkinan besar adalah beruang madu. Hal ini didukung oleh bekas cakaran dan jejak aktivitas yang biasanya terkait dengan makanan alami beruang. Namun, BKSDA belum dapat memastikan identitas satwa secara lengkap. Itno menjelaskan, “Sementara yang terpantau satu ekor, namun masih kami identifikasi lebih lanjut.”
Untuk mencegah risiko bagi manusia maupun satwa, BKSDA mengimbau warga agar tidak melakukan tindakan yang dapat membahayakan diri sendiri atau beruang. Masyarakat yang menemukan satwa diminta segera melapor kepada aparat desa, kepolisian, atau petugas BKSDA. “Kami mengimbau masyarakat tetap waspada dan tidak mendekati satwa jika kembali muncul,” ujar Itno.
Situasi ini tidak baru. Warga Pekon Kali Sari, Kecamatan Wonosobo, sebelumnya panik ketika seekor beruang terlihat di area perkebunan. Satwa tersebut sempat berada di bawah pohon jengkol dekat aliran sungai. Polsek Wonosobo, bersama aparatur pekon, turun ke lokasi untuk memeriksa dan mengimbau warga agar meningkatkan kewaspadaan.
Secara keseluruhan, upaya penangkapan beruang masih berlangsung. BKSDA terus mengumpulkan data dari berbagai titik, sementara masyarakat diharapkan tetap waspada dan melaporkan setiap kejadian. Keberadaan beruang ini menyoroti pentingnya kolaborasi antara lembaga konservasi dan warga dalam menjaga keseimbangan alam serta keselamatan bersama.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Cek Bansos PKH Tahap 3 Mulai 20 Juli, Siapkan NIK
Wapres Cek PSEL Palembang, Sorot Dampak Lalu Lintas Sampah
GoldenEye Kembali Malam Ini, Film Bond Perdana Brosnan
Kapolres Muba Tinjau Titik Longsor, Minta Warga Alih Jalur
Harga Emas Antam Turun Rp2.000 per Gram
Gibran Tinjau Jembatan Musi V, Progres Capai 91,21 Persen
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
